3 Tips Cerdas Memilih Susu Organik Terbaik Buat Anak

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Produk berlabel organik kini semakin diminati masyarakat karena dinilai lebih alami dan sehat. Tak hanya kaya nutrisi, susu organik juga menawarkan cita rasa yang menggugah selera si kecil. Namun, supaya anak mendapatkan manfaat yang optimal, pastikan Anda tidak membeli produk organik sembarangan. Simak panduan memilih susu organik untuk anak yang aman dan tepat dalam ulasan berikut. 

Cara memilih susu organik untuk anak 

Saat ini, ada banyak sekali produk susu yang berlabel organik. Hal ini tentu akan membuat Anda bingung untuk menentukan mana yang paling tepat. Nah, supaya tidak salah pilih, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum beli susu organik untuk anak. 

1. Pilih produk susu organik yang sudah tersertifikasi

susu UHT adalah

Kadang membaca label organik pada kemasan saja tidak cukup untuk memastikan bahwa produk yang Anda beli benar alami. Sebab, banyak produsen makanan atau minuman yang asal mengklaim bahwa produk yang mereka jual adalah organik. Padahal, tak menutup kemungkinan bila dalam proses pembuatannya produk tersebut masih menggunakan berbagai bahan kimia tambahan. 

Maka itu, pastikan Anda memilih produk susu yang berasal dari produsen pangan organik yang memiliki sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). Sertifikasi ini berguna untuk menjamin bahwa prosedur perawatan ternak dan pemerahan susu organik selalu dipantau dan distandarisasi secara ketat. Alhasil, produk pangan organik yang tersertifikasi terjamin aman dan sehat. 

2. Cek kandungan nutrisi di dalamnya

susu untuk anak

Sebelum membeli susu organik untuk si kecil, penting juga untuk memerhatikan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Pilihlah susu organik yang mengandung nutrisi yang seimbang untuk si kecil. Beberapa kandungan nutrisi susu organik yang memberikan manfaat baik untuk buah hati Anda di antaranya:

Secara umum, susu organik mengandung lebih banyak nutrisi baik dibanding susu biasa. Hal ini karena sapi perah yang menghasilkan susu ini diberi makan dengan rumput segar yang bebas dari pupuk kimia dan pestisida. Sapi perah pun tidak disuntik hormon pertumbuhan dan tidak diberikan antibiotik. 

Cara ini dilakukan supaya susu yang dihasilkan nantinya tidak mengandung residu dari bahan kimiawi. Pasalnya, residu bahan kimia dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang. 

Jadi, Anda tak perlu ragu memberi susu organik untuk anak. Pasalnya, susu organik bebas bahan kimia dan lebih alami. 

3. Cek tanggal produksi dan kedaluwarsanya

susu organik dan susu sapi biasa anak minum

Selain kandungan gizi, hal lain yang perlu Anda perhatikan saat beli produk susu organik untuk anak adalah tanggal kedaluwarsanya. Tanggal kedaluwarsa merupakan batas aman suatu produk makanan atau minuman untuk dikonsumsi.

Bila lewat dari tanggal kedaluwarsa, maka kualitas minuman atau makanan yang Anda beli biasanya akan menurun. Bahkan bisa jadi makanan dan minuman tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Terdapat beberapa istilah yang menunjukkan tanggal kedaluwarsa pada setiap produk susu.

Tanggal “sell by” artinya adalah tanggal terakhir produk berada pada tingkat kualitas yang paling baik. Sementara tanggal “use by” atau “expiry date” artinya tanggal tersebut adalah tanggal terakhir sebaiknya produk digunakan. Setelah lewat dari tanggal tersebut, kualitas rasa dan tekstur produk biasanya akan menurun. 

Pastikan juga bahwa kemasan produk susu yang Anda beli tidak rusak dan masih tersegel sempurna. Kemasan yang sudah rusak dapat memengaruhi kualitas susu organik yang akan diminum anak. 

Aturan minum susu organik untuk anak

Pada dasarnya aturan minum susu sapi organik untuk anak sama dengan minum susu sapi biasa. Sebelum minum susu jenis ini, pastikan anak Anda telah berusia di atas 1 tahun dan tidak mengalami intoleransi laktosa.

Pastikan juga anak Anda minum susu ini sesuai kebutuhannya. Bila si kecil berusia 2-3 tahun, Anda cukup memberikan susu organik maksimal 2 gelas per hari. Sementara bila anak Anda berusia 4-8 tahun, maka ia dapat minum susu organik maksimal 2,5 gelas per hari. Menurut Dietary Guidelines for Americans anak hanya dianjurkan minum susu atau produk olahan susu lainnya maksimal 2-3 gelas per hari. 

Jangan lupa, penuhi juga asupan nutrisi anak dari bahan makanan utama seperti karbohidrat, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayuran. Dengan begitu, si kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.

Daftar Pantangan Makanan untuk Penderita Stroke

Penting bagi Anda untuk mematuhi berbagai pantangan makanan penderita stroke agar penyakit ini tidak kambuh lagi. Yuk, simak daftarnya di sini!

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
pantangan makanan untuk penderita stroke

Alasan Rasa Susu Sapi Organik Lebih Manis dan Khas

Selain lebih alami, susu sapi organik juga punya citra rasa yang lebih khas dibanding susu sapi biasa, lho! Bagaimana rasanya? Yuk, cari tahu di sini.

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
rasa susu organik lebih manis

3 Tips Cerdas Memilih Susu Organik Terbaik Buat Anak

Susu organik aman dan sehat untuk anak. Namun, supaya anak mendapatkan manfaat yang optimal, pastikan Anda tidak membeli produk organik sembarangan.

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
memilih susu organik untuk anak

Yang juga perlu Anda baca

5 Kelebihan Susu Almond Dibanding Susu Lainnya

Anda ingin mengkonsumsi susu almond sebagai pengganti susu lainnya? Keputusan yang tepat! Ini dia beberapa kelebihan susu almond dibandingkan susu lainnya...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Fakta Gizi 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Minum Susu, Lebih Baik Sebelum Atau Sesudah Makan?

Kebanyakan orang lebih memilih minum susu di pagi hari atau sebelum tidur. Lalu kapan waktu terbaik minum susu siang-siang: sebelum atau setelah makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Makan Sehat, Nutrisi 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mana yang Lebih Sehat, Minum Susu Kambing Atau Susu Sapi?

Baik susu kambing dan susu sapi diyakini sama-sama memiliki banyak manfaat kesehatan. Lantas, mana yang lebih baik: susu sapi atau susu kambing?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Banyak orang minum susu untuk sarapan karena praktis dan mudah disiapkan. Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar sehat ?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Fakta Gizi, Nutrisi 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum susu saat pilek

Benarkah Tidak Boleh Minum Susu Saat Pilek Atau Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
susu sapi vs susu kedelai

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
minum susu basi

Bahayakah Kalau Minum Susu Basi? Apa yang Harus Dilakukan Setelahnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
susu penambah berat badan

Apakah Susu Penambah Berat Badan Betulan Ampuh Bikin Berisi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit