Anak Ogah Pinjamkan Mainan?Begini Cara Mengajarinya untuk Berbagi dengan Orang Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si kecil agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain kelak. Sayangnya, mengajarkan anak untuk berbagi bukanlah tugas yang mudah.

Namun, Anda tak perlu khawatir, mengajarkan anak untuk berbagi dengan teman dan orang lain di sekitarnya tidaklah sulit asal tahu caranya.

Kenapa perlu mengajarkan anak untuk berbagi?

mainan anak laki-laki / permainan anak laki-laki

Berbagi merupakan “keterampilan” yang vital atau penting untuk dimiliki dalam hidup. Sama halnya seperti menumbuhkan rasa empati dan mendidik anak untuk peduli, mengajarkan anak untuk berbagai juga penting.

Selama masa perkembangan kognitif dan perkembangan fisik sejak dini, kemampuan berbagi yang dimiliki anak dapat membantu mendukung tumbuh kembangnya.

Berdasarkan laman Baby Bonus, kemampuan berbagi adalah sesuatu yang perlu dimiliki oleh anak sejak kecil.

Keterampilan berbagi ini digunakan anak untuk dapat bersosialisasi dengan teman maupun orang lain di sekitarnya.

Setelah anak mulai memahami konsep berbagi dengan orang lain, biasanya ia akan lebih mudah bersosialisasi di sekolah, tempat kursus, maupun lingkungan rumah.

Mengajarkan anak untuk berbagi sama saja dengan memberi tahu kepadanya mengenai konsep “memberi”.

Dengan cara ini, buah hati Anda akan belajar bahwa ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain, kebaikan ini dapat digantikan kembali kepada kita nantinya dengan cara yang tak terduga.

Secara tidak langsung, mengajarkan anak untuk berbagi juga mendidik bagaimana caranya bernegosiasi dan bergiliran dalam melakukan sesuatu.

Berbagai hal tersebut tentu sangat penting untuk dipelajari dan dimiliki anak sejak kecil hingga ia tumbuh dewasa kelak, tak terkecuali di perkembangan anak 6-9 tahun.

Cara mengajarkan anak untuk berbagi

Bertengkar karena berebut mainan memang bukan hal yang aneh pada anak-anak. Di usianya yang masih muda, anak-anak memang sangat sulit untuk memberikan apa yang mereka miliki.

Mereka merasa memiliki hak penuh pada suatu benda dan merasa membutuhkannya sehingga tidak ingin meminjamkannya pada orang lain.

Padahal, untuk menjalin hubungan yang baik dengan teman sebayanya, si kecil perlu berbagi.

Supaya kebiasaan kurang baik tersebut tidak mendarah daging dan terbawa hingga dewasa, Anda perlu mengajarkan anak untuk berbagi.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan pada si kecil supaya ia mau berbagi dengan orang lain:

1. Mengajarkan anak untuk berbagi di usia yang tepat

perkembangan sosial anak mengajarkan anak untuk berbagi

Sejatinya, berbagi merupakan bagian dari empati. Berbagi bisa dikatakan sebagai kemampuan untuk melihat dan merasakan sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Anak-anak biasanya belum mengembangkan rasa empati dengan baik ketika usianya di bawah enam tahun.

Mengajarkan anak untuk berbagi tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan usia tersebut.

Pasalnya, bila Anda diajari hal ini lebih awal, ia bisa frustasi. Hal ini akan memperburuk hubungan Anda dengan si kecil.

Alih-alih anak mau mengerti, Anda justru akan semakin sulit untuk mengajarkan anak agar mau berbagi.

Usia yang paling baik untuk mengajari anak berbagi yakni sekitar 3-4 tahun ketika anak-anak mulai bermain dan bekerja sama dengan teman sebayanya.

Jangan kaget bila di masa awal mengajarkan anak untuk berbagi ternyata ia tampak sangat mengutamakan keinginan dan kebutuhannya.

Bahkan, si kecil bisa saja marah bila keinginannya, misalnya untuk bermain mainan, terhalang karena ia harus berbagi dengan temannya.

Lama kelamaan, nantinya si kecil akan lebih memahami bahwa berbagai apa yang ia miliki kepada orang lain itu penting.

2. Jelaskan arti berbagi

cara mengatasi anak tidak mau mendengarkan orangtua

Dalam mempelajari hal apa pun, si kecil butuh diberi penjelasan kenapa mereka harus melakukannya dan bagaimana cara melakukannya.

Sebelum Anda mengajarkan anak untuk berbagi, alangkah baik jika dimulai lebih dulu dengan memberinya pemahaman yang sederhana.

Misalnya, memberi tahu bahwa berbagi tidak selalu memberikan apa yang si kecil miliki. Akan tetapi, berbagi juga memiliki arti sebagai meminjamkan suatu benda.

Itu artinya, anak tidak perlu khawatir karena benda tersebut akan kembali padanya.

Dengan begitu, anak tidak lagi menolak untuk memainkan mainan secara bergiliran dengan temannya.

3. Jangan memaksa

memilih buku anak mengajarkan untuk berbagi

Mengajarkan anak berbagi memang penting untuk kehidupan anak, tapi Anda tidak boleh memaksanya.

Anda tetap harus menghargai kemauan si kecil, terutama bila ia cukup selektif. Ambil contohnya, anak hanya mau meminjamkan bolanya namun tidak ingin meminjamkan bonekanya.

Jika memang seperti itu, jangan paksa si kecil untuk meminjamkan bonekanya. Pada tahap awal, Anda dan anak mungkin perlu menyortir barang mana yang boleh dipinjamkan atau tidak.

Supaya tidak berakhir dengan pertengkaran nantinya, simpan mainan yang tidak boleh dipinjamkan saat anak bermain dengan temannya.

Dengan cara ini, setidaknya anak tidak akan merasa kecewa untuk berbagi atau mempertahankan mainan yang tidak ingin dipinjamkan.

Jangan khawatir, semakin lama anak akan mulai bermurah hati untuk meminjamkan mainan tersebut pada orang yang ia percaya dapat menjaganya dengan baik.

Seiring waktu, rasa empati anak pun akan berkembang dan ia tidak akan lagi menjadi pemilih dalam berbagi.

4. Jadilah contoh

perkembangan anak usia 6 tahun

Anak-anak belajar banyak hal dari orang-orang di sekelilingnya, terutama Anda sebagai orangtua.

Mengajarkan anak untuk berbagi akan lebih efektif jika Anda juga berperilaku demikian. Supaya bisa menjadi contoh, Anda mungkin perlu melakukan beberapa hal ini:

  • Coba utarakan niat Anda supaya si kecil paham, “Pisang ini keliatannya enak, boleh Ayah/Ibu minta sedikit?”  Dari percakapan kecil seperti ini, Anda mengajarkan bahwa berbagi itu bisa membuat orang lain senang.
  • Beri pujian jika ada orang lain atau teman si kecil yang berbagi sesuatu dengannya. Ini bisa memotivasi anak untuk melakukan hal yang sama.
  • Selalu berikan penawaran ketika si kecil menginginkan sesuatu, “Kamu mau permen ini? Ayah/Ibu beri satu, ya.” Jangan lupa, ajari juga cara mengajari anak berterima kasih ketika ia diberi sesuatu oleh orang lain.

Beberapa perilaku tersebut dapat membuat anak belajar dari orang-orang di sekitarnya bahwa berbagi sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.

5. Bila anak tidak mau berbagi, tanyakan alasannya

rasa tanggung jawab pada anak

Menurut Baby Centre, Anda bisa menanyakan alasan anak ketika ia enggan berbagi dengan temannya.

Ambil contohnya saat anak bertengkar dengan temannya karena memperebutkan mainan lego, sebaiknya lerai sebelum kondisinya semakin rumit.

Setelah keduanya sudah cukup tenang, diskusikan situasinya dengan anak dan temannya sebijak dan setenang mungkin.

Anak atau temannya mungkin akan menjelaskan kronologi kejadian yang dialami dari sudut pandang mereka masing-masing.

Selanjutnya, Anda bisa merespons kepada keduanya dengan mengatakan “Kayaknya kalian berdua tampak sangat kesal, ya?”

Sampaikan respons yang membuat anak dan temannya yakin bahwa Anda memahami perasaan mereka tanpa terkesan memihak.

Jika anak terlihat berkeras hati tidak mau berbagi mainan dengan kawannya, Anda bisa menanyakan alasannya.

Mungkin saja alasan anak enggan meminjamkan mainan yakni karena mainan tersebut pemberian orang terdekat, seperti kakek atau nenek.

Memahami perasaan anak juga termasuk bagian dari cara mengajarkan anak untuk berbagai. Anda bisa memberikan solusi lain dengan bermain bersama secara bergantian.

6. Tunjukkan jika berbagi itu menyenangkan

anak hiperaktif adalah

Siapa pun terutama anak-anak sangat menyukai berbagai hal yang menyenangkan. Supaya anak menganggap bahwa hal itu menyenangkan, Anda perlu menerapkan permainan ketika mengajarkan anak untuk berbagi.

Ini akan lebih seru jika teman-teman si kecil ikut terlibat. Salah satu permainan yang bisa melatih anak untuk berbagi adalah menggambar dan mewarnai bersama.

Caranya, sediakan satu buku gambar besar, pensil warna atau alat menggambar lainnya. Minta anak dan temannya untuk menggambar di buku yang sama dan saling bertukar alat gambar.

Cara lain untuk mengajarkan anak berbagi bisa juga dilakukan dengan mengajak si kecil dan temannya saling mencicipi camilan yang mereka bawa dari rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Takut gemuk dan anggapan body goals adalah yang tinggi, kurus, dan langsing kerap jadi penyebab gangguan atau penyimpangan makan pada remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
cara bedong bayi

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit