Voltadex

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Nama Generik: Voltadex Merek: Voltadex.

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Voltadex digunakan?

Voltadex adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti pada pengapuran sendi tulang (osteoarthritis), radang sendi asam urat, rheumatoid arthritis, sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, dan sebagainya.

Voltadex adalah obat yang mengandung diklofenak. Voltadex ini merupakan obat anti-inflamasi non steroid yang digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan.

Bagaimana aturan pakai Voltadex?

Gunakanlah dosis sesuai dengan petunjuk dokter atau di kemasan obat yang tertera, karena bisa saja berbeda antar kondisi dan antar pasien. Dosis yang dianjurkan adalah dosis terendah yang menimbulkan efek mengatasi nyeri dan digunakan sesingkat mungkin. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi efek samping.

Bagaimana cara menyimpan Voltadex?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Voltadex untuk dewasa?

Berikan Voltadex sebanyak 25 mg – 50 mg, 3 kali sehari. Untuk pengobatan jangka panjang cukup dengan dosis 75 – 100 mg sehari. Dosis sehari jangan melebihi 150 mg.

Berapa dosis Voltadex untuk anak-anak?

Untuk penggunaan obat Voladex di bawah 14 tahun, tidak disarankan mengonsumsi  lebih dari 75-100mg. Ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang aman dan tepat untuk anak Anda.

Dalam dosis dan sediaan apa Voltadex tersedia?

Voltadex umumnya tersedia dalam bentuk tablet dalam dua jenis kemasan dosis, VOLTADEX 25 mg (Diclofenac sodium 25 mg) dan VOLTADEX 50 mg (Diclofenac sodium 50 mg), per tablet.

Efek Samping

Apa efek samping Voltadex yang mungkin terjadi?

Obat yang mengandung natrium diklofenak dalam Voltadex dapat berpotensi menimbulkan efek samping. Adapun efek samping yang umum diantaranya, seperti sakit perut atau kram perut, nyeri, atau ketidaknyamanan (ringan sampai sedang) pusing kantuk sakit kepala (ringan sampai sedang) mulas, dan mual.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Voltadex?

  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap Diclofenac, riwayat reaksi alergi (bronkospasme, shock, rhinitis, urtikaria) setelah penggunaan aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib).
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi jantung sebaiknya jangan menggunakan Voltadex 50 mg Tablet (Diclofenac).
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, atau radang atau ukak pada lambung atau usus.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang sedang hamil terutama di 3 bulan terakhir.
  • NSAID termasuk Voltadex 50 mg Tablet (Diclofenac) tidak boleh diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.
  • Jangan diberikan untuk penderita penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, dan gagal jantung kongestif.

Apakah Voltadex aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Sebaiknya ibu hamil dan ibu menyusui tidak mengonsumsi Voltadex terlebih dahulu. Dikhwatirkan akan menimbulkan cacat pada janin, dan memengaruhi kesehatan bayi secara umum. Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Voltadex?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah efek yang terjadi jika Voltadex 50 mg Tablet (Diclofenac) digunakan dengan obat-obat lain :

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung meningkat.
  • Jika Anda mengonsumsi seperti captopril, enalapril atau obat diuretik lainnya, bisa membuat efektivitas obat Voltadex menurun.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Voltadex?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Voltadex?

Kandungan diklofenak pada obat Voltadex jika digunakan pada orang yang telah memiliki penyakit jantung atau stroke dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak. Terlebih, jika Anda mengonsumsi Voltadex dalam jangka panjang.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Voltadex dan apa efeknya?

Gejala overdosis Voltadex bisa menyebabkan beberapa gejala seperti berikut:

  • Kadar gula darah naik
  • Nyeri
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala

Efek overdosis kandungan diklofenak dalam Voltadex bisa menyebabkan  kelainan fungsi ginjal atau hati, dan bahkan menyebabkan luka pada usus dan lambung.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Oktober 10, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 10, 2017

Yang juga perlu Anda baca