Kapankah Anak Akan Berhenti Tidur Siang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bayi yang baru lahir menghabiskan waktunya dengan tidur. Tidak hanya malam tapi juga di siang hari. Ini terjadi karena bayi masih terbiasa dengan lingkungan di dalam perut sang ibu. Namun, seiring waktu ia akan beradaptasi dan memperbaiki jam tidurnya jadi lebih normal. Peralihan ini membuat anak yang masih kecil sering kali butuh tidur di siang hari. Namun, tahukah Anda kapan anak berhenti tidur di siang hari?

Kapan anak berhenti tidur siang?

Selain masa peralihan, anak-anak kecil tetap membutuhkan tidur siang. Menurut laman Kids Health, tidur siang mencegah anak dari kelelahan. Anda pasti paham jika anak-anak yang sudah bisa berjalan dan berlari pasti sangat aktif bermain.

Selain itu, tidur juga bisa memperbaiki suasana hati anak jadi lebih baik. Kondisi ini sangat mendukung anak untuk memperluas hubungan dengan teman dan orang-orang di sekitarnya karena suasana hatinya yang gembira.

Tidur siang juga memberi jeda pada otak anak untuk beristirahat. Itu artinya, otak akan jadi lebih jernih dan memungkinkan anak untuk mempelajari banyak hal secara maksimal.

Meski begitu, kebiasaan anak untuk tidur di siang hari lama-kelamaan akan berhenti seiring waktu. Kapan berhentinya, mungkin tidak ada angka yang pasti.

Setiap anak memiliki perubahan kebiasaan dan sikap yang berbeda-beda. Bisa saja terlihat di usia 2 tahun, atau lebih lama lagi, yakni sekitar usia 5 tahun untuk tidak tidur lagi di siang hari.

Walaupun si kecil sudah tidak lagi tidur siang, ia mungkin akan tidur lebih awal di malam hari. Jadi, hal ini tidak akan menimbulkan masalah karena jam tidurnya tetap tercukupi.

Tanda-tanda bila anak mampu berhenti tidur siang

anak sering mengigau

Berhenti tidur siang merupakan bagian dari perkembangan anak. Pasalnya, hal ini menandakan bahwa tubuh anak siap untuk terus aktif seharian hingga menjelang malam.

Selain rata-rata usia, Anda bisa mengetahui kesiapan anak untuk tidak tidur lagi di siang hari dari perilakunya. Berikut beberapa tanda anak tidak butuh lagi tidur siang yang bisa Anda amati.

1. Waktu tidur di malam hari meningkat

Tidak tidur siang sebenarnya tidak membuat jam tidur anak berkurang. Ia malah akan tidur lebih awal dan lebih lelap di malam hari. Jadi, ini merupakan perubahan yang baik untuk tumbuh kembang si kecil dalam menghadapi berbagai aktivitas di kemudian hari.

2. Anak tidak rewel di siang hari

Anak-anak yang masih kecil belum bisa mengungkapkan keinginannya dengan baik. Mereka cenderung menangis dan rewel ketika mengantuk di siang hari. Akan tetapi, jika anak Anda siap meninggalkan kebiasaan ini, mereka biasanya tak lagi rewel ketika siang hari. Ini adalah salah satu tanda anak siap berhenti tidur siang.

Namun, perhatikan bila anak punya kondisi ini

apraksia adalah anak susah bicara

Perubahan waktu tidur ini memang baik bagi tumbuh kembang si kecil. Namun, bukan berarti anak tidak boleh tidur siang sama sekali. Anak-anak tetap boleh tidur siang terutama bila tubuhnya kelelahan dan mengantuk. Namun, lamanya tidur siang juga perlu Anda perhatikan.

Jangan membiarkan anak tidur sampai sore karena bisa membuatnya tidak mengantuk di malam hari.

Pada beberapa kasus, anak tetap memerlukan tidur siang. Contohnya, anak dengan masalah kesehatan tertentu, seperti anemia atau gangguan tidur. Anak dengan kondisi tersebut perlu tidur siang untuk menjaga tubuhnya tetap bugar dan lebih kebal dari serangan penyakit.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penting! Ini 5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Membaca merupakan kegiatan posistif bagi siapa pun, termasuk anak-anak. Apa saja manfaat baca buku untuk anak? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Anak Sejak Dini

Ingatan yang baik akan menciptakan fondasi belajar pada anak yang baik juga. Maka itu, ketahui 5 cara meningkatkan daya ingat anak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
cara meningkatkan daya ingat anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mata kelilipan

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Benar

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
depresi pada remaja

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit