5 Hal yang Perlu Orangtua Lakukan untuk Memastikan Kesehatan Anak di Masa Depan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 November 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Membesarkan anak yang sehat terdengar cukup sederhana. Tapi, dalam praktiknya tentu hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Pasalnya, lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan anak Lantas, sebagai orang tua apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatannya? Simak tipsnya dalam artikel ini.

1. Penuhi asupan nutrisinya

Pemberian asupan nutrisi yang tepat merupakan kunci menjaga kesehatan anak secara keseluruhan. Mengatur nutrisi dalam makanan sebenarnya tidak sulit. Anda bisa memulainya dengan menerapkan pola makan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak baik dari buah dan sayuran.

Ketika memasak di dapur, pilih metode memasak yang tidak menggunakan banyak minyak, seperti memanggang, menumis, dan mengukus. Kurangi konsumi gula dan garam yang berlebihan  dan ganti menu camilan tidak sehat dengan semangkuk buah segar yang kaya akan vitamin. Perhatikan porsi makan anak, sajikan makanan di piring yang lebih kecil untuk menjaga porsinya. Yang terpenting, wajibkan anak sarapan setiap hari dan jangan lewatkan makan siang maupun makan malam.

2. Ajarkan untuk aktif bergerak

Kebanyakan anak-anak pasti suka sekali  menonton TV. Pada umumnya mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk  menyaksikan serial kartun favoritnya . Hal ini membuatnya menjadi malas bergerak, yang pada akhirnya  dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit.

Ada baiknya ajak anak untuk membiasakan aktif berolahraga sedari dini. Dengan bertambahnya usia, akan lebih sulit untuk membangun kebiasaan anak untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik.

Secara garis besar, olahraga  dapat membantu berbagai jaringan tubuh untuk berkembang, dan melatih tubuh agar dapat berkoordinasi dengan baik. Dengan aktif bergerak, berbagai jaringan tulang, otot, dan persendian akan dapat menyerap nutrisi lebih baik sehingga dapat tumbuh menjadi lebih kuat.

3. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri

Edukasi akan pengetahuan seksual yang diberikan sejak dini, akan mempermudah anak untuk  meningkatkan kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, juga penerimaan terhadap diri sendirinya secara positif. Anda bisa memberikan penjelasan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti bahwa hanya mereka yang bisa menjaga tubuh mereka sendiri agar selalu sehat, bersih dan terjaga. Misalnya dengan mengajarkan ia cara membersihkan dan merawat area kelamin dengan baik dan benar.

Jika Anda berbicara tentang menjaga kesehatan diri dan kelamin, berarti Anda juga siap untuk membicarakan masa pubertas pada anak. Anak perempuan perlu tahu tentang perkembangan payudara dan menstruasi. Anak laki-laki pun perlu tahu tentang ereksi dan mimpi basah. Jangan menganggap kedua hal tersebut tabu. Penting sekali untuk mengajarkan pendidikan seksual pada anak remaja Anda. Jika mereka tidak mendapatkan info dari Anda, mereka akan mendapatkan beberapa info tersebut dari sumber yang tidak jelas asalnya dan justru salah kaprah.

4. Lakukan imunisasi

Vaksinasi, atau yang juga disebut dengan imunisasi merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit tertentu yang berfungsi untuk  memicu respon kekebalan tubuh anak. Sehingga, tubuh anak akan memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Nah, hal inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Di Indonesia, ada 5 jenis imunisasi wajib yang diberikan secara gratis di Posyandu sejak bayi lahir, yaitu hepatitis B, BCG, polio, campak, dan Pentavalen (DPT-HB-HiB). Saat ini pemerintah juga telah menerapkan vaksinasi MR (Campak dan Campak Jerman) mulai tahun 2017 sebagai imunisasi program. Khusus vaksin pentavalen diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

Sedangkan jenis imunisasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah:

  • Vaksin flu, yang bisa dilakukan ketika anakberusia minimal 6 bulan dan diulang setiap tahun. Jenis imunisasi ini merupakan imunisasi yang aman diberikan pada semua anak dengan kondisinya yang berbeda-beda.
  • Vaksin HPV, sudah bisa diberikan ketika anak berusia 9 tahun. Vaksin ini diberikan untuk melindungi tubuh anak dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker  serviks, pre-kanker  anus, pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, dan penyakit kutil kelamin
  • Vaksin varisela, diberikan setelah anak berusia 12 bulan, paling baik diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari cacar air.
  • Vaksin pneumokokus (PCV), yang  diberikan mulai anak berusia 2 bulan (dosis pertama), kemudian dosis kedua pada usia 4 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6 bulan. Apabila diberikan pada anak usia 7-12 bulan, adalah sebanyak 2 kali dengan interval 2 bulan.Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh anak dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia.

5. Jadi panutan yang baik

Selain beragam hal yang sudah dijelaskan di atas, kunci dasar yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan anak adalah menjadi panutan yang baik. Ingat, perilaku anak mencontoh orang tua. Oleh karena itu, Anda pun dituntut untuk juga menerapkan hidup sehat secara keseluruhan. Jika Anda merokok, berhentilah merokok. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman beralkohol. Jadikan diri Anda sebagai panutan yang baik untuk anak-anak kelak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Rubella (Campak Jerman)

    Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

    Growing Pain

    Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

    Sebelum terlambat, perhatikan asupan nutrisi demi tumbuh kembang optimal termasuk perkembangan otak anak. Ini dia nutrisi yang dimaksud beserta sumbernya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    perkembangan otak anak usia dini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Scarlet Fever, Demam Sekaligus Kemerahan pada Kulit Anak

    Demam scarlet atau juga dikenal eritema disebabkan oleh berkembangnya bakteri pada penderita angina. Penyakit ini biasa menyerang anak kecil.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat mual anak cara mengatasi mual anak

    Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    obat pilek bayi

    Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    gigi susu anak apakah akan tanggal semua

    Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit