Bolehkah Si Kecil Makan Telur Setengah Matang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, makan telur setengah matang memberikan sensasi kelezatan yang berbeda. Teksturnya yang sedikit cair memberikan kenikmatan tersendiri bagi orang yang menyukainya. Lantas, dibalik rasanya yang menggugah selera, apakah anak juga boleh makan telur setengah matang?

Pasalnya, ada yang bilang jika telur setengah matang itu masih mengandung bakteri yang bisa membuat si kecil sakit. Nah, sebelum memberikannya pada anak, yuk, baca dulu ulasan berikut ini.

Telur setengah matang untuk anak, apakah aman?

anak makan telur

Ketika tak punya banyak waktu untuk menyiapkan sarapan untuk anak, Anda mungkin langsung buru-buru memasak telur. Entah itu telur dadar, telur ceplok, atau telur orak-arik kesukaan anak. Ya, telur memang menjadi salah satu bahan makanan yang praktis diolah ke berbagai masakan tanpa butuh waktu yang lama.

Selain itu, telur juga mengandung protein, vitamin, mineral, dan bahkan asam lemak omega-3 yang tidak ditemukan pada makanan lainnya. Meski nutrisinya sangat beragam, Anda juga harus memperhatikan cara pengolahannya. Tanpa disadari, cara Anda menyajikan makanan untuk anak juga bisa memengaruhi nutrisi yang diserap oleh tubuhnya, lho.

Meskipun telur setengah matang terasa lezat, tapi beberapa orang lainnya menganggap makanan ini tidak sehat dan rentan menyebarkan penyakit. Anda pun jadi bertanya-tanya, apakah ini artinya anak tidak boleh makan telur setengah matang?

Sayangnya, anak balita tidak dianjurkan untuk makan telur setengah matang. Menurut Dr. Madelyn Fernstrom, PhD yang merupakan pakar di bidang gizi dan kesehatan, anak usia di bawah 5 tahun hanya boleh makan telur matang. Ini karena telur yang tidak dimasak dengan benar rentan mengandung bakteri Salmonella yang dapat membahayakan tubuh.

Bahaya infeksi Salmonella pada telur setengah matang

makan telur

Sebetulnya, bukan hanya anak-anak saja yang dianjurkan untuk menghindari telur yang dimasak setengah matang. Orang dewasa pun sebaiknya tidak mengonsumsi telur yang dimasak dengan cara setengah matang.

Terlebih bagi orang yang sistem imunnya rendah, seperti anak-anak atau lansia, lebih rentan jatuh sakit akibat infeksi Salmonella. Menurut Badan POM Amerika Serikat (FDA), telur yang terkontaminasi menyebabkan sekitar 142.000 kasus infeksi Salmonella per tahun. Bahkan, penyebab keracunan makanan yang paling umum terjadi karena infeksi Salmonella dari telur.

Telur semestinya dimasak dan dimakan saat benar-benar matang. Panas yang digunakan untuk memasak telur dapat membunuh bakteri Salmonella di dalam telur. Sebaliknya, ketika telur tidak dimasak hingga benar-benar matang, maka akan ada kemungkinan bakteri Salmonella tetap tinggal dan menginfeksi tubuh manusia.

Saat bakteri Salmonella berhasil masuk ke dalam tubuh, hal ini akan menimbulkan gejala yang mirip seperti gejala keracunan makanan. Gejala infeksi Salmonella meliputi perut kram, mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga demam. Gejala tersebut memang dapat hilang dengan sendirinya, namun terkadang dibutuhkan antibiotik untuk mengurangi risiko komplikasi.

Ingat! Hanya berikan telur yang matang untuk anak

resep olahan telur

Untuk menjaga kesehatan anak dari penyakit, jangan sesekali memberikan telur setengah matang untuk anak. Pastikan dulu bagian kuning dan putih telur yang Anda masak benar-benar matang, ya.

Misalnya dengan merebus telur, membuat telur dadar, telur mata sapi, telur orak-arik, atau olahan telur untuk anak lainnya. Masak telur dengan suhu minimal 85 derajat Celcius dan tunggu sampai telur benar-benar matang sempurna. Hal ini bertujuan supaya bakteri Salmonella yang mungkin ada di dalam telur akan mati dan tidak mengontaminasi tubuh si kecil.

Perhatikan juga proses pengolahan telurnya. Anda boleh mengolah telur dengan cara digoreng, misalnya membuat telur dadar atau telur ceplok, untuk anak. Namun, ada baiknya jangan terlalu sering karena minyaknya bisa menambah kolesterol pada telur.

Berikan variasi yang lain, misalnya dengan cara direbus dan ditambah dengan irisan tomat, brokoli, atau sayuran rebus lainnya yang anak sukai. Dengan begitu, si kecil akan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang lebih lengkap serta sehat bagi perkembangannya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

    Ada beberapa jenis ASI dengan warna, kandungan, hingga tekstur kental dan cair yang berbeda. Sudah tahukah apa perbedaan dan berapa kebutuhan ASI bayi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit

    Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

    Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
    Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

    Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    protein susu soya
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    perkembangan otak anak usia dini

    Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    manfaat masker putih telur

    Khasiat Masker Putih Telur dan Cara Membuatnya di Rumah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
    vitamin untuk anak

    Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit
    antibodi bayi dari sang ibu

    Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit