7 Cara Membesarkan Anak Dalam Dua Bahasa

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menjadi seseorang yang pandai dalam dua bahasa akan membangun kekuatan otak. Menurut sebuah penelitan di Singapura tentang bayi berusia enam bulan, bayi yang mengerti dua bahasa kemungkinan memiliki kemampuan belajar dan ingatan yang lebih baik daripada yang hanya mengerti satu bahasa. Berikut ini adalah 7 cara yang bisa Anda lakukan setiap harinya untuk mengenalkan bahasa ibu dan bahasa lainnya kepada anak Anda:

1. Jangan bicara dengan bahasa bayi

Meski bayi belum bisa berbicara sepatah kata pun, satu tahun pertama dalam hidupnya adalah masa terpenting untuk membangun pondasi bahasa. Bayi memproses struktur dan arti bahasa jauh sebelum mereka mulai belajar bicara. Jadi silakan timpali celotehan bayi Anda dengan kata-kata dan obrolan betulan. Meski bayi Anda belum bisa memahami arti kata-kata tersebut, bagian otaknya yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa sudah terstimulasi saat kita berbicara padanya. Makin banyak bahasa yang mereka dengar, makin berkembang bagian otak tersebut.

Saat ia sudah mulai belajar bicara, ia sudah akan bisa memahami perbedaan beberapa bahasa yang Anda gunakan saat bicara padanya. Anak-anak yang terpapar pada dua bahasa sejak lahir akan lebih mudah menguasai dua bahasa tersebut dengan fasih. Namun, jika pengenalan pada bahasa asing ini baru dimulai sejak bayi berusia 6 bulan, ia akan sedikit lebih kesulitan membedakan mana yang bahasa A dan mana yang bahasa B.

Penelitian juga menunjukkan bahwa seiring bayi tumbuh, adaptasinya terhadap suara dan bahasa akan terus menurun. Di atas 6-7 tahun, sangat sulit baginya untuk menciptakan koneksi dengan bahasa baru. Maka dari itu, lebih sulit mengajarkan bahasa lain pada anak-anak di sekolah dasar, dibandingkan pada anak-anak usia preschool atau bahkan balita.

2. Bernyanyi, membaca, dan bermain

Buat si kecil tertarik dengan aktivitas yang menyenangkan. Penuhi rumah Anda dengan musik dan nyanyian, obrolan, membaca buku keras-keras, dan sebagainya. Jika kata-kata dihubungkan dengan rima dan melodi seperti dalam puisi atau lagu, anak-anak akan mengingatnya lebih mudah. Jadi, silakan “cerewet” berbicara dengan bayi Anda, ikut bernyanyi lagu favorit Anda dan anak, dan perkenalkan si kecil pada berbagai kosakata dan ekspresi bahasa dengan cara yang menyenangkan. Saat bayi Anda bertambah dewasa, perluas aktivitas dengan kegiatan seni seperti menari, kaligrafi, dan sebagainya.

3. Ayah dan ibu bicara dua bahasa berbeda

Hal terpenting yang harus diingat untuk membuat anak fasih berbicara dua bahasa adalah: pastikan ia terekspos dua bahasa tersebut dengan jumlah waktu yang sama. Jadi, jika Anda berbahasa Indonesia dan pasangan Anda berbahasa Inggris, konsistenlah bicara pada anak Anda dengan bahasa masing-masing. Anda selalu bicara dengan bahasa Indonesia, dan pasangan selalu bicara pada anak dengan bahasa Inggris. Ini memudahkannya untuk membedakan mana bahasa Indonesia (“bahasa yang digunakan ibu”) dan mana bahasa Inggris (“bahasa yang digunakan ayah”). Tentu saja agar cara ini bekerja dengan baik, ayah dan ibu harus menghabiskan waktu yang sama banyak dengan si kecil.

4. Pastikan Anda juga fasih

Anda ingin anak Anda fasih bahasa Inggris. Tapi bagaimana jika Anda juga tidak jago-jago amat? Jangan khawatir. Anda bisa belajar bersama-sama dengan anak, dan perlihatkan antusiasme dalam mempelajari bahasa tersebut. Anda dapat mengambil kursus bahasa, atau belajar bersama dengan anak menggunakan materi seperti CD lagu anak-anak dalam bahasa Inggris, buku dongeng dua bahasa, atau menonton film dan video berbahasa Inggris dengan teks terjemahan bahasa Indonesia. Dengan cara ini, sembari anak Anda belajar, Anda pun ikut belajar.

5. Terus gunakan agar tak lupa

Mengajarkan bahasa baru pada anak-anak usia sekolah biasanya sedikit lebih sulit, mungkin karena mereka tak tertarik, atau jika mereka sudah duluan menyerah karena bahasa tersebut dianggap “sulit”. Tapi ini biasanya hanya karena mereka belum terbiasa saja. Setelah terekspos pada bahasa tersebut berkali-kali, ia akan otomatis menyerapnya tanpa disadari, dan belajar bahasa pun akan lebih mudah. Anak-anak sangat mudah beradaptasi dan fleksibel secara kognitif, sehingga mereka cepat menangkap arti dari bahasa baru dan cepat merasa nyaman dengan bahasa tersebut dibandingkan dengan orang dewasa yang belajar bahasa. Kuncinya adalah: gunakan terus. Pastikan bahasa tersebut tidak hanya dipelajari di kelas atau di kursus, melainkan juga dipakai dalam kehidupan anak sehari-hari.

6. Gunakan teknologi

Video-video di YouTube tentang belajar bahasa bagi anak-anak juga dapat jadi alat bantu yang efektif. Cari juga video yang mengenalkan budaya negara tersebut, bukan hanya bahasanya, jika Anda dan pasangan berasal dari dua latar belakang budaya yang berbeda dan ingin si kecil mengenalnya dari awal.

7. Kunjungi nenek kakek

Jika Anda dan suami bicara bahasa yang berbeda, manfaatkan anggota keluarga dari kedua belah pihak untuk ikut mengajarkan bahasa mereka pada si kecil. Membesarkan anak dengan dua bahasa adalah tugas seluruh keluarga, meski tantangan utama ada pada orangtua. Menghabiskan waktu dengan nenek dan kakek yang bicara bahasa yang berbeda dengan yang biasa digunakan di rumah juga dapat membantu si kecil untuk terbiasa dengan bahasa tersebut.

BACA JUGA:

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

    Saat sedang menjalani promil, Anda perlu tahu berbagai cara cepat hamil yang perlu dilakukan bersama pasangan. Berikut tipsnya untuk Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

    Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

    Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

    Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi tumbuh gigi

    11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
    cat kuku kutek

    Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    bercak darah tanda hamil atau menstruasi

    Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    hipospadia

    Hipospadia

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit