Mengapa Beberapa Efek Samping Obat Hanya Terjadi Pada Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda terkena pilek atau kaki Anda terkilir, tak peduli Anda wanita atau pria, Anda pasti akan menjalani pemeriksaan yang sama dan diberikan obat yang sama oleh dokter atau apoteker, tanpa mempertimbangkan jenis kelamin. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata ada efek samping obat yang seringnya hanya mempengaruhi wanita?

Efek samping obat pada tubuh wanita terlambat diketahui

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 80% obat yang ditarik dari pasaran adalah disebabkan oleh efek sampingnya pada wanita. Mengapa efek samping obat pada wanita ini baru ditemukan setelah obat sudah telanjur dirilis ke pasaran?

Tahukah Anda bahwa diperlukan waktu lama untuk merilis obat ke pasaran? Berawal dari sekadar gagasan, kemudian diujikan pada sel di laboratorium, studi hewan, dan hingga diujikan secara klinis pada manusia, dan akhirnya melalui prosedur persetujuan peraturan, sampai akhirnya tersedia bagi dokter untuk mengobati Anda. Jadi, mengapa mereka terlambat menemukan efek samping yang hanya terjadi pada salah satu jenis kelamin? Ada apa ini sebenarnya?

Institute of Medicine mengatakan bahwa setiap sel memiliki jenis kelamin. Ternyata, sel-sel yang digunakan di laboratorium untuk menguji obat adalah sel laki-laki. Hewan yang digunakan dalam studi hewan juga merupakan hewan jantan, dan uji klinis obat yang dilakukan kebanyakan terbatas pada pria, sehingga hasil uji klinis obat sebagian besar hanyalah hasil yang berdasarkan reaksi pada tubuh pria.

Tubuh wanita memetabolisme obat lebih lambat dibanding pria

Mengapa pria menjadi dasar untuk penelitian medis? Mari kita lihat contoh penelitian pada pria dengan obat tidur Ambien.

Ambien dijual di pasar lebih dari 20 tahun yang lalu, dan ratusan juta resep telah dituliskan, terutama bagi wanita karena wanita lebih banyak mengalami gangguan tidur dibanding pria. Namun, tepat di tahun sebelum ini, FDA menganjurkan mengurangi setengah dosisnya bagi wanita, karena mereka baru menyadari bahwa para wanita memetabolisme obat ini dengan tingkat kecepatan yang lebih rendah daripada pria. Ini membuat wanita terbangun di pagi hari dengan banyak sisa obat yang aktif ini di dalam sistem mereka.

Dan kemudian, wanita merasa mengantuk dan tidak cukup segar untuk mengemudi, sehingga menjadi lebih berisiko untuk terlibat kecelakaan. 

Sistem reproduksi wanita juga mempengaruhi efek samping obat

Perang Dunia II mengubah banyak hal, dan salah satunya adalah kebutuhan untuk melindungi masyarakat dari ancaman menjadi korban penelitan medis tanpa izin. Jadi dibuatlah serangkaian aturan, dan salah satunya adalah keinginan untuk melindungi wanita usia subur untuk tidak terlibat dalam penelitian medis apapun.

Sederhananya seperti ini: Bagaimana jika sesuatu terjadi pada kesuburan wanita selama penelitian? Siapa yang akan bertanggung jawab untuk ini? Maka dari itu, para peneliti di masa tersebut cenderung merasa lebih aman untuk menggunakan responden pria dalam penelitian. 

Ini merupakan kabar baik bagi para peneliti, karena tubuh pria tidak mengalami perubahan tingkat hormon secara terus menerus seperti tubuh wanita, yang bisa menimbulkan kerancuan data. Ada asumsi umum bahwa pria dan wanita sama di setiap hal, meskipun organ reproduktif dan hormon seksnya berbeda. Jadi, diputuskanlah bahwa penelitian medis dilakukan pada pria, dan hasilnya kemudian digunakan oleh wanita. Ini jauh lebih sederhana dan murah.

Apa dampaknya pada kesehatan wanita?

Kesehatan wanita sama artinya dengan reproduksi: kehamilan, rahim, payudara, ovarium. Masa-masa ini disebut sebagai “bikini medicine,” dan ini berlangsung hingga sekitar tahun 1980-an, saat konsep ini dipertanyakan oleh komunitas kedokteran dan komunitas pembuat kebijakan kesehatan. Baru pada saat inilah mereka mengetahui bahwa dengan tidak melibatkan wanita dalam semua studi penelitian medis, mereka benar-benar telah membahayakan wanita, dan bahwa selain masalah reproduksi, hampir tidak ada hal lain yang diketahui tentang kebutuhan utama pasien perempuan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering mencium bau kentang atau bau busuk padahal tidak ada wujudnya? Tenang, ini bukan pertanda mistis, kok! Bisa jadi Anda mengalami hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit