Si Kecil Kepergok Mencuri? Hadapi Dengan 4 Cara Bijak Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda menemukan mainan yang tidak Anda kenali sebelumnya ada di kotak mainan anak? Anda mungkin mengira jika mainan tersebut milik temannya yang tertinggal atau pinjaman. Namun, jangan cepat menyimpulkan hal demikian. Anda juga perlu mempertimbangkan kemungkinan lain, yaitu anak mencuri mainan tersebut.

Bukan berburuk sangka, tapi Anda harus jeli mencari tahu dari mana asalnya mainan tersebut. Mengetahui hal ini lebih awal, tentu lebih baik, bukan? Jika anak memang mencuri mainan tersebut, lalu apa yang harus Anda lakukan? Jangan cemas, simak tips menghadapi sekaligus mendisiplinkan anak supaya tidak mencuri lagi seperti ulasan berikut ini.

Sikap bijak orangtua ketika memergoki anak mencuri

Anak yang pernah atau memiliki kebiasaan suka mencuri, harus dihadapi dengan tegas. Jangan sampai Anda membiarkan kebiasaan buruk ini hingga dewasa. Tentu sangat tidak baik untuk masa depannya. Beberapa cara untuk menghadapi dan mendisiplinkan anak yang ketahuan mencuri, antara lain:

1. Pahami penyebabnya

Sebelum Anda marah habis-habisan karena mengetahui si kecil mencuri sesuatu, Anda perlu memahami lebih dulu penyebabnya. Ada beberapa hal yang mendorong anak untuk mengambil barang milik orang lain, seperti:

  • Belum mengerti konsep ekonomi, yaitu jual dan beli. Jadi, saat ia menginginkan sesuatu, ia hanya berpikir untuk mengambilnya saja tanpa minta izin atau membayar.
  • Belum bisa membedakan sesuatu yang baik dan buruk. Mungkin ia terbawa oleh teman-temannya yang memang suka mencuri, ingin dianggap hebat, atau disuruh melakukan hal tersebut oleh temannya. Otaknya belum bekerja sempurna dalam mengambil keputusan, tentu tidak akan berpikir panjang mengenai risikonya mengambil barang milik orang lain. Hal ini juga bisa terjadi karena anak tidak mampu mengendalikan diri ketika ingin memiliki sesuatu yang tidak dapat dibeli.
  • Memiliki gangguan perilaku, misalnya kleptomania. Kondisi ini menyebabkan anak suka mengambil barang milik orang lain yang sebenarnya tidak ia inginkan atau butuhkan tanpa sadar. Kondisi ini bisa diatasi dengan bantuan dokter.

2. Beri tahu anak bahwa tindakannya salah

Tindakan awal ketika Anda memergoki anak mencuri adalah menghentikannya. Dekati ia baik-baik dan beri tahu jika mencuri adalah perbuatan yang tidak baik dan merugikan orang lain. Ajari anak untuk menggali empatinya lebih dalam. Artinya, anak harus belajar untuk merasakan bagaimana sedihnya jika benda yang ia punya diambil orang lain.

Jika ia mengelak telah mencuri, maka tekankan kejujuran. Anda harus menjadi contoh seorang yang jujur sehingga ia bisa meniru apa yang Anda lakukan. Selalu berikan pujian di setiap kejujuran dan keberaniannya, untuk mendorongnya terus berkata jujur.

3. Kembalikan barang yang dicuri dan ajak anak untuk meminta maaf

Setelah menjelaskan bahwa tindakannya itu salah, Anda harus meminta anak untuk mengembalikan barang yang sudah ia curi. Jangan lupa menyuruh anak untuk meminta maaf pada pemilik barang.

Kemudian, ajari Anda untuk menjaga mainannya dengan baik. Selalu minta izin ketika ingin meminjam atau meminta sesuatu dari orang lain. Jelaskan bahwa anak harus menjaga barang yang dipinjamnya dengan baik dan mengembalikannya jika sudah selesai digunakan.

4. Terapkan hukuman jika ia mencuri lagi

Agar membuat anak kapok tidak mencuri lagi, Anda perlu menerapkan hukuman. Hukuman bisa membuatnya menyesal dan jera. Ingat, menghukum tidak selalu pakai kekerasan. Ada banyak cara untuk menghukum dan mendisiplinkan anak yang lebih baik dibanding Anda menggunakan tangan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

    Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    memberikan hadiah ke anak

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit