3 Manfaat Membiarkan Anak Main Hujan-hujanan (dan Tipsnya Agar Aman)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sering kali, permintaan anak main hujan-hujanan jarang dituruti oleh orangtua. Para orangtua khawatir, hujan bisa bikin sakit buah hati mereka. Tapi, tahukah Anda bahwa dengan main hujan, anak banyak mendapatkan manfaat dan keuntungan untuk tubuh mereka? Selain itu, hujan tidak melulu menyebabkan sakit untuk si kecil. Mau tahu apa manfaat anak main hujan Yuk, simak manfaat dan tipsnya di bawah ini.

Manfaat yang didapat ketika anak bermain di bawah hujan

1. Menambah pengetahuan anak

Saat anak main hujan, Anda bisa ikut menemani sambil menjaga anak. Anda pun bisa menjelaskan secara sederhana pada si kecil tentang hujan, dari mana hujan, apa bahayanya jika terlalu lama hujan, atau semua pertanyaan yang dilontarkan si kecil tentang keingintahuannya terhadap hujan dan alam.

2. Menambah kemampuan fisik dan motorik

Ketika si kecil bermain di bawah hujan, ia akan menggerakan seluruh tubuhnya untuk melompat menengok ke atas (melihat sumber hujan turun), menadah hujan dengan tangan, mencipratkan air, hingga merasakan perubahan sensor dari panas ke dingin. Daya gerak dan aktivitas anak tersebut akan merangsang stimulasi motorik serta kemampuan fisik yang optimal, terutama rangsangan kulit yang langsung terkena air.

3. Merangsang kreativititas dan imajinasi anak

Tidak hanya orang dewasa saja yang berimajinasi dan mendapatkan inspirasi ketika hujan turun. Nyatanya, saat anak main hujan, imajinasi dan kreativitasnya akan muncul seiring dengan khayalan mereka. Misalnya, dengan bermain perahu kertas di genangan hujan, menyiram tanaman dengan air hujan, dan masih banyak lainnya. Saat hujan, si kecil akan mencoba berpikir kreatif, ditambah melakukan dengan cara yang menyenangkan.

Yang harus diperhatikan saat mengijzinkan anak main hujan-hujanan

1. Jangan di hujan pertama

Ketika hendak mengizinkan anak main hujan, hindari hujan pertama yang turun pertama kali. Mengapa? Hujan yang turun pertama kali (setelah beberapa waktu tidak hujan), adalah hujan yang berfungsi membersihkan polusi udara. Polusi udara, debu dan kotoran di udara, akan terbawa bersamaan dengan air hujan, efek untuk si kecil pun jadi tidak sehat. Nah, untuk mencegah si kecil jatuh sakit, baiknya tunggu hingga hujan ke 3 atau ke 4 dalam kurun waktu beberapa hari.

2. Setelahnya, segera copot baju basah dan mandi air hangat

Setelah si kecil selesai main hujan-hujanan, segera lepaskan baju anak yang sudah basah kuyup. Hal tersebut berguna agar kelembaban tidak meresap hingga paru-paru si kecil. Jangan lupa untuk membersihkan badan setelahnya, gunakan air hangat untuk menyeimbangkan suhu dingin sebelumnya. Disarankan juga untuk merendam dan menggosok kaki dengan air garam hangat, atau menggunakan sabun antiseptik, agar mencegah adanya infeksi bakteri yang terbawa air hujan.

3. Beri asupan makanan hangat dan tidur setelahnya

Dinginnya udara ketika hujan turun memang tidak bisa dihindari. Ketika anak Anda selesai main hujan dan membersihkan diri, ada baiknya Anda memberi makanan atau minuman hangat seperti sup, susu, atau teh. Setelah main hujan, tubuh si kecil akan merasa dingin dan lapar, maka inilah waktu yang tepat untuk menghangatkan organ-organ di dalamnya.

Sehabis mengisi perut, jangan lupa untuk istirahat, karena fisik dan tenaga anak sudah terkuras habis saat bermain di bawah hujan sebelumnya. Istirahat yang cukup juga dapat menghindari anak terhindar dari sakit.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit