Chitosan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Manfaat

Untuk apa chitosan?

Chitosan adalah biopolymer sejenis selulosa yang ditemukan terutama di tulang luar dari hewan laut seperti udang, kepiting, atau lobster. Chitosan juga dapat ditemukan dalam jamur dan ragi. Chitosan adalah salah satu zat yang merupakan bentuk kimiawi dari chitin.

Chitosan digunakan untuk mengatasi obesitas, kolesterol tinggi, dan penyakit Crohn. Herbal ini juga digunakan untuk mengatasi komplikasi pada pasien gagal ginjal yang sering menjalani dialisis, termasuk kolesterol tinggi, kurang darah (anemia), kehilangan kekuatan dan nafsu makan, dan susah tidur (insomnia).

Beberapa orang menggunakan chitosan secara langsung pada permen karet mereka untuk mengatasi peradangan yang bisa menyebabkan hilangnya gigi (periodontitis), atau mengunyah permen karet yang mengandung chitosan untuk mencegah gigi berlubang (karies gigi).

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup tentang bagaimana suplemen herbal ini bekerja. Silakan diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa studi yang menunjukkan chitosan dapat menyerap protein dan melekat ke sel saraf, mendorong regenerasi saraf.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk chitosan untuk orang dewasa?

Dalam sebuah studi evaluasi penurunan berat badan, chitosan umumnya digunakan 2,4 g per hari. Dosis suplemen herbal ini mungkin berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang digunakan tergantung usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Suplemen herbal tidak selalu aman. Silakan diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk dosis yang sesuai.

Dalam bentuk apa saja chitosan tersedia?

Chitosan adalah herbal sering tersedia dalam bentuk bubuk dan tablet.

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh chitosan?

Chitosan adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping yaitu:

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir dengan efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi chitosan?

Chitosan adalah salah satu obat yang harus disimpan pada area yang kering, jauh dari panas atau lembap berlebih. Orang-orang dengan alergi pada kerang dan makanan laut mungkin alergi terhadap chitosan.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah chitosan?

Jangan gunakan chitosan pada anak-anak, wanita hamil atau menyusui sampai penelitian lebih lanjut tersedia untuk menentukan keamanannya.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi chitosan?

Suplemen herbal ini dapat berpengaruh dengan obat yang sedang digunakan atau kondisi medis Anda. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter Anda sebelum menggunakannya. Potensi efek antikoagulan dari warfarin dilaporkan pada pasien yang menerima chitosan adalah sebanyak 2,4 g per hari.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Makanan yang Direkomendasikan untuk Penderita Hemofilia

Pengidap hemofilia atau gangguan pembekuan darah tentunya perlu asupan makanan yang bergizi dan sehat. Apa saja makanan untuk penderita hemofilia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 27 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Tips Hidup Sehat untuk Penderita Penyakit Hemofilia

Menderita penyakit hemofilia bukan berarti hidup Anda sudah berakhir. Anda bisa mengikut tips hidup sehat khusus untuk penderita hemofilia di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 27 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Tanda-Tanda dan Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget

Jangan membebaskan anak main gadget hingga kecanduan. Apa saja tanda kecanduan gadget pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu di sini, ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 27 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Tak Perlu Tarik Urat, Begini 10 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala

Marah-marah bukanlah cara yang tepat untuk mendidik anak keras kepala dan suka melawan. Bagaimana cara ampuh untuk menghadapi anak yang keras kepala?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
hujan bikin galau

Mengapa Hujan Bikin Perasaan Anda Menjadi Galau?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
kebersihan mulut

Hati-hati, Malas Bersihkan Mulut Bisa Munculkan Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
olahraga untuk penderita hemofilia

Tips Olahraga Aman dan Minim Risiko untuk Penderita Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit