Mengapa Anak Laki-laki Biasanya Lebih Dekat dengan Ibu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Saat baru lahir, semua anak memiliki kecenderungan lebih dekat dengan ibu karena kebutuhan hidupnya bergantung pada ibu. Semakin bertambahnya usia, hal ini bisa berubah. Stigma dalam masyarakat menganggap anak laki-laki lebih dekat dengan ibu, dan anak perempuan lebih dekat dengan ayah. Benarkah hal ini dan apa alasan yang mungkin mendasarinya?

Alasan ibu dan anak laki-laki lebih dekat

game atau permainan edukasi untuk anak sd

Beberapa alasan yang mungkin membuat anak laki-laki lebih dekat dengan ibu, antara lain:

1. Membuat anak merasa diperhatikan dan dimanja

Setiap anak memang akan mencari dukungan dan kenyamanan dari orangtua. Namun, setiap kali anak laki-laki menangis atau melakukan kesalahan, mereka akan memilih untuk lari dan mencari perlindungan ke ibu. Ini dikarenakan sosok ibu cenderung lebih menenangkan dan memanjakan bagi anak laki-laki, bukan menghakimi kesalahan anak.

Sementara itu, anak laki-laki cenderung takut atau segan mendekati sosok ayah. Hal ini mungkin terjadi karena  ekspektasi anak laki-laki harus kuat. Bahkan tak jarang seorang ayah memaksakan kehendak pada anak laki-laki. Padahal, terlepas dari jenis kelaminnya, sama-sama membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang sama.

2. Mendukung kecerdasan emosional anak laki-laki

Anak-anak yang lebih dekat dengan ibu memang sering dicap sebagai “anak mama” yang penuh dengan stigma manja. Namun, mereka justru memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik.

Anak-anak yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya cenderung tidak terlibat dalam geng di sekolah, penyalahgunaan narkoba, atau melakukan seks bebas di bawah umur. Jika terlibat dengan masalah dengan temannya, mereka tidak akan memilih berkelahi dengan kekerasan, tapi  memilih untuk berkomunikasi secara baik-baik.

Melansir Mom Junction, Dr. Pasco Fearon dari School of Psychology and Clinical Language SciencesUniversity of Reading, menyatakan bahwa justru anak laki-laki yang tidak memiliki kedekatan dengan seorang ibu cenderung memiliki masalah perilaku. Bahkan, masalah ini akan tetap muncul sekali pun anak telah beranjak dewasa.

Itulah sebabnya anak laki-laki yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya cenderung memiliki banyak teman di sekolah serta terhindar dari risiko depresi dan kecemasan. Pasalnya, mereka terlatih untuk mampu memahami perasaan orang lain, mudah untuk menjaga diri sendiri, dan lebih mudah mengendalikan emosinya.

Hingga dewasa nanti, anak laki-laki akan terbiasa untuk menghormati dan menghargai wanita karena hubungannya yang erat dengan sang ibu.

3. Membantu perkembangan psikologi anak

Kedekatan anak laki-laki dengan ibu, khususnya saat masih balita rupanya sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak. Pasalnya, kedekatan dengan ibu dapat membantu meningkatkan entusiasme dan ketekunan anak laki-laki dalam belajar hal baru.

Di samping itu, anak laki-laki yang dekat dengan ibu juga lebih mudah bersosialisasi, bekerjasama, dan bisa menahan egoisme yang dimilikinya. Tentu hal ini sangat membantu dalam perkembangan psikologi anak, karena anak menjadi teman yang baik bagi  teman-teman di sekolah.

Hal ini akan memberikan dampak positif pada kemampuan sosial anak seiring bertambahnya usia. Oleh sebab itu, kedekatan anak laki-laki dan ibu kandungnya memiliki peranan yang sangat penting dalam hal ini.

Lalu, apa saja alasan anak perempuan lebih dekat dengan ayah?

Jika kedekatan anak laki-laki dan ibu memiliki banyak peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan si anak, bagaimana dengan kedekatan anak perempuan dengan sang ayah? Apa saja alasannya?

1. Mencari sosok yang tegas agar merasa terlindungi

Jika anak laki-laki merasa lebih disayangi dan dilindungi oleh seorang ibu, sebaliknya anak perempuan merasa lebih aman dan nyaman saat bersama ayah. Hal ini bukan berarti seorang ibu tidak bisa melindungi anak perempuannya. Akan tetapi anak perempuan cenderung memiliki perasaan yang lebih tenang saat bersama sang ayah.

Hal ini menyebabkan anak perempuan mempelajari ketangguhan dan ketegasan dari sosok seorang ayah yang baik, dibandingkan seorang ibu. Di samping itu, hal kedekatan anak perempuan dengan sang ayah bisa juga timbul saat sang ibu lebih fokus kepada anak laki. Pasalnya, anak perempuan bisa saja cemburu pada kedekatan yang dimiliki ibu dan anak laki-laki.

Apalagi, jika anak laki tersebut adalah seorang adik. Tentu anak perempuan bisa merasa kasih sayang ibu telah terbagi. Hal ini membuat anak perempuan cenderung mencari sosok ayah yang mungkin memiliki lebih banyak waktu untuknya saat ibu sibuk merawat si adik.

2. Memperoleh respons yang diharapkan

Sosok ayah cenderung lebih merespons anak perempuan ketimbang anak laki. Di samping itu, kedekatan anak perempuan dengan sang ayah bisa membantu menghilangkan rasa kesepian yang dimilikinya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, rasa kesepian seorang anak perempuan bisa saja timbul saat ibu lebih fokus dan sibuk mengurus anak laki-laki.

Itulah sebabnya anak perempuan akan langsung berlari pada ayahnya saat memiliki keinginan tertentu. Contohnya saat anak perempuan minta dibelikan mainan. Ibu biasanya akan tegas menolak bila anak perempuannya merengek. Sedangkan ayah biasanya akan langsung menyetujui setiap keinginan anak perempuannya. Maka, tidak heran bila anak perempuan lebih bergantung pada ayahnya ketimbang ibunya.

Pentingnya peran ibu dan ayah dalam mendidik anak

Meski anak laki-laki cenderung lebih dekat dengan ibu dan anak perempuan dekat dengan ayah, tidak sepatutnya Anda sebagai orangtua membeda-bedakan anak. Anda tetap harus mendidik anak secara positif bersama pasangan terlepas dari apakah anak Anda laki atau perempuan.

Pasalnya, pola asuh orangtua yang buruk dapat memberikan pengaruh yang juga buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada anak laki-laki.

Jika anak laki-laki kurang mendapatkan perhatian dari orangtua, baik ibu maupun ayah, hal ini akan memengaruhi perubahan perilaku anak. Kurang mendapatkan kasih sayang dari ayah maupun ibu menyebabkan anak memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi sosok yang agresif dan cenderung suka memberontak.

Sebenarnya setiap anak sama-sama membutuhkan kasih sayang yang sama besarnya dari seorang ayah dan ibu. Satu hal yang perlu Anda ingat sebagai orangtua adalah karakter anak dan kepribadian anak berbeda-beda.

Anda mungkin perlu melakukan pendekatan yang berbeda pula kepada masing-masing anak demi menyesuaikan kebutuhan kasih sayang anak. Bahkan, sekali pun kakak beradik kandung, anak-anak Anda mungkin memiliki karakter yang sangat berbeda.

Hal ini seharusnya menjadi acuan orangtua untuk menentukan pola asuh dan pendekatan seperti apa yang sekiranya tepat untuk diterapkan kepada masing-masing anak. Anda mungkin juga bisa berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak jika Anda merasa anak Anda memiliki masalah perkembangan, khususnya dalam perkembangan psikologinya.

Dokter mungkin akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah yang mungkin Anda hadapi dalam pemilihan pola mengasuh anak. Bahkan, dokter juga bisa menentukan pola pengasuhan seperti apa yang baik dan sesuai dengan karakter anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit