Sorafenib obat apa?

Oleh

Nama Generik: Sorafenib Merek: Nexavar.

Penggunaan

Untuk apa sorafenib?

Sorafenib adalah obat yang digunakan untuk mengobati kanker ginjal atau hati. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker tiroid (dibedakan berdasarkan tiroid carcinoma). Sorafenib menghentikan atau melambatkan pertumbuhan sel kanker (tumor). Obat ini juga bekerja dengan melambatkan pertumbuhan pembuluh darah baru di dalam tumor.

Bagaimana cara penggunaan sorafenib?

Bacalah selembaran informasi untuk pasien yang disediakan oleh apoteker sebelum Anda mulai menggunakan Sorafenib dan setiap kali Anda mengisi ulang obat Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Gunakan obat ini dengan meminumnya selagi perut Anda kosong (setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan) seperti yang diarahkan dokter Anda, dua kali sehari. Jangan mengunyah atau menghancurkan tablet. Telan tablet seluruhnya dengan segelas penuhair ( 8 ons 240 ml).

Gunakan obat ini seperti yang dijelaskan. Dosis obat didasarkan pada kondisi medis dan respon terhadap terapi. Anda biasanya akan menggunakan obat ini secara berkelanjutan (tanpa waktu jeda) seperti yang diarahkan dokter Anda. Jika Anda memiliki beberapa efek samping, dokter Anda mungkin akan menyesuaikan dosis Anda atau menghentikan pengobatan Anda untuk sementara.

Jangan tingkatkan dosis Anda atau menggunakan obat ini lebih sering tanpa persetujuan dokter Anda. Kondisi Anda tidak akan membaik lebih cepat, dan risiko dari efek samping dapat meningkat.

Gunakan obat ini secara teratur agar mendapatkan hasil terbaik. Untuk membantu Anda mengingat konsumsi obat, gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.

Karena obat ini dapat diserap melalui kulit dan paru-paru dan dapat membahayakan bayi di dalam perut, wanita yang sedang hamil atau yang mungkin akan hamil tidak boleh mengkonsumsi obat ini atau menghirup tablet.

Bagaimana cara penyimpanan sorafenib?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis sorafenib untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa biasa untuk Sel Renal Karsinoma:

400 mg dua kali sehari setidaknya satu jam sebelum atau dua jam setelah makan.

Pengobatan harus terus dilakukan sampai pasien secara klinis tidak lagi mendapat manfaat dari terapi atau sampai terjadinya toksisitas yang tidak dapat diterima.

Dosis Dewasa biasa untuk Kanker Tiroid:

400 mg dua kali sehari setidaknya satu jam sebelum atau dua jam setelah makan.

Pengobatan harus terus dilakukan sampai pasien secara klinis tidak lagi mendapat manfaat dari terapi atau sampai terjadinya toksisitas yang tidak dapat diterima.

Dosis Dewasa biasa untuk Hepatocellular Carcinoma:

400 mg dua kali sehari setidaknya satu jam sebelum atau dua jam setelah makan.

Pengobatan harus terus dilakukan sampai pasien secara klinis tidak lagi mendapat manfaat dari terapi atau sampai toksisitas dapat diterima terjadi.

Bagaimana dosis sorafenib untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas belum ditentukan untuk pasien anak-anak (usia kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis apakah sorafenib tersedia?

Tablet 200 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena sorafenib?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan sorafenib dan hubungi dokter Anda  jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • ruam, lecet, keluar darah, atau sakit parah di telapak tangan Anda atau telapak kaki Anda
  • mulut terluka
  • tinja berwarna hitam atau berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • kulit pucat, merasa pusing, atau sesak napas, denyut jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi
  • mudah memar, perdarahan yang tidak biasa (hidung, mulut, vagina, atau dubur), bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit Anda
  • nyeri dada atau perasaan berat, nyeri menyebar ke lengan atau bahu, mual, berkeringat, perasaan sakit umum
  • batuk kering, asma
  • pembengkakan, berat badan yang bertambah dengan cepat, merasa sesak napas (bahkan dengan tenaga ringan)
  • tiba-tiba mati rasa atau merasa lemah, terutama pada satu sisi tubuh
  • nyeri atas perut, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin gelap, tinja berwarna tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • penurunan berat badan mendadak, nafsu makan meningkat, sulit tidur, sering buang air besar, merasa panas, merasa gugup atau cemas, pembengkakan di leher (gondok)
  • tekanan tinggi yang berbahaya pada darah (sakit kepala parah, penglihatan kabur, berdengung di telinga Anda, kebingungan, detak jantung yang tidak rata, kejang)
  • reaksi kulit yang parah – demam, sakit tenggorokan, pembengkakan di wajah Anda atau lidah, terbakar di mata Anda, sakit kulit, diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan mengelupas.

Efek samping yang lebih ringan termasuk:

  • merasa lelah
  • muntah, mual, sakit perut ringan
  • gatal ringan atau ruam
  • rambut menipis

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan sorafenib?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu.Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Belum ada studi yang tepat dilakukan pada hubungan usia terhadap efek sorafenib pada populasi pediatrik. Keamanan dan kemanjuran dari obat untuk pasien anak-anak belum ditentukan.

Lansia

Studi yang tepat dilakukan sampai saat ini belum menunjukkan masalah khusus bagi pasien lansia yang akan membatasi kegunaan sorafenib pada lansia. Namun, pasien lansia cenderung lebih sensitif dan mungkin memerlukan dosis yang lebih rendah.

Apakah sorafenib aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan sorafenib?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Amifampridine
  • Cisapride
  • Dronedarone
  • Fluconazole
  • Ketoconazole
  • Levomethadyl
  • Mesoridazine
  • Nelfinavir
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Posaconazole
  • Saquinavir
  • Sparfloxacin
  • Thioridazine
  • Ziprasidone

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Alfuzosin
  • Amiodarone
  • Amitriptyline
  • Amoxapine
  • Anagrelide
  • Apomorphine
  • Aprepitant
  • Aripiprazole
  • Arsenic Trioxide
  • Asenapine
  • Astemizole
  • Azithromycin
  • Bupropion
  • Buserelin
  • Carbamazepine
  • Ceritinib
  • Chloroquine
  • Chlorpromazine
  • Ciprofloxacin
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Clomipramine
  • Clozapine
  • Crizotinib
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Delamanid
  • Desipramine
  • Deslorelin
  • Disopyramide
  • Dofetilide
  • Dolasetron
  • Domperidone
  • Droperidol
  • Enzalutamide
  • Erythromycin
  • Escitalopram
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Fingolimod
  • Flecainide
  • Fluoxetine
  • Fosaprepitant
  • Fosphenytoin
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Granisetron
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Histrelin
  • Ibutilide
  • Idelalisib
  • Ifosfamide
  • Iloperidone
  • Imipramine
  • Ivabradine
  • Lapatinib
  • Leuprolide
  • Levofloxacin
  • Lopinavir
  • Lumefantrine
  • Mefloquine
  • Methadone
  • Metronidazole
  • Mifepristone
  • Mitotane
  • Moxifloxacin
  • Nafarelin
  • Neomycin
  • Nilotinib
  • Norfloxacin
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Ofloxacin
  • Ondansetron
  • Paliperidone
  • Pasireotide
  • Pazopanib
  • Perflutren Lipid Microsphere
  • Phenobarbital
  • Phenytoin
  • Prednisolone
  • Primidone
  • Procainamide
  • Prochlorperazine
  • Promethazine
  • Propafenone
  • Protriptyline
  • Quetiapine
  • Quinidine
  • Quinine
  • Ranolazine
  • Rifabutin
  • Rifampin
  • Rifapentine
  • Salmeterol
  • Sevoflurane
  • Siltuximab
  • Sodium Phosphate
  • Sodium Phosphate, Dibasic
  • Sodium Phosphate, Monobasic
  • Solifenacin
  • Sotalol
  • St John’s Wort
  • Sunitinib
  • Telavancin
  • Telithromycin
  • Terfenadine
  • Tetrabenazine
  • Topotecan
  • Toremifene
  • Trazodone
  • Trifluoperazine
  • Trimipramine
  • Triptorelin
  • Vandetanib
  • Vardenafil
  • Vemurafenib
  • Vinflunine
  • Voriconazole

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Docetaxel
  • Doxorubicin
  • Doxorubicin Hydrochloride Liposome
  • Irinotecan
  • Thiotepa
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan sorafenib?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan sorafenib?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • masalah pendarahan
  • masalah jantung (contoh angina, nyeri dada) atau
  • hepatitis
  • hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • perforasi perut atau usus (lubang di usus) – gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi lebih buruk.
  • gagal jantung kongestif
  • ketidakseimbangan elektrolit (misalnya, tinggi atau rendah kalsium, magnesium, atau kadar kalium dalam darah)
  • masalah pada irama jantung (misalnya, perpanjangan QT, lambat detak jantung) – gunakan dengan hati-hati. Dapat meningkatkan risiko efek samping yang lebih serius

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis dapat meliputi:

  • diare
  • ruam atau masalah kulit

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca