Apa Benar Posisi Duduk “W” Pada Anak Itu Berbahaya? Ini Kata Para Ahli.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Coba perhatikan cara duduk si kecil ketika ia sedang bermain atau menonton televisi. Mungkin Anda akan menemukan ia duduk dengan posisi menyerupai huruf ‘W’. Bagi sebagian besar anak, posisi duduk seperti ini adalah posisi paling nyaman. Akan tetapi, saat ini banyak yang bilang kalau sebenarnya posisi duduk seperti itu justru berbahaya bagi si kecil. Apakah hal ini benar? Mengapa berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.

Posisi duduk ‘W’ tidak baik untuk pertumbuhan anak, apakah benar?

Sebuah survei menemukan bahwa empat dari enam anak-anak memiliki kebiasaan duduk dengan posisi huruf W. Kebanyakan, anak-anak memiliki kebiasaan ini ketika mereka berusia antara 4-6 tahun, meskipun bisa saja anak di bawah 4 tahun atau lebih tua dari 6 tahun melakukannya juga. Namun, kebiasaan ini lama kelamaan akan hilang ketika si kecil mencapai usia 8 tahun.

Sampai saat ini sebenarnya posisi duduk W masih pro dan kontra. Beberapa ahli menyatakan bahwa posisi duduk ‘W’ akan memberikan beban berlebih pada bagian panggul dan lutut anak, sehingga risiko menimbulkan cedera sendi. Apalagi, bagi anak yang memiliki gangguan kesehatan tulang kaki, posisi seperti ini akan memperparah kondisinya.

Namun, sebenarnya hingga saat ini belum ada penelitian atau bukti ilmiah yang menyatakan posisi seperti ini menimbulkan gangguan kesehatan pada anak-anak. Seorang dokter ahli tulang dari Boston Children’s Hospital yang diwawancarai Today.com menyatakan bahwa anak-anak sering melakukan posisi duduk seperti ini karena sebagian besar dari mereka terlahir dengan bentuk lutut yang mengarah ke dalam. Jadi, posisi duduk ini otomatis mereka lakukan untuk memperbaiki bentuk lututnya tersebut.

Bagi sebagian lainnya, posisi duduk seperti ini disukai anak-anak karena posisi tersebut lebih stabil dan membuat tubuhnya lebih fleksibel. Ia bisa memutar badannya, mengambil mainan yang ada di bagian belakang, atau menggapai barang yang ada di samping dan depannya.

Anda tak perlu khawatir jika si kecil duduk dengan posisi huruf W

Lagipula, ketika anak duduk dengan posisi tersebut, itu berarti si kecil tidak merasakan rasa sakit pada bagian lutut atau panggulnya. Saat posisi itu membuat sendi kaki cedera, maka pasti anak tidak akan melakukannya.

Namun, bila memang si kecil memiliki kondisi khusus, seperti bagian tubuh bawahnya – panggul dan kaki – yang lemah atau bentuk kaki yang tak normal, maka sebaiknya hindari duduk dengan posisi huruf W seperti itu. Anak dengan kelainan otot serta displasia panggul (persendian pangkal paha yang tak normal), juga tidak boleh melakukan kebiasaan ini.

Untuk tahu lebih lanjut apakah si kecil punya kondisi tersebut atau tidak, sebaiknya periksakan ia ke dokter dan konsultasikan hal ini pada dokter anak Anda.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Memperbaiki Postur Tubuh, Ini 6 Manfaat Duduk Tegak Bagi Kesehatan

Sebuah terobosan baru dari The University of Auckland menyimpulkan bahwa duduk tegak memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 2 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Penting bagi Ibu mengetahui perbedaan sukrosa dan laktosa, serta pemberiannya yang terbaik untuk susu si Kecil. Ini perbedaannya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk anak balita. Berikut penjelasan lengkap seputar berat badan anak balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

postur tubuh yang baik

Manfaat dan Cara Mempraktikan Postur Tubuh yang Baik untuk Tulang Belakang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit