Umur 5 Tahun Masih Ngompol, Wajar Atau Pertanda Masalah Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak suka mengompol, itu sudah menjadi masalah biasa. Anda pun sebagai orangtua pasti sudah punya cara untuk mengajarkan anak agar berhenti mengompol. Namun, bagaimana kalau anak masih ngompol meski sudah menginjak usia lima atau enam tahun? Apakah masih bisa dibilang normal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sampai usia berapa mengompol masih wajar?

Mengompol (enuresis) merupakan gangguan yang sering dijumpai pada anak-anak. Gangguan ini bukanlah hal yang sengaja dilakukan oleh anak maupun bentuk kemalasan pada anak. Kebiasaan mengompol sejatinya akan terus berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Sebelum usia lima tahun, kebiasaan mengompol pada anak masih dapat dianggap normal. Hal ini diawali secara bertahap, mulai usia di atas tiga tahun umumnya anak sudah tidak lagi mengompol pada siang hari. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dikatakan tidak normal untuk mengompol bila kebiasaan ini terjadi secara terus menerus atau menetap di atas usia lima tahun. Ini sebabnya anak yang masih ngompol harus mendapat penanganan yang benar karena dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, menyebabkan stres, dan kurang percaya diri pada anak.

Bagaimana jika anak usia lima tahun masih ngompol? 

Meskipun nantinya anak akan mampu mengendalikan kandung kemihnya sendiri, hal ini akan terjadi pada usia yang berbeda-beda. Dilansir dari National Sleep Foundation, kebiasaan mengompol pada anak usia lima tahun atau lebih perlu mendapatkan pengawasan dari dokter anak bila terjadi lebih dari 2-3 kali per bulan atau mengompol di siang dan malam hari secara rutin.

Kebiasaan mengompol bisa memengaruhi kehidupan sosial anak mulai usia enam atau tujuh tahun. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi malu dan kurang percaya diri saat berada di lingkungan sosialnya. Ambil contoh, mereka akan merasa malu karena diejek “tukang ngompol” oleh kakak atau adiknya. Bila harus menginap di rumah teman, mereka akan cemas karena takut tertangkap basah mengompol.

Sebenarnya, ada banyak penyebab ngompol pada anak, di antaranya yaitu:

  • Anak tidak bangun saat kandung kemihnya penuh 
  • Beberapa anak memproduksi urine berlebih saat tidur
  • Beberapa anak memiliki kandung kemih yang tidak dapat menampung urine yang lebih banyak daripada anak lainnya

Mulai dari usia tiga tahun, anak akan mulai belajar pergi ke kamar mandi pada siang dan malam hari begitu tubuh mereka mulai menghasilkan zat yang disebut hormon antidiuretik (ADH). Hormon inilah yang menghambat produksi urine. Semakin bertambahnya usia, anak-anak akan lebih peka untuk menahan urine sehingga lebih mudah untuk mencegah ngompol.

Bila setelah usia lima tahun anak masih ngompol, maka kemungkinan karena anak masih belum cukup memproduksi hormon ADH pada waktu yang tepat dan belum mampu menangkap sinyal dari otak bahwa kandung kemihnya telah penuh dengan urine. Akibatnya, anak tidak terbangun atau hanya bermimpi pergi ke kamar mandi sehingga akhirnya mengompol di tempat tidur.

penyebab ngompol pada orang dewasa

Apakah anak masih ngompol karena ada masalah kesehatan?

Sederhananya, mengompol merupakan tanda anak belum cukup matang untuk mengendalikan fungsi-fungsi tubuhnya. Pasalnya, menahan urine merupakan proses yang melibatkan koordinasi otot, saraf, sumsum tulang belakang, dan otak. Fungsi-fungsi ini akan semakin matang seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, ngompol juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan seperti penyumbatan saluran kemih, sembelit, diabetes, atau kurang minum air. Misalnya, ketika anak mengalami sembelit, usus besar akan penuh sehingga menekan kandung kemih. Nah, untuk mengetahui apakah anak mengalami sembelit, Anda bisa mengawasi intensitas buang air besar anak. Intensitas buang air besar yang normal berkisar antara tiga kali dalam sehari sampai empat kali dalam seminggu.

Lantas, bagaimana cara membedakan mengompol yang disebabkan oleh fungsi tubuh yang belum matang atau masalah kesehatan? Hal ini bisa dilihat dari seberapa sering anak mengompol. Bila terjadi setiap hari secara berturut-turut, maka kebiasaan ngompol ini disebabkan karena ketidakmatangan fungsi tubuh. Sedangkan mengompol yang dipicu masalah kesehatan biasanya lebih jarang, biasanya terjadi setelah anak sudah tidak mengompol selama enam bulan atau lebih.

Walaupun hanya sesekali, bila anak masih ngompol di usia lima sampai tujuh tahun, Anda perlu memeriksakan anak ke dokter. Jika memang disebabkan karena adanya masalah kesehatan, maka harus menjalani tes urine untuk melihat apakah ada masalah ginjal atau infeksi saluran kemih.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Jika digunakan dengan benar, empeng alias dot bayi yang tak berisi susu memang memiliki banyak manfaat. Tapi ketahui juga kekurangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Penting bagi Ibu mengetahui perbedaan sukrosa dan laktosa, serta pemberiannya yang terbaik untuk susu si Kecil. Ini perbedaannya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pedoman makanan anak 1-3 tahun

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit