Kenapa Anak Harus Dibiarkan Bermain di Luar Rumah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semakin maju zaman tampaknya semakin terbatas permainan untuk anak-anak. Anak-anak semakin jarang bermain di luar rumah bersama dengan teman-temannya dan mengeksplor dirinya. Pemandangan yang mungkin sering Anda lihat sekarang adalah anak-anak bermain di dalam rumah bersama gadget-nya. Padahal, membolehkan anak bermain di luar rumah mempunyai manfaat penting tersendiri untuk perkembangan anak. Apa saja?

Alasan orangtua melarang anak bermain di luar rumah

Banyak alasan yang melatarbelakangi orangtua melarang anaknya bermain di luar rumah. Di antaranya adalah karena takut anak tertular penyakit dan banyak bahaya yang mengancam anak jika bermain di luar. Padahal, sebenarnya dengan membolehkan anak bermain di luar, orangtua juga membuat anak lebih kebal terhadap penyakit.

Bermain di luar rumah, membiarkan anak bermain kotor-kotoran, terpapar dengan bakteri dan segala jenis kuman, justru dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak berkembang. Tubuh anak bisa lebih mengenal segala jenis zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh sehingga bisa membentuk faktor pertahanan yang lebih hebat.

Selain itu, faktor bahaya yang banyak mengancam anak di luar rumah sebenarnya bisa diatasi dengan cara orangtua mengawasi anak saat bermain di luar rumah. Dengan adanya pengawasan dari orangtua, anak juga merasa lebih aman sehingga lebih merasa bebas untuk bermain dan mengeksplor dirinya.

Manfaat membolehkan anak bermain di luar rumah

Banyak manfaat yang bisa diterima anak saat dirinya bermain di luar rumah, termasuk untuk pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik dan mental. Beberapa manfaat dari bermain di luar rumah adalah:

1. Mendukung pertumbuhan tulang anak

Bermain di luar rumah dapat menjadi kesempatan anak untuk menerima sinar matahari. Di mana, sinar matahari membantu meningkatkan vitamin D pada tubuh yang baik untuk pertumbuhan tulang anak. Ini merupakan manfaat yang tidak bisa anak terima jika hanya bermain di dalam rumah. Membiarkan anak bermain di luar rumah dan terpapar sinar matahari selama 10-15 menit saja sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D untuk pertumbuhan tulangnya.

2. Mendorong anak untuk berolahraga

Banyak aktivitas yang bisa anak lakukan di luar rumah. Ruang yang luas tidak membatasi anak untuk melakukan apa saja, seperti berlari, melompat, bersepeda, dan lainnya. Secara tak sadar, ini juga merupakan kegiatan olahraga yang menyenangkan untuk anak. Hal ini tentu dapat membuat anak lebih aktif bergerak dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.

3. Merangsang kreativitas dan imajinasi

Alam dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak lebih luas, dibanding anak hanya melihat layar hp, komputer, atau televisi. Anak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, tidak hanya melihat, tapi juga menyentuh, mencium, dan mendengar, sehingga lebih banyak mengaktifkan indera mereka. Hal ini dapat membuat anak berpikir lebih luas, sehingga bisa menciptakan kreativitas dan imajinasi yang juga lebih luas.

4. Melatih cara berpikir anak untuk menyelesaikan masalah

Bermain di luar (apalagi dengan teman) dapat menciptakan tantangan tersendiri untuk anak. Anak menghadapi masalah yang nyata dibandingkan hanya memecahkan masalah di video game. Hal ini kemudian dapat melatih anak berpikir untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Dengan begitu, anak akan terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan menjadi lebih mandiri.

5. Melatih kepercayaan diri

Berinteraksi dengan dunia luar -dengan alam dan dengan teman bermainnya- dapat membangun kepercayaan diri anak secara perlahan. Anak butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang baru, mengenal lingkungan baru. Sehingga, bermain di luar bersama teman juga dapat melatih kepercayaan diri anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

10 Cara Seru Mengajarkan Anak Belajar Membaca

Hobi membaca buku wajib ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut sampai dewasa. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

TBC Pada Anak: Ketahui Gejala, Perbedaan dengan Orang Dewasa, dan Pengobatannya

Banyak kasus TBC atau TB pada anak terlambat ditangani karena gejalanya sering kali bukan batuk-batuk. Apa saja gejala yang biasanya muncul pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Depresi bisa terjadi pada siapapun, termasuk remaja. Apa saja yang sering jadi penyebab depresi pada remaja, dan bagaimana cara mengenalinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit