Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Seberapa penting kebutuhan cairan pada tubuh manusia? Sangat penting. Pasalnya, 50 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga bila kekurangan cadangan air bisa membuat tubuh dehidrasi dan mengalami berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini juga berlaku pada anak balita usia 2-5 tahun. Berikut penjelasan seputar kebutuhan cairan anak balita yang perlu diperhatikan orangtua.

Mengapa cairan menjadi kebutuhan penting untuk anak balita?

Mengingat air merupakan kandungan paling banyak pada tubuh manusia, tentu perannya tidak sembarangan. Berikut fungsi cairan dalam kebutuhan tubuh anak balita sampai orang dewasa:

  • Membantu tubuh membuang kotoran (terutama dari urine)
  • Menjaga suhu tubuh tetap sehat, lewat keringat dan pernapasan ketika suhu sedang naik
  • Bahan utama air liur
  • Menjaga sendi tetap terlumasi
  • Mengangkut protein dan karbohidrat dari makanan untuk memberi energi pada tubuh
  • Mengatur berat badan anak
  • Membuat anak lebih fokus

Kebutuhan cairan anak balita tidak hanya didapat dari air, tetapi juga makanan yang mengandung kadar air tinggi, seperti buah dan sayur

Ketika tubuh tidak memiliki cukup air atau dehidrasi, hal ini bisa membuat tubuh lemas dan tidak bersemangat untuk berkegiatan.

Dalam kasus paling parah, dehidrasi bisa membuat balita mudah sakit. Air putih bisa melawan dehidrasi, menyegarkan tubuh, dan tidak mengandung kalori. 

Dehidrasi pada anak balita bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti diare, sakit perut, atau kehilangan nafsu makan.

Pada kondisi ini, orangtua atau pengasuh harus melihat tanda dehidrasi pada anak karena biasanya ia tidak memahami gejala awal dehidrasi. Berikut tanda dehidrasi pada anak:

  • Jarang buang air kecil
  • Popok kering tanpa buang air kecil selama 3 jam
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Bibir pecah-pecah
  • Mulut kering
  • Lesu
  • Mudah mengantuk
  • Detak jantung dan bernapas cepat
  • Lendir kering dan lengket di lidah atau lapisan mulut

Bila si kecil mengalami hal di atas, segera hubungi dokter untuk konsultasi. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan perawatan di rumah dengan memberi anak balita Anda nutrisi kaya cairan untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita usia 2-5 tahun?

Mengutip dari laman Kids health, jumlah kebutuhan cairan pada balita tergantung pada usia, ukuran tubuh anak, kesehatan, tingkat aktivitas, sampai cuaca (suhu udara dan tingkat kelembapan).

Biasanya, anak balita akan lebih banyak minum ketika ia sedang bergerak aktif, seperti berolahraga atau bermain permainan fisik. 

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan cairan balita usai 2-5 tahun yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1200 ml 
  • Balita usia 4-6 tahun: 1500 ml

Angka kebutuhan cairan anak balita di atas tidak harus dari air putih atau air mineral, tetapi bisa dari susu UHT atau formula yang dikonsumsi sehari-hari.

Anda bisa memberikan air putih saat bangun pagi, setelah makan, atau saat selesai berolahraga.

Setelah berolahraga atau berkegiatan aktif anak membutuhkan cairan untuk mengisi kembali cairan yang hilang lewat keringat. Susu bisa diberikan sebagai selingan atau ketika si kecil akan pergi tidur. 

Anak balita usia 2-5 tahun sedang sangat aktif dan membutuhkan banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Balita cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi karena sering mengabaikan rasa haus ketika asyik bermain. 

Makanan dan minuman sehat untuk memenuhi kebutuhan cairan anak balita

Untuk mengatasi dehidrasi, Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan anak balita. Selain air putih, ada beberapa makanan kaya nutrisi dan air yang bisa dikonsumsi oleh si kecil agar kebutuhan cairannya tetap terpenuhi, berikut daftarnya:

Semangka

Buah berdaging merah ini memiliki kandungan air sebanyak 92 persen dan bisa membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Mengingat kandungan airnya sangat tinggi, semangka memiliki kepadatan kalori yang rendah. 

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram semangka mengandung 92 ml air, 28 kal energi, dan 6,9 gr karbohidrat. Selain itu, semangka kaya antioksidan kuat, termasuk likopen. 

Likopen merupakan senyawa yang mampu mengurangi kerusakan oksidatif pada sel. Ini dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes.

Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan anak balita usia 2-5 tahun dengan menjadikan semangka sebagai camilan. Anda bisa menjadikannya buah potong atau dicampur mayones dengan buah lain menjadi salad. 

Stroberi

Setelah semangka, buah yang memiliki kandungan air tinggi adalah stroberi. Sekitar 91 persen dari stroberi adalah air. Oleh karena itu, stroberi bisa menjadi sumber cairan tambahan untuk si kecil melalui makanan.

Tidak hanya kadar airnya yang tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan cairan anak balita, stroberi juga mengandung serat, antioksidan, vitamin, dan mineral. 

Anda bisa memberikan si kecil stroberi utuh yang bisa mengurangi risiko peradangan di dalam tubuh. Untuk orang dewasa dan lansia, stroberi juga bisa membantu melindungi dari alzheimer dan berbagai jenis kanker, berdasarkan riset dari Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Jeruk

Selain kaya vitamin C, buah berdaging oranye ini juga mengandung air sebanyak 88 persen. Data Komposisi Pangan Indonesia menyebutkan bahwa dalam 100 gram jeruk mengandung 87 ml air dan 46 kalori energi. Vitamin C dan kalium di dalam jeruk berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Mengutip dari buku berjudul Flavonoids Health Benefits and Their Molecular Mechanism, jeruk juga kaya antioksidan penangkal penyakit yang bisa mencegah kerusakan sel dengan mengurangi peradangan. 

Air dan serat di dalam jeruk membuat perut lebih cepat kenyang dan membantu nafsu makan anak balita lebih terkendali. Tubuh yang terhidrasi dengan baik juga menjadi faktor penting untuk melancarkan buang air kecil pada balita. 

Air kelapa

Bila si kecil tidak menyukai air putih, Anda bisa memberikan air kelapa sebagai pengganti agar ia tetap terhidrasi. Bukan hanya kadar airnya yang tinggi, air kelapa juga kaya elektrolit, termasuk kalium, natrium, dan klorida. 

Air kelapa sangat cocok diminum setelah selesai melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga atau berlari. Mengingat anak balita usia 2-5 tahun sedang sangat aktif, memberikan air kelapa bisa menggantikan cairan yang hilang dari tubuhnya. Tidak hanya menyegarkan, air kelapa juga sehat karena tidak ada gula tambahan. 

Ketimun

Pada 100 gram ketimun, mengandung 97,9 ml air yang sangat baik untuk kebutuhan cairan anak balita.

Tidak hanya air, ketimun juga terdiri dari vitamin K, kalium, dan magnesium. Ketimun juga rendah kalori karena hanya mengandung 8 kalori energi sehingga cocok dijadikan camilan untuk si kecil. 

Kalau bosan diberikan secara utuh, Anda bisa membuat ketimun sebagai salad atau bahan untuk sandwich bersama telur, selada, dan saus tomat, dan mayones. 

Yoghurt

Memenuhi kebutuhan cairan anak balita tidak hanya dari air, bisa juga lewat yoghurt yang mengandung 88 ml air dari 100 ml yoghurt.

Tidak hanya itu, yoghurt juga mengandung 52 kal energi, 2,5 gram lemak, dan 3,3 gram protein. Kalsium, fosfor, dan kalium juga ada di dalam yogurt yang meningkatkan kesehatan tulang anak balita. 

Untuk si kecil, Anda bisa memberikan yogurt sebagai campuran untuk salad bersama buah sebagai variasi agar tidak bosan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)

Berbeda dengan pemalu atau gugup, penderita social anxiety disorder bisa terserang panik dan rasa takut saat bersosialisasi. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Luka Tertusuk

Karena jenis luka ini mudah tertutup, luka tusuk kerap menimbulkan infeksi jika tidak cepat diobati. Inilah pertolongan pertama untuk luka tusuk.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mata kelilipan

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Benar

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit