Yuk, Buat Sendiri 3 Mainan Ini Agar Anak Makin Betah Bermain di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain. Itulah sebabnya mereka sangat menyukai mainan mulai dari mobil-mobilan, boneka, puzzle, atau bola yang bisa mudah Anda temukan di toko mainan. Namun ketika si kecil kelihatan sudah mulai bosan dengan koleksinya, kenapa tidak coba buat sendiri sesuatu yang baru? Psstt… Selain pastinya lebih murah, mainan buatan Anda sendiri (DIY atau do it yourself) juga sekaligus membantu mengasah kreativitas anak.

Pilihan mainan anak yang mudah dan murah dibuat

Tunggu apalagi, yuk buat mainan-mainan berikut ini agar si kecil tidak bosan main di rumah!

1. Plastisin tepung

Sumber: DIY Network

Siapa bilang tepung hanya bisa digunakan untuk membuat kue? Anda bisa modifikasi sisa tepung terigu di dapur untuk membuat “plastisin” yang jauh lebih aman daripada plastisin lilin (clay/play dough). Si kecil bisa membentuk plastisin tepung menjadi berbagai bentuk, misalnya bintang, bulan, mobil, bunga dan lain-lain.

Selain mengasah kemampuan berpikir dan imajinasi anak, permainan ini juga melatih keterampilan motorik anak untuk menggengam, memilin, atau menekan benda. Hebatnya lagi, plastisin ini juga sama awetnya seperti plastisin mainan pada umumnya.

Nah, membuat permainan ini cukup mudah, kok. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa bahan, seperti:

  • 1 gelas tepung
  • 1 gelas air
  • 2 sendok teh krim tartar
  • 1/3 cangkir garam
  • 1 sendok sayur minyak canola
  • Pewarna makanan

Dalam sebuah baskom atau mangkuk plastik, campurkan air, tepung, dan minyak. Kemudian aduk rata sampai adonan halus, tidak ada yang menggumpal atau bergerinjil. Sisihkan sebentar, dan panaskan panci di atas kompor. Masukkan adonan plastisin tersebut ke dalam panci, aduk terus selama 2-3 menit dan matikan api.

Setelah adonan agak dingin, teteskan pewarna secukupnya dan adon terus sampai warnanya merata. Angkat adonan tepung dan dinginkan. Plastisin siap dimainkan si kecil bersama Anda dan teman-temannya.

2. Keranjang bola dari botol plastik

Botol minum plastik di rumah terbuang sia-sia? Yah, sayang sekali. Padahal bekas botol ini bisa dijadikan mainan anak yang menyenangkan, yaitu keranjang bola. Permainan ini sangat efektif untuk buah hati Anda yang suka lempar bola.

Bila Anda cemas lemparan bola anak akan mengenai perabotan rumah, menyediakan kerajang bola bisa jadi solusinya. Cara membuatnya cukup mudah kok, Anda perlu menyiapkan bahan-bahan seperti berikut ini:

  • 1 botol plastik ukuran 1,5 liter
  • 5 buah bola plastik seukuran genggaman tangan
  • Selotip
  • Keranjang kecil
  • Gunting
  • Spidol

Jika bahan-bahan sudah terkumpul, ukur tinggi pinggang anak di dekat dinding. Kemudian, tandai dengan spidol. Potong botol plastik dan ambil bagian tengahnya saja. Kemudian, tempelkan selotip panjang di sisi dalam botol.

Setelah itu, tempelkan botol plastik yang sudah di selotip pada dinding. Anda sudah membayangkan bahwa potongan botol plastik akan menjadi keranjang bola, kan? Setelah itu, letakkan keranjang kecil atau ember di bawahnya untuk menampung bola yang melewati botol. Permainan keranjang bola sudah selesai dan siap dimainkan.

Jangan lupa ajarkan anak untuk melempar bola masuk ke dalam keranjang botol. Supaya lebih menarik, sambil melempar bola ajari anak untuk menghitung poin berapa banyak bola yang masuk.

Selain melatih ketangkasan anak dalam melempar bola, ia juga bisa belajar konsentrasi dan menghitung.

3. Gelembung pelangi

Main gelembung di halaman pasti menyenangkan, bukan? Gelembung yang akan Anda buat bukan gelembung sabun biasa, yaitu gelembung pelangi. Bahan-bahan yang dibutuhkan pasti tersedia di rumah Anda, seperti:

  • Botol plastik bekas
  • Kaus kakai
  • Karet
  • Sabun cair
  • Pewarna makanan warna-warni
  • Gunting

Pertama, potong ujung botol plastik lalu tutup ujung botol yang terbuka dengan kaus kaki dan ikat pakai karet. Kemudian, teteskan pewarna di atas kaus kaki mengikuti tepi botol. Siapkan wadah dan masukkan sabun cair ke dalamnya. Tempelkan botol yang ditutupi kaus kaki ke dalam wadah berisi sabun. Gelembung siap dibuat dengan ditiup.

Sisa sabun di dalam wadah bisa Anda campurkan air untuk membuat gelembung sabun biasa. Mainan anak yang cukup seru, bukan? Selain bermain, anak bisa mempelajari berbagai warna. Pastikan Anda mengajarkan anak untuk meniup bagian botol, bukan menghirupnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
memberikan hadiah ke anak

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit