Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 2 menit
Bagikan sekarang

Obat paracetamol biasa digunakan untuk menurunkan demam, meredakan gejala flu dan pilek, hingga menyembuhkan sakit kepala dan sakit gigi. Namun sama seperti obat-obatan medis lain, paracetamol juga mungkin menimbulkan risiko efek samping tertentu. Apa saja efek samping paracetamol yang bisa muncul?

Tidak semua orang boleh minum paracetamol, lho!

Paracetamol termasuk obat pereda nyeri yang umumnya aman digunakan oleh segala kalangan, termasuk wanita hamil dan ibu menyusui. Anak bayi mulai usia 2 bulan ke atas juga boleh minum paracetamol dosis rendah, sebagai alternatif ketimbang minum ibuprofen.

Namun jika Anda memiliki salah satu atau lebih dari masalah berikut, dokter biasanya tidak akan menganjurkan Anda untuk pakai paracetamol:

  • Memiliki penyakit hati atau ginjal.
  • Peminum alkohol berat.
  • Memiliki berat badan sangat rendah.
  • Memiliki alergi paracetamol.

Selain itu jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain tertentu, dokter mungkin akan menganjurkan pereda nyeri lainnya yang lebih aman.

Apa saja efek samping paracetamol?

Efek samping paracetamol sebenarnya termasuk jarang terjadi, tetapi bisa saja menimbulkan:

  • Reaksi alergi. Reaksi ini bisa menimbulkan kulit ruam atau pembengkakan. Satu dari 100 orang bisa mengalami kondisi ini.
  • Tekanan darah rendah dan detak jantung cepat. Seringnya ini terjadi pada paracetamol yang diberikan dalam bentuk suntikan di rumah sakit.
  • Gangguan darah. Contohnya trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah). Efek ini termasuk jarang terjadi. Hsanya atu dari 1000 orang berisiko mengalami kondisi ini.
  • Gangguan pada hati dan ginjal. Kerusakan hati dan ginjal bisa terjadi jika Anda meminum atau menggunakan terlalu banyak dosis paracetamol. Ini adalah efek samping yang paling parah.
  • Gejala overdosis obat. Parasetamol aman jika digunakan sesuai petunjuk dosis. Namun, karena obat ini umum diolah ke dalam banyak obat lainnya, Anda berisiko mengonsumsi dosis terlalu banyak tanpa menyadarinya. Gejalanya mulai dari, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, keringat berlebihan, nyeri perut, terasa sangat lelah, mata keruh atau menguning, urin berwarna sangat gelap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ketika sakit saat menyusui, obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Selain rasa gatal dan kulit kemerahan, ada beberapa tanda dan gejala alergi kulit yang perlu Anda waspadai. Kenali tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Kulit 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat pereda nyeri tingkatkan risiko stroke

Penyebab Stroke Berdasarkan Jenis dan Berbagai Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
obat masuk angin

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit