Cara Aman Pilih Jajanan Anak Sekolah, Plus Resep Praktis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Mengingat banyaknya jajanan anak sekolah, baik di kantin atau di depan sekolah, hampir tidak mungkin anak sekolah tidak tergiur untuk membelinya. Ya, jajanan yang dijual para pedagang di sekolah memang bervariasi dan membuat anak tertarik untuk membelinya. Sayangnya tidak semua jajanan anak di sekolah aman dan sehat. Orangtua perlu tahu risiko jajanan yang tidak sehat dan mengajarkan anak cara memilih jajanan yang aman dan sehat.

Pentingnya memilih jajanan yang aman untuk anak sekolah

Mungkin memang tidak semua jajanan anak yang dijual di area sekolah itu tidak sehat dan berbahaya. Namun, sulit untuk memastikan jajanan mana yang aman dan sehat, dan jajanan mana yang tidak. Sebagai pedagang, tentu semua orang akan mengaku bahwa jajanan yang mereka jual bersih dan sehat. Sayangnya, pedagang itu tidak bisa menjamin kebenarannya, sehingga Anda tidak seharusnya lantas percaya.

Selain itu, pangan jajanan yang biasa anak beli di sekolah biasanya hanya mengenyangkan perut anak, tetapi tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan anak dalam proses tumbuh kembangnya. Hal ini bisa membuat anak jadi malas makan lagi karena sudah terlanjur merasa kenyang. 

Jika dibiarkan, anak bisa kekurangan asupan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya. Dengan begitu, anak jadi lebih mudah merasa sakit. Sebagai contoh, saat anak kekurangan zat besi, bisa saja anak mengalami anemia defisiensi besi.

Apabila anak sering sakit, absen anak di sekolah akan lebih banyak dan bisa berpengaruh pada prestasi akademik anak. Maka itu, pilihan jajanan anak yang sehat adalah hal penting yang harus Anda perhatikan untuk proses tumbuh kembangnya. 

Cara mengajarkan anak memilih jajanan sekolah yang aman

Bagi orangtua, melarang anak untuk tidak membeli jajanan sama sekali mungkin bukan hal yang mudah. Apalagi jika teman-teman anak Anda terbiasa jajan di luar. Oleh karena itu, hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anak jajan sembarangan adalah mengajarkan kepada anak untuk menghindari jajanan yang berbahaya.

Bagaimana caranya? Beri pengertian kepada anak mengapa memilih jajanan yang sehat itu penting. Menurut BPOM, pangan jajanan yang sesuai adalah yang aman, bermutu, dan bergizi. Beberapa tips berikut bisa Anda sampaikan pada anak untuk memilih pangan jajanan yang sehat saat di sekolah.

1. Pilih jajanan yang bersih

Seperti apa jajanan atau snack yang sehat untuk anak sekolah? Jajanan yang sehat adalah yang bersih dan sudah dimasak. Anda bisa mengajarkan anak untuk memilih jajanan yang bersih dengan memperhatikan kebersihan tempat jualan dan juga pedagangnya.

Perhatikan segala hal yang berhubungan dengan kebersihan, mulai dari sumber air untuk mencuci, cara penyimpanan makanan, cara penyajian makanan, tempat untuk menyajikan makanan, dan sebagainya.

2. Lihat warna, rasa, dan aroma makanan

Beri tahu anak bahwa sebaiknya ia tidak memilih makanan atau minuman yang berwarna mencolok, memiliki rasa yang terlalu asin, manis, atau asam, dan atau mempunyai aroma yang tidak enak, seperti bau tengik atau bau asam.

Selain itu, batasi anak untuk mengonsumsi minuman ringan atau minuman dengan penambah rasa. Hal ini terutama bagi anak yang kelebihan berat badan atau obesitas. Sebagai orangtua, Anda sebaiknya batasi asupan gula, garam, dan lemak anak dalam sehari, seperti yang ditemukan dalam makanan cepat saji (fast food).

3. Baca label makanan

Jika anak membeli makanan dalam kemasan, ajarkan ia untuk selalu membaca label makanan pada kemasan makanan tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah nama jenis produk, tanggal kedaluwarsa, komposisi, dan informasi nilai gizi (jika ada).

Ini termasuk salah satu hal yang penting dalam memilih jajanan sehat untuk anak sekolah. Pasalnya, jika tidak dibiasakan, anak mungkin akan langsung saja memakan makanan dalam kemasan. Padahal, bisa saja makanan tersebut sudah kedaluwarsa, dan hal ini bisa menyebabkan anak sakit.

4. Perhatikan kebersihan sebelum dan saat makan

Selain kebersihan makanan yang dibeli dan kebersihan pedagang, anak tentu juga harus memerhatikan kebersihan dirinya sendiri. Sebagai contoh, untuk mengonsumsi jajanan, cara yang sehat adalah anak harus membiasakan diri mencuci tangannya terlebih dahulu.

Tangan anak bisa menjadi sumber kuman, apalagi jika anak sering menyentuh apa saja menggunakan tangan telanjang dan kemudian memakai tangannya untuk makan. Padahal, di situlah sumber bakteri yang dapat menyebabkan penyakit, seperti diare.

Sekolah biasanya sudah menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudutnya. Oleh karenanya, sebagai orangtua, penting juga untuk menanamkan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak. Dengan begitu, anak akan terbiasa menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan.

Apa saja risiko dari jajanan anak sekolah yang tidak sehat?

Laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2015 menunjukkan, bahwa sebanyak 9,37% dari 416 sampel jajanan sekolah di DKI Jakarta tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Dari hasil penelusuran BPOM terhadap jajanan di sekolah-sekolah di DKI Jakarta menemukan bahwa jajanan sekolah tersebut mengandung formalin, boraks, serta pewarna Rhodamin B dan Methanyl Yellow (pewarna tekstil).

Dilansir dari Laporan Tahunan dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha tahun 2018, masih banyak jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat sehat. Sebagai contoh, mutu dan kualitas mikrobiologi yang rendah pada produk es, minuman berwarna dan sirup, jelly/agar dan bakso. Belum lagi bahan tambahan pangan seperti zat aditif yang berlebih pada jajanan anak sekolah.

Oleh sebab itu, jajanan yang dijual di area sekolah, khususnya yang tidak dikelola oleh pihak sekolah bisa dikatakan belum bisa dipastikan telah memenuhi syarat sehat. Pangan jajanan untuk anak sekolah yang tidak aman bisa menyebabkan anak sakit.

Anak bisa mengalami kondisi seperti pusing dan mual, mual-muntah, kram perut, kram otot, lumpuh otot, diare, cacat, bahkan mungkin bisa menyebabkan kematian bila kondisi anak sudah sangat serius. Jadi, sebagai orangtua, Anda tidak sepatutnya menganggap sepele mengenai jajanan yang dikonsumsi anak di sekolah. 

Seberapa parah dampak buruk yang bisa terjadi pada anak karena pangan jajanan yang tidak aman tergantung dari beberapa faktor. Seperti faktor banyaknya konsumsi, faktor penanggulangan, dan kondisi tubuh anak.

Bila semakin banyak konsumsi jajanan yang tidak aman, semakin lama penanggulangan diberikan. Sementara, semakin lemah kekebalan dan kondisi fisik anak, maka semakin serius dampak buruk yang bisa dialami anak. Perlu diketahui bahwa anak lebih rentan terhadap keracunan pangan dibandingkan orang dewasa.

Resep praktis membuat jajanan sehat untuk anak sekolah

Daripada terus-menerus khawatir terhadap pilihan jajanan anak di sekolah, lebih baik Anda menyiapkan jajanan sehat untuk anak dari rumah. Agar anak tertarik, Anda bisa menyiapkan bekal sehat dari rumah yang mirip dengan jajanan yang dijual untuk anak di sekolah. Namun, gunakan bahan-bahan yang aman dan juga sehat.

Berikut adalah beberapa resep jajanan anak sekolah sehat yang bisa Anda coba di rumah.

1. Sate telur gulung

Salah satu jajanan anak sekolah yang banyak dijual adalah sate telur gulung. Meski telur mengandung protein dan cenderung tidak bahaya jika dikonsumsi sebagai snack untuk anak, belum tentu telur gulung yang dijual di luar area sekolah itu sehat.

Pasalnya, pedagang biasanya berusaha menghemat minyak, sehingga ia akan menggoreng banyak sate telur tanpa mengganti minyak. Di samping itu, biasanya pedagang akan menggunakan saus tomat yang tidak bisa dijamin keamanannya. Daripada Anda khawatir, lebih baik Anda mencoba membuatkan jajanan sehat ini untuk anak agar bisa dibawa ke sekolah.

Untuk membuat jajanan anak sekolah yang satu ini, ada beberapa bahan yang perlu Anda siapkan:

  • Telur ayam
  • Bawang putih yang sudah dihaluskan
  • Garam
  • Lada bubuk
  • Minyak goreng
  • Tusuk sate

Cara membuat sate telur gulung ini sangat mudah. Pertama, kocok telur dan campurkan dengan garam, lada, dan bawang putih. Lalu, masukkan satu-dua sendok telur yang sudah dikocok ke penggorengan.

Tidak usah menunggu terlalu lama, setelah telur sudah terlihat matang, ambil menggunakan tusuk sate dengan cara digulung. Jajanan untuk anak yang sehat dan terjamin keamanannya pun siap disajikan. Anda bisa menggunakan saus tomat di rumah yang juga terjamin aman.

2. Pisang cokelat

Selain sate telur gulung, pisang berbalur cokelat ini juga merupakan jajanan yang disukai oleh anak-anak sekolah. Tidak sedikit pedagang yang berjualan pisang cokelat di luar area sekolah. Namun, banyak pedagang yang menggunakan minyak yang sama untuk menggoreng. Meski minyaknya sudah menghitam, pedagang masih belum menggantinya.

Daripada membiarkan anak mengonsumsi pisang cokelat dengan minyak penggorengan yang sudah tidak sehat lagi, lebih baik Anda buatkan sendiri pisang cokelat yang lebih sehat di rumah untuk anak. Jajanan anak yang satu ini juga tidak terlalu sulit. Anda hanya membutuhkan kulit lumpia, pisang yang telah dipotong-potong, serta saus cokelat.

Pertama-tama, oleskan saus cokelat ke pisang yang telah dipotong-potong. Lalu, bungkus dengan kulit lumpia dan masukkan ke penggorengan. Jika sudah matang, Anda bisa tiriskan minyaknya terlebih dahulu baru pindahkan ke piring. Jajanan ini siap untuk disantap anak atau dibawa ke sekolah.

3. Es buah

Daripada membiarkan anak Anda membeli minum-minuman dingin yang belum tentu sehat di luar area sekolah, Anda bisa menyiapkan es buah yang enak, segar, dan tentu saja sehat. Selain itu, caranya membuatnya juga mudah.

Pertama-tama, siapkan potongan buah-buahan yang disukai anak, misalnya semangka, melon, dan buah-buahan segar lainnya. Lalu, masukkan ke dalam sirup yang telah dicampur dengan susu sekaligus es batu yang Anda buat sendiri. Selain bersih dan aman, anak Anda pun akan menyukainya. Selamat mencoba!

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

    Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
    Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

    Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    protein susu soya
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

    Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

    Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    oleharaga untuk anak
    Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 30 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    perkembangan otak anak usia dini

    Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    vitamin untuk anak

    Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit
    antibodi bayi dari sang ibu

    Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
    kandungan asi

    Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit