4 Manfaat Laktosa untuk Tumbuh Kembang si Kecil dan Pemberiannya

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat membeli susu, Ibu pasti sering mendengar atau melihat istilah laktosa dan sukrosa. Memang keduanya merupakan gula yang paling banyak ditemukan di susu pertumbuhan si Kecil. Dibandingkan dengan sukrosa, ternyata laktosa memiliki lebih banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil.

Laktosa, kandungan yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil

Berdasarkan kajian dari World Gastroenterology Organization, laktosa merupakan gula alami yang dapat ditemukan pada produk susu, baik Air Susu Ibu (ASI) maupun susu sapi.

Bedanya, laktosa pada ASI jumlahnya lebih tinggi yaitu 7,2% dibandingkan dengan susu sapi sebesar 4,7%. Meski berbeda, kandungan laktosa pada keduanya sama-sama dapat memenuhi kebutuhan energi si Kecil.

Laktosa akan dipecah oleh enzim laktase yang ada pada usus halus menjadi glukosa dan galaktosa. Biasanya, Ibu dapat menemukan glukosa pada beberapa jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak.

Di sisi lain, galaktosa bisa didapatkan dari laktosa. Namun, menurut penelitian terbaru, galaktosa ternyata juga bisa didapatkan dari kacang-kacangan serta beberapa jenis buah dan sayur

Galaktosa berfungsi untuk mendukung perkembangan saraf otak si Kecil. Tentu saja kandungan ini penting, dan sebaiknya Ibu berikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Apa manfaat laktosa untuk tumbuh kembang si Kecil?

potret anak menikmati makanan sehat dan minum susu, seperti bebas sukrosa atau rendah laktosa

Selain memenuhi kebutuhan energi harian si Kecil, Ibu perlu tahu manfaat laktosa yang lain. Beberapa di antaranya meliputi:

Menguatkan tulang dan gigi

Laktosa dapat membantu kalsium lebih mudah terserap oleh tubuh si Kecil. Ini berarti tulang si Kecil akan bertumbuh lebih kuat. Tak hanya kalsium, laktosa juga dapat membantu penyerapan mineral seperti zinc dan zat tembaga pada tubuh si Kecil lebih cepat.

Selain itu, laktosa memiliki efek karies gigi yang lebih rendah dibandingkan sukrosa. Jadi, Ibu tak perlu khawatir akan adanya risiko kerusakan gigi pada si Kecil.

Menjaga kesehatan usus

Umumnya, laktosa akan dicerna di usus halus. Namun, kandungan laktosa yang tidak dicerna di usus halus akan digunakan oleh mikrobiota atau bakteri baik dalam usus sebagai prebiotik (nutrien untuk merangsang pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan tubuh)3.

Singkatnya, laktosa diyakini mampu merawat mikrobiota atau bakteri baik pada usus. Bahkan, laktosa mungkin saja bisa meningkatkan bakteri baik pada usus. Pertumbuhan bakteri baik inilah yang akan membuat usus si Kecil sehat sehingga dapat mendukung imunitasnya agar tidak mudah sakit.

Sumber galaktosa si nutrisi otak

Galaktosa merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan si Kecil untuk pembentukan sel saraf otaknya. Galaktosa telah terbukti dapat mengurangi risiko gangguan yang mempengaruhi penurunan fungsi otak seperti Alzheimer dan sindrom nefrotik.

Mencegah risiko obesitas

Jika dibandingkan dengan sukrosa, laktosa memiliki kandungan gula yang lebih sedikit (1:5 sukrosa) dan tidak mempengaruhi metabolisme anak. Hasilnya, penambahan berat badan anak pun hanya sedikit. Hal ini dapat membantu mencegah risiko obesitas pada anak.

Tak hanya itu, laktosa memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah. Mengutip dari National Health Services, indeks glikemik merupakan penilaian pada makanan yang mengandung karbohidrat. 

Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat diproses menjadi glukosa dalam tubuh. Yang artinya, semakin tinggi nilai IG suatu makanan, karbohidrat dalam makanan tersebut akan semakin cepat diproses menjadi glukosa. Glukosa berlebih mungkin akan menyebabkan hiperglikemia pada anak.

Apa saja sumber nutrisi yang mengandung laktosa?

gejala intoleransi laktosa

Setelah mengetahui manfaatnya, Ibu mungkin tertarik memberikan laktosa pada si Kecil untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Laktosa umumnya dapat ditemukan pada produk susu seperti yoghurt dan keju. Namun, laktosa juga ada yang terkandung dalam produk makanan seperti roti, sereal dan makanan beku atau kaleng.

Untuk itu, Ibu dapat memeriksa nama-nama bahan pada label makanan terlebih dahulu untuk menemukan kemungkinan adanya sumber laktosa pada makanan yang ingin Ibu berikan pada si Kecil. Berikut adalah beberapa bahan yang mengandung sumber laktosa:

  • Susu
  • Laktosa
  • Whey (air dadih)
  • Curds (dadih)
  • Susu bubuk

Bagi si Kecil yang berusia satu sampai lima tahun direkomendasikan untuk mendapatkan laktosa dari susu pertumbuhan. Pastikan sebelum memilih susu pertumbuhan untuk si Kecil, Ibu juga memperhatikan kandungan sukrosanya. 

Sukrosa biasa ditemukan pada buah-buahan dan sayuran. Namun, pada produk makanan atau minuman, sukrosa biasanya diperoleh dari ekstraksi tebu atau bit gula (sugar beet), dan umumnya dikenal sebagai gula pasir.

Oleh karena itu, sebaiknya Ibu memilih susu pertumbuhan yang lebih banyak mengandung laktosa dibandingkan sukrosa. Hal ini dikarenakan sukrosa kurang baik dikonsumsi si Kecil akibat kandungan gulanya yang tinggi.

Jika si Kecil menunjukkan gejala Intoleransi Laktosa, seperti mual; sakit perut; kembung dan diare; setelah meminum susu yang mengandung laktosa, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan ragu pula untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tentang Sukrosa dan Laktosa serta efek keduanya pada tumbuh kembang anak agar Ibu dapat membantu menjaga pola makan dan jenis asupan anak tetap sehat.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Tumbuh kembang anak selama pandemi COVID-19 harus tetap terkontrol meski pelayanan kesehatan anak banyak terganggu. Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Susu soya dapat menjadi sumber nutrisi anak. Namun, tetap teliti sebelum memilih susu soya untuk anak dan lakukan tips berikut ini.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 3 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Aktivitas Fisik untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 1-3 Tahun

Buat waktu bersama si Kecil jadi semakin berkesan dengan aktivitas anak dan orang tua berikut ini yang juga membantu pertumbuhan dan perkembangannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
aktivitas anak di rumah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 15 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Anda Mengalami Intoleransi Laktosa

Sakit perut yang sering muncul sehabis Anda minum susu atau makan eskrim adalah tanda intoleransi laktosa. Apa, sih, penyebab intoleransi laktosa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 13 November 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

indikator tumbuh kembang anak

Indikator Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Orangtua Ketahui!

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak

Faktor-faktor Penting untuk Dukung Anak Tumbuh di Kancah Global

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
stres pada anak

Kenali Gejala Stres pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 November 2020 . Waktu baca 11 menit
anak stunting

Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit