Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Salah satu tugas sebagai orang tua lah untuk menggali, mengasah, dan mengembangkan bakat anak. Sehingga kemampuan yang dimiliki anak dapat berkembang secara optimal.

Tapi, kapan dan bagaimana kita bisa mengetahui bakat anak? Seperti apa cara mengembangkan bakatnya tersebut?

Kapan biasanya bakat anak mulai muncul?

Bakat anak bisa bermacam-macam, mulai dari akademik, kepemimpinan, teknologi, seni, olahraga, dan masih banyak lagi. Bahkan, banyak anak yang mempunyai lebih dari satu bakat sekaligus.

Anak juga bisa mempunyai bakat dalam tingkat yang berbeda. Anak yang bisa mencapai tingkat tertinggi dari bakat yang dimilikinya adalah mereka yang senantiasa mengembangkan, mempelajari, dan terus melatih bakat tersebut. 

Namun, anak tidak dapat melakukan hal ini sendiri. Memang, bakat dan faktor keturunan mempunyai hubungan yang erat. Tapi agar talenta yang dimiliki si anak berkembang, anak butuh panduan untuk bisa mengenali dan mengembangkannya. Di sinilah dibutuhkan peran orang tua.

Anak biasanya sudah mulai menunjukkan talentanya itu pada usia 6 tahun. Tapi, bisa jadi lebih dini ataupun lebih tua dari usia ini. Oleh karena itu tak perlu khawatir bila anak sudah lebih dari usia 6 tahun dan belum menunjukkan bakatnya.

Setiap anak mempunyai waktu masing-masing dalam menunjukkan potensinya, bukan berarti terlambat. Misalnya, para ahli mengatakan bahwa kemampuan musik berkembang dengan baik pada usia 3-10 tahun. Maka masih ada banyak waktu untuk mengasah bakat anak di bidang musik misalnya. Jika anak sudah mulai menunjukkan bakatnya pada usia ini, sebaiknya orang tua membantu dalam mengasah bakat anak.

Sebagai orang tua, perlu untuk selalu mendukung kesenangan anak sambil mempelajari apa saja kira-kira minat dan bakatnya. Jika Anda sudah mengetahui potensi yang dimiliki buah hati, maka Anda akan lebih mudah untuk mengetahui apa saja yang anak butuhkan untuk mengembangkan bakatnya. Sehingga, Anda turut mendukung pengembangan bakat anak.

Bagaimana cara mencari tahu bakat anak?

Anda bisa mencari tahu bakat anak mulai dari hal-hal yang disukai anak. Amati apa saja yang biasanya dilakukan anak di waktu luangnya. Anak dengan keterampilan seni biasanya akan menyukai kegiatan yang bersifat kreatif, seperti menggambar, bernyanyi, atau bermain alat musik.

Jika anak suka menonton televisi, coba lihat acara televisi apa yang disukainya. Perhatikan juga apa saja hal-hal yang membuat anak penasaran, apa saja hal-hal yang biasanya ditanyakan anak pada Anda.

Ingat, bakat anak tidak hanya terbatas pada melukis, menyanyi, dan bermain musik. Masih banyak bakat lainnya, seperti jika anak tegas dalam berdebat, suka mengungkapkan pendapat, dan suka membuat percakapan, mungkin ia berbakat menjadi pengacara.

Jika anak sudah sekolah, Anda juga bisa meminta saran guru dalam menentukan bakat anak Anda. Selain itu, Anda juga bisa melihat dari prestasi akademik anak Anda.  

Bagaimana cara mengembangkan bakat anak?

Dalam mengasah bakat anak, Anda mungkin harus menemukan caranya tersendiri. Setiap orang pasti memiliki caranya masing-masing dalam mengembangkan kemampuan yang ia miliki. Walaupun Anda dan anak mempunyai bakat yang sama, namun bagaimana cara Anda dan anak mengasah bakatnya pasti berbeda.

Hal terpenting yang harus Anda lakukan sebagai orang tua adalah dengan memberi anak kesempatan untuk mengembangkan bakatnya. Bagaimana anak bisa mengembangkan bakatnya jika tidak diberi kesempatan oleh orang tua?

Anda perlu membiarkan anak dalam melakukan sesuatu yang ia suka, asalkan dalam bentuk yang positif. Dengan begitu, Anda juga memberi kesempatan anak untuk mengenali dirinya sendiri, mengenali apa ia yang sukai dan tidak sukai.

Anda mungkin perlu untuk berdiskusi dengan anak mengenai kegiatan apa saja yang disukai dan tidak disukainya. Sehingga, Anda lebih mudah mengerti apa yang dibutuhkan anak.

Selain kesempatan, Anda juga sebaiknya memberikan pengalaman pada anak. Pengalaman juga dapat membantu anak dalam mengenali hal-hal apa yang ia suka dan tidak suka. Anda dapat melakukan kegiatan yang disukai anak bersama-sama, mengajak anak ke tempat-tempat yang ia suka di mana ia bisa belajar, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan remaja

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit