Coenzyme Q10

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Manfaat

Untuk apa coenzyme Q10?

Coenzyme Q10 adalah zat mirip vitamin yang ditemukan di dalam tubuh, khususnya di jantung, hati, ginjal, dan pankreas. Zat ini terkandung di dalam daging dan makanan laut. Coenzyme Q10 adalah zat yang juga dapat dibuat di laboraturium. Zat ini juga dapat digunakan sebagai obat.

Coenzyme Q10 adalah antioksidan yang diproduksi oleh tubuh manusia. CoQ10, sebutan untuk Coenzym Q10, dibutuhkan untuk fungsi sel dasar di dalam tubuh. Tingkat CoQ10 menurun seiring dengan bertambahnya umur dan merendah saat seseorang mengidap kanker, gangguan genetika tertentu, diabetes, masalah jantung, HIV/AIDS, distrofi otot, dan penyakit Parkinson. Beberapa obat resep juga dapat menurunkan tingkat CoQ10 di dalam tubuh.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup tentang bagaimana suplemen herbal Coenzyme Q10 ini bekerja. Silakan diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Namun beberapa penelitian menunjukkan coenzyme Q10 adalah zat yang memiliki peran dalam memproduksi ATP, molekul di dalam sel tubuh yang fungsinya mirip seperti baterai dalam pemindahan energi. Ada bukti kalau idebenone, senyawa buatan manusia mirip dengan CoQ10, dapat membantu mengatasi penyakit Alzheimer.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk coenzyme Q10 untuk orang dewasa?

Coenzyme Q10 yang digunakan untuk kanker payudara, penyempitan pembuluh darah, dan diabetes biasanya menggunakan dosis 300 mg/per hari.

Dosis suplemen herbal ini mungkin berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang digunakan tergantung usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Suplemen herbal tidak selalu aman. Silakan diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk dosis yang sesuai.

Dalam bentuk apa saja coenzyme Q10 tersedia?

Suplemen herbal ini dapat tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet.

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh coenzyme Q10?

Coenzyme Q10 adalah suplemen yang dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti mulas, hilang selera makan, mual, muntah, dan diare. Suplemen ini dapat menyebabkan ruam di kulit pada beberapa orang. Suplemen ini juga dapat menurunkan tekanan darah.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir dengan efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi coenzyme Q10?

Simpan coenzyme Q10 di tempat yang jauh dari kelembapan dan cahaya. Periksa tekanan darah Anda secara berkala jika Anda memiliki tekanan darah rendah.

Pisahkan dosis harian dengan mengonsumsi suplemen ini dua sampai tiga kali sehari ketimbang meminum dosis besar untuk sekali konsumsi sehingga dapat mengurangi efek samping.

Hentikan penggunaan coenzyme Q-10 setidaknya dua minggu sebelum operasi.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah Coenzym Q10?

Orang-orang yang tengah menjalani kemoterapi dengan pengobatan tertentu harus menggunakan coenzyme Q-10 dengan hati-hati. Coenzyme Q-10 dapat menurunkan tekanan darah dan dapat meningkatkan efek dari pengobatan yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Merokok dapat menurunkan jumlah coenzyme Q10 yang tersimpan di dalam tubuh.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi coenzyme Q10?

Suplemen herbal ini dapat berpengaruh terhadap pengobatan atau kondisi medis yang tengah Anda jalani. Konsultasikan kepada ahli herbal atau dokter Anda.

CoQ10 dapat meningkatkan risiko perdarahan ketika digunakan bersamaan dengan obat lain yang meningkatkan risiko perdarahan. Beberapa contohnya adalah aspirin dan antikoagulan seperti warfarin (coumadin). Hati-hati, obat ini juga dapat memengaruhi gula darah serta tekanan darahAnda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Mari mengenal jamur cordyceps yang sejak dulu digunakan sebagai pengobatan tradisional Cina dan berbagai manfaatnya bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Selain mengubah gaya hidup lebih sehat, ternyata ada lain yang disebut-sebut bisa dipakai untuk menambah hormon testosteron, yaitu konsumsi suplemen.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Pria, Hidup Sehat 16 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

beli obat online

Sebenarnya, Bolehkah Beli Obat-obatan dari Aplikasi Online?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi obat hiv

Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
obat anyang-anyangan

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit