Vitabumin obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Vitabumin Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa Vitabumin digunakan?

Vitabumin adalah obat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus tumbuh kembang anak agar senantiasa optimal.

Vitabumin adalah suplemen sirup yang memiliki tiga komponen penyusun utama dari madu, ekstrak temulawak, dan ekstrak ikan gabus.

Temulawak adalah salah satu bahan alami yang dipercaya bisa membantu mengatasi masalah pencernaan. Sementara madu, berkhasiat baik untuk batuk, demam, dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Vitabumin juga dapat diberikan sebagai suplemen makanan yang akan membantu meningkatkan nafsu makan anak.

Bagaimana aturan pakai Vitabumin?

Vitabumin ditelan lewat mulut (diminum) sesuai anjuran dokter atau sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Suplemen makanan ini biasanya diminum 2 kali sehari, dengan takaran sesuai usia anak.

Jika Anda ragu mengenai kemungkinan anak memiliki alergi madu atau tidak, sebaiknya berikan suplemen makanan ini dengan takaran 2 sendok teh terlebih dahulu. Lanjutkan konsumsi bila tidak menimbulkan gejala alergi setelahnya.

Bagaimana cara menyimpan Vitabumin?

Vitabumin paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Vitabumin untuk anak-anak?

Dosis Vitabumin untuk anak-anak dianjurkan sebanyak 2-3 kali sehari dengan takaran sesuai usia.

Bagi anak yang berusia 1-3 tahun, sebaiknya minum suplemen ini dengan dosis 1 sendok teh sekali minum. Sementara bagi anak yang berusia 4-12 tahun, sebaiknya minum suplemen ini dengan dosis 1 sendok makan sekali minum.

Dalam dosis dan sediaan apa Vitabumin tersedia?

Vitabumin tersedia dalam bentuk sirup atau cairan untuk anak-anak. Setiap 15 mililiter (ml) suplemen ini mengandung madu (Mel depuratum) sebanyak 11,25 gram (gr), ekstrak ikan gabus (Ophiocephalus striatus) sebanyak 3,75 gr, dan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza rhizoma) sebanyak 1,87 gr.

Efek Samping

Apa efek samping Vitabumin yang mungkin terjadi?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami satu atau lebih efek samping berupa gejala alergi, misalnya gatal-gatal, iritasi kulit, kemerahan, sakit kepala, mual, muntah, dan lain sebagainya.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di sini. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Vitabumin?

Vitabumin mungkin menimbulkan kontraindikasi pada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan bahan aktif di dalamnya.  Beri tahu dokter mengenai obat yang sedang rutin anak konsumsi saat ini, serta penyakit yang sedang atau sudah pernah dialami sebelumnya.

Beri tahu dokter juga jika anak mengalami reaksi tak biasa atau alergi karena suplemen ini, obat lain, atau memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, serta alergi hewan. Beberapa kondisi kesehatan mungkin lebih rentan terhadap timbulnya efek samping.

Vitabumin tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak di bawah usia 1 tahun, anak yang alergi madu, ikan, dan bahan di dalam suplemen ini, anak dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Vitabumin?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja suplemen makanan ini atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Makanan dan minuman apa saja yang tidak boleh dikonsumsi saat menggunakan Vitabumin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan suplemen makanan juga dapat berpotensi menyebabkan interaksi. Diskusikan penggunaan suplemen makanan ini dengan makanan, alkohol, atau tembakau pada dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Vitabumin?

Kondisi kesehatan yang dialami mungkin bisa memengaruhi efek penggunaan suplemen makanan ini. Selalu beri tahu dokter jika anak memiliki masalah kesehatan lain.

Hindari pemakaian Vitabumin jika anak mengalami diare, ADHD, dan alergi terhadap ikan atau madu.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Vitabumin dan apa efeknya?

Belum ada kasus yang menunjukkan gejala overdosis karena suplemen ini. Namun, penting untuk tetap memastikan anak mengonsumsi suplemen makanan ini sesuai aturan pakai yang dianjurkan.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika anak melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat anak ingat. Namun, jika anak baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 13, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 26, 2019

Sumber