Anak Sulit Bersosialisasi? Dorong Kemampuannya Dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 November 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kemampuan bersosialisasi sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Dengan bersosialisasi, anak lebih mudah untuk mengembangkan karakternya. Namun, beberapa anak memang punya masalah yaitu sulit bersosialisasi. Penyebabnya macam-macam. Misalnya anak pendiam, pemalu, mudah marah, atau anak punya hobi mengatur teman-temannya yang lain. Lalu bagaimana cara mengajarkan anak bersosialisasi? Intip rahasianya di bawah ini, yuk. 

Pentingnya anak bersosialisasi

Bersosialisasi sejak dini akan membantu membentuk kepribadian anak. Hal ini akan berdampak pada kehidupan sosial anak selanjutnya. Anak lahir tanpa mengenal budaya apa pun. Orang dewasa di sekitarnyalah yang membantu membentuk kepribadian anak. Proses pengenalan dan pembelajaran budaya ini yang dinamakan sosialisasi. Sosialisasi juga merupakan salah satu tahap perkembangan anak. Dari sosialisasi, anak akan belajar bagaimana menggunakan bahasa yang baik, tingkah laku yang baik, dan berbagai hal lainnya.

Belajar sosialisasi sejak dini akan membangun keyakinan untuk melakukan sesuatu dan bersikap selektif. Saat anak bersosialisasi, ia akan belajar mengenai perbedaan yang ada di sekitarnya.

Usia dini adalah masa yang paling penting untuk melakukan sosialisasi. Pada usia dini, anak baru mulai belajar sesuatu dan memiliki keingintahuan yang cukup besar. Sebagai orang tua, membimbing anak untuk bersosialisasi sejak dini sangat penting. Jangan biarkan anak Anda menjadi pribadi yang tertutup dan tidak mau bergaul. Kenalkan beragam lingkungan pada anak Anda.

Tips mengajarkan anak untuk bersosialisasi

1. Ajak anak Anda untuk membantu di rumah

Biarkan anak Anda membantu Anda misalnya dalam membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ajak anak Anda untuk membersihkan kamarnya atau sekedar mengelap meja setelah makan. Anak-anak diajarkan kepedulian dan rasa tanggung jawab cenderung memiliki keterampilan sosial yang baik.

2. Jadi contoh yang baik buat anak Anda

Anak akan selalu mencontoh perilaku orangtuanya. Oleh karena itu, setiap orangtua harus bersikap sopan, hormat, dan peduli satu sama lain jika ingin anak-anak Anda bersikap seperti itu juga. Dengan melihat bagaimana sikap dan perilaku orangtuanya kepada orang lain, akan membuat anak lebih mudah untuk bersosialisasi dengan teman-temannya.

3. Tunjukkan kasih sayang pada anak Anda

Buatlah suasana atau hubungan antara orangtua dengan anak yang terbuka. Ajaklah anak Anda berkomunikasi tentang berbagai aktivitasnya sehari-hari. Luangkan sejenak waktu Anda untuk menjalin komunikasi dengan anak. Biarkan anak Anda mengeluarkan keluhannya.

Hal seperti ini akan membuat anak Anda berani untuk bertanya atau pun minta pendapat. Ini akan melatih anak Anda untuk berani berkomunikasi. 

4. Dorong anak Anda untuk beraktivitas dalam kelompok

Berikan anak Anda kesempatan untuk bergabung dalam salah satu tim olahraga, kegiatan Pramuka, atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat mendorong bakat mereka dalam komunitas. Anak akan sangat senang apabila mereka dapat menunjukkan bakat serta minatnya.

Salah satu penyebab kurang percaya dirinya seorang anak adalah karena anak tidak memiliki ruang untuk berekspresi. Hal ini juga tidak hanya akan membantu anak untuk mengasah bakatnya, tetapi juga dapat memberikan kesempatan pada anak untuk bergaul dengan teman-temannya serta orang di sekitarnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Pada usia 13 tahun, anak akan mengalami tahapan perkembangan baru yang meliputi fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak saat itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda. Orang tua perlu mengenali dan membantu mengembangkan bakat anak sejak dini. Bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Tips Parenting 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 6-9 Tahun

Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki anak sejak kecil yakni keterampilan sosial. Sudahkah Anda tahu tahap perkembangan sosial anak di usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 2 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
perkembangan anak usia 15 tahun

Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Perkembangan anak usia 14 tahun

Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 9 menit
pubertas atau masa puber

Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit