Mengajarkan Sopan Santun di Meja Makan Pada Anak Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perilaku yang baik adalah hal yang penting untuk ditunjukkan kepada anak. Ini akan mengajarkan anak Anda bagaimana bertindak di kehidupan sosial. Dengan memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik, anak Anda akan mengerti perilaku apa yang secara sosial dapat diterima, dan itu akan memberinya keterampilan untuk bergaul dengan orang lain dan yang terpenting, disukai baik oleh teman sebaya maupun orang dewasa.

Sikap santun di meja makan

Sangat menyedihkan, tapi belakangan ini anak-anak bisa tumbuh tanpa belajar sikap santun di meja makan, karena mereka tidak makan di meja! Mereka mungkin tidak pernah duduk dan makan sebagai sebuah keluarga, mereka mungkin hanya makan makanan kecil dengan jari-jari mereka, atau memang tidak pernah ada ekspektasi untuk duduk saat makan. Dengan tidak memahami aturan dasar sopan santun di meja makan, anak Anda akan menjadi jauh kurang beruntung karena mereka tidak akan memiliki keterampilan untuk makan secara pantas dengan orang lain.

Sebagai sebuah keluarga, hal ini juga dapat membatasi gaya hidup Anda dan pengalaman Anda dengan makanan. Jika anak-anak Anda berperilaku buruk, teman Anda mungkin tidak akan terlalu sering datang membawa keluarga mereka untuk makan malam, dan akan menjadi benar-benar sulit bagi Anda untuk membawa si kecil makan di luar.

Tips untuk membantu ajarkan anak Anda table manners yang baik

Memperkenalkan tata cara makan yang baik tidak perlu menjadi hal yang sulit. Di bawah ini adalah beberapa ide dan tips untuk membantu Anda mengajarkan anak Anda sikap di meja makan dengan baik:

  1. Contohkan perilaku yang baik. Ingat, tindakan Anda “berbicara” lebih keras daripada kata-kata. Jelaskan dan secara konsisten tunjukkan tata cara makan yang baik seperti:
    • Makan dengan mulut tertutup
    • Tidak membuat suara mengunyah yang keras
    • Tidak meludahi makanan
    • Tidak memulai makan sampai semua orang duduk dan mendapatkan makanan mereka’
    • Mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih
    • Mengatakan permisi jika mereka ingin mengganggu atau mengajukan pertanyaan
    • Tidak terlalu banyak makanan di mulut pada satu waktu
    • Meminta makanan untuk dioper sampai mencapai makanan melintasi orang lain
    • Meminta izin ketika beranjak dari meja
  2. Makan di meja. Tepat semenjak Anda memperkenalkan makanan padat, libatkan bayi Anda pada waktu makan dan pastikan mereka duduk. Makanlah bersama sebagai sebuah keluarga setiap kali Anda bisa dan secara konsisten tekankan pentingnya duduk di meja setiap kali makan atau minum.

Hal ini dapat menantang terutama bagi balita dan anak-anak kecil, karena mereka mungkin tidak mentolerir untuk duduk pada sepanjang waktu makan – tapi setidaknya mendorong mereka untuk memakan apa yang mereka suka dengan duduk, dan izinkan mereka untuk meninggalkan meja ketika mereka sudah selesai.

Libatkan anak Anda. Ajari anak Anda untuk mengatur meja, biarkan mereka berlatih menempatkan peralatan makan: garpu di sebelah kiri dan pisau/sendok di sebelah kanan. Tunjukkan pada anak Anda bagaimana cara menggunakan pisau/garpu atau sumpit dan dorong mereka untuk menggunakannya. Ajarkan mereka bagaimana untuk menempatkan pisau dan garpu mereka bersama-sama di piring ketika mereka sudah selesai. Anak-anak yang lebih tua bisa bertanggung jawab untuk mengambil piring kotor mereka, setelah makan malam dan menempatkannya ke dalam mesin cuci piring atau mencucinya sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit