Nama Generik: Sulfadiazine Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa Sulfadiazine?

Sulfadiazine adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai infeksi. Sulfadiazine termasuk golongan antibiotik sulfa. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan organisme lain.

Antibiotik ini hanya mengobati jenis infeksi tertentu. Obat ini tidak bekerja untuk infeksi virus (seperti pilek, flu). Penggunaan antibiotik yang tidak tepat atau salah dapat menyebabkan penurunan efektivitas.

Obat ini tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 2 bulan karena berisiko efek samping yang serius, kecuali terapi digunakan untuk infeksi yang sangat serius (toksoplasmosis kongenital).

Bagaimana cara penggunaan Sulfadiazine?

Minum obat ini dengan segelas air (240 mL) sesuai anjuran dokter. Minum banyak air selama terapi dengan obat ini kecuali jika dokter menganjurkan hal lain. Ini membantu mencegah efek samping seperti pembentukan kristal pada urin dan batu ginjal.

Dosis berdasarkan kondisi kesehatan, berat badan,  dan respon terapi Anda. Anak kecil tidak boleh menggunakan obat ini lebih dari 6 gram per hari (setara dengan 6.000 mg per hari).

Antibiotik bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh Anda tetap dalam kadar yang konstan. Jadi, gunakan obat ini dengan interval yang kurang lebih sama.

Lanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis, walaupun gejala menghilang setelah beberapa hari.

Menghentikan obat terlalu cepat dapat membuat bakteri lanjut berkembang, yang akhirnya kembali terinfeksi.

Beri tahukan dokter jika kondisi Anda menetap atau memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Sulfadiazine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Sulfadiazine untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Profilaksis Demam Reumatik:

Profilaksis sekunder demam rematik, jika pasien intoleran dengan penicillin:

1 g secara oral sekali sehari.

 

Durasi optimal belum diketahui jelas. American Heart Association merekomendasikan profilaksis dilanjutkan minimal 5 tahun atau hingga pasien mencapai usia 21 tahun (dapat lebih lama) untuk demam rematik tanpa karditis, dan 10 tahun pada pasien dengan karditis namun tanpa penyakit katup jantung. Profilaksis direkomendasikan minimal 10 tahun sejak episode terakhir atau hingga pasien mencapai usia 40 tahun untuk karditis dan penyakit katup persisten; profilaksis seumur hidup mungkin dibutuhkan.

 

Dosis Dewasa untuk Toksoplasmosis:

Ensefalitis Toksoplasmik:

Dosis awal: Pyrimethamine 200 mg secara oral sekali

 

Dosis rumatan:

<60 kg: Sulfadiazine 1 g secara oral setiap 6 jam ditambah pyrimethamine 50 mg secara oral sekali sehari.

>=60 kg: Sulfadiazine 1500 mg secara oral setiap 6 jam ditambah pyrimethamine 75 mg secara oral sekali sehari.

Sebagai tambahan, leucovorin 10-20 mg/hari secara oral (dapat dinaikkan hingga 50 mg/hari).

Kortikosteroid and antikonvulsan dapat diberikan jika diindikasikan.

 

Durasi: minimal 6 minggu, diikuti dengan terapi supresif kronis

 

Dosis Dewasa untuk Toksoplasmosis — Profilaksis:

Profilaksis sekunder setelah terapi ensefalitis toksoplasmi akut:

Sulfadiazine, 500-1000 mg secara oral setiap 6 jam ditambah pyrimethamine 25-50 mg secara oral sekali sehari ditambah leucovorin 10-25 mg secara oral sekali sehari.

 

Durasi: seumur hidup pada pasien HIV. Penghentian obat dapat dipertimbangkan pada pasien dengan kadar limfosit-T CD4+ >200 sel/microL mengikuti HAART (misalnya, >6 bulan) dan tidak mengalami gejala toksoplasmosis. Beberapa ahli menganjurkan pemeriksaan MRI otak.

Bagaimana dosis Sulfadiazine untuk anak-anak?

Dosis Anak untuk Profilaksis Demam Reumatik:

Profilaksis sekunder demam rematik, jika pasien intoleran dengan penicillin:

> 2 bulan dan <=27 kg: 500 mg secara oral sekali sehari.

>27 kg: 1 g secara oral sekali sehari.

 

Durasi optimal belum diketahui jelas. American Heart Association merekomendasikan profilaksis dilanjutkan minimal 5 tahun atau hingga pasien mencapai usia 21 tahun (dapat lebih lama) untuk demam rematik tanpa karditis, dan 10 tahun pada pasien dengan karditis namun tanpa penyakit katup jantung. Profilaksis direkomendasikan minimal 10 tahun sejak episode terakhir atau hingga pasien mencapai usia 40 tahun untuk karditis dan penyakit katup persisten; profilaksis seumur hidup mungkin dibutuhkan.

 

Dosis Anak untuk Toksoplasmosis:

Toksoplasmosis kongenital:

Dosis awal: Pyrimethamine 2 mg/kg secara oral sekali sehari selama 2 hari

 

Dosis rumatan: Sulfadiazine 50 mg/kg secara oral dua kali sehari ditambah pyrimethamine 1 mg/kg secara oral sekali sehari ditambah leucovorin 10 mg secara oral atau IM sekali sehari.

 

Durasi: 12 bulan. Setelah 2-6 bulan, kurangi dosis pyrimethamine menjadi 1 mg/kg secara oral 3 kali seminggu.

 

Toksoplasmosis akut – didapat:

Dosis awal: Pyrimethamine 2 mg/kg (maksimal 50 mg) secara oral sekali sehari selama 3 hari.

 

Dosis rumatan: Sulfadiazine 25-50 mg/kg (maksimal 1-1.5 g/dosis) secara oral setiap 6 jam ditambah pyrimethamine 1 mg/kg (maksimal 25 mg) secara oral sekali sehari ditambah leucovorin 10-25 mg secara oral sekali sehari.

 

Durasi: minimal 6 minggu, diikuti terapi supresif kronis.

 

Dosis Anak untuk Toksoplasmosis — Profilaksis:

Profilaksis sekunder setelah terapi ensefalitis toksoplasmik akut:

Sulfadiazine 85-120 mg/kg/hari (dosis maksimal dewasa, 4-6 g/hari) secara oral dalam 2-4 dosis terbagi ditambah pyrimethamine, 1 mg/kg atau 15 mg/m2 (dosis maksimal 25 mg) secara oral sekali sehari ditambah leucovorin 5 mg secara oral setiap 3 hari.

 

Durasi: seumur hidup pada pasien HIV.

Dalam dosis apakah Sulfadiazine tersedia?

Sulfadiazine tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

Tablet 500 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Sulfadiazine?

Jika efek samping berikut terjadi saat menggunakan sulfadiazine, periksakan ke dokter segera:

  • cemas
  • penglihatan kabur
  • perubahan masa menstruasi
  • menggigil
  • keringat dingin
  • koma
  • bingung
  • kulit dingin, pucat
  • penurunan kemampuan seksual pada pria
  • depresi
  • pusing
  • kulit kering, bengkak
  • denyut jantung cepat
  • flu
  • sakit kepala
  • cepat lapar
  • mual
  • gugup
  • mimpi buruk
  • kejang
  • menggigil
  • bicara rero
  • leher depan bengkak
  • lelah yang tidak biasa
  • berat badan naik

Insiden yang tidak diketahui

  • nyeri perut
  • nyeri punggung, kaki atau perut
  • BAB hitam
  • gusi berdarah
  • perdarahan bawah kulit
  • buta atau gangguan penglihatan
  • kulit melepuh, mengelupas,
  • kembung
  • BAK atau BAB berdarah
  • bibir, kuku jari atau telapak tangan kebiruan
  • rasa terbakar pada wajah atau mulut
  • rasa panas, gatal, baal, nyeri, rasa ditusuk, atau kesemutan
  • nyeri dada
  • urin keruh
  • sempoyongan
  • konstipasi
  • telinga berdenging atau berdengung berkelanjutan
  • batuk atau serak
  • kulit pecah-pecah
  • urin gelap
  • jumlah urin berkurang
  • diare
  • sulit bernapas
  • sulit bergerak
  • pusing atau seperti melayang
  • merasa tidak nyaman
  • demam dengan atau tanpa menggigil
  • bengkak seluruh tubuh
  • lemas seluruh badan
  • sakit kepala
  • tuli
  • gangguan pencernaan
  • gatal
  • nyeri sendi atau otot
  • BAB dempul
  • tidak nafsu makan dan berat badan menurun
  • kehilangan panas tubuh
  • nyeri punggung bawah atau pinggang
  • nyeri atau kaku otot
  • mimisan
  • tidak bisa BAK
  • nyeri atau rasa terbakar saat BAK
  • nyeri atau sulit berkemih
  • nyeri perut, pinggang, mungkin menyebar ke punggung
  • kulit pucat
  • bintik kecil merah atau ungu pada kulit
  • denyut jantung cepat
  • ruam
  • lesi kulit merah,biasanya dengan pusat berwarna ungu
  • mata kemerahan, iritasi
  • kulit merah dan bengkak
  • bagian putih mata memerah
  • kulit bersisik
  • melihat, mendengar, atau merasa benda yang sebenarnya tidak ada
  • kejang
  • menggigil dan sempoyongan
  • sesak
  • sakit tenggorokan
  • nyeri otot
  • luka, ulkus, atau bintik putih pada bibir atau dalam mulut
  • penurunan jumlah urin mendadak
  • bengkak sekitar mata
  • bengkak di wajah, tangan, kaki
  • bengkak atau inflamasi mulut
  • kelenjar limfe membengkak
  • kelenjar membengkak atau nyeri
  • sesak di dada
  • sempoyongan, gemetaran, atau gangguan lain dengan kontrol otot atau koordinasi
  • memar atau berdarah yang tidak biasa
  • nyeri perut atas
  • gangguan penglihatan
  • muntah
  • lemah tangan atau kaki
  • mengi
  • kulit atau mata menguning

Beberapa efek samping sulfadiazine tidak membutuhkan bantuan medis. Setelah tubuh Anda menyesuaikan dengan obat, gejala akan menghilang. Dokter dapat membantu mengurangi atau mencegah efek samping, namun periksalah jika efek samping berikut berlanjut, atau jika Anda mencemaskannya:

Insiden tidak diketahui

  • gatal-gatal
  • sensasi berputar
  • gelisah
  • gangguan tidur
  • tidak dapat tidur

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Sulfadiazine?

Beberapa kondisi kesehatan dapat berinteraksi dengan sulfadiazine. Beritahukan dokter atau apoteker jika Anda mengalami kondisi medis apapun, khususnya salah satu dari berikut ini:

  • jika Anda berencana hamil
  • jika Anda menggunakan obat resep atau nonresep, preparat herbal, atau suplemen diet
  • jika Anda alergi obat, makanan, atau substansi lain
  • jika Anda diare, sakit tenggorokan, atau infeksi lambung atau usus
  • jika Anda memiliki riwayat asma, gangguan hati, ginjal, defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G-6-PD), kelainan darah porphyria, atau kelainan darah lain

 

Apakah Sulfadiazine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Sulfadiazine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walaupun obat tertentu tidak dapat digunakan bersamaan, pada kasus lain 2 obat berbeda dapat digunakan bersamaan walaupun dapat terjadi interaksi obat. Pada kasus ini, dokter dapat mengubah dosis, atau peringatan lain mungkin dibutuhkan. Beritahukan dokter jika Anda menggunakan obat resep atau nonresep lainnya.

 

Beri tahukan penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda menggunakan obat lain, khususnya obat berikut:

  • Indomethacin, probenecid, atau salicylates (misalnya, aspirin) karena efek samping sulfadiazine dapat meningkat
  • Antikoagulan (misalnya, warfarin) karena risiko perdarahan dapat meningkat
  • Methotrexate atau diuretik thiazide (misalnya, hydrochlorothiazide) karena efek samping dapat meningkat dengan sulfadiazine
  • Sulfonylureas (misalnya, glyburide) karena risiko penurunan gula darah dapat meningkat

 

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Sulfadiazine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Sulfadiazine?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Asma atau
  • Kelainan darah (seperti, agranulositosis, anemia aplastik) atau
  • Defisiensi Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) (masalah enzim) atau
  • Penyakit ginjal atau
  • Penyakit hati—gunakan dengan hati-hati. Dapat meningkatkan risiko efek samping.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan