Solifenacin obat apa?

Oleh

Nama Generik: Solifenacin Merek: Vesicare.

Penggunaan

Untuk apa solifenacin?

Solifenacin digunakan untuk mengobati gejala buang air kecil terlalu banyak. Gejala ini termasuk seringnya rasa ingin buang air kecil dan ngompol. Solifenacin tergolong kelas obat yang bekerja pada kandung kemih atau prostat, yang dikenal dengan antispasmodics. Solifenacin bekerja dengan merilekskan kerja otot pada kandung kemih dan meningkatkan kemampuan mengontrol buang air kecil.

Bagaimana cara penggunaan solifenacin?

Ikuti petunjuk obat yang disediakan dokter atau apoteker Anda sebelum menggunakan obat. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker. Baca brosur informasi yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum menggunakan solifenacin dan setiap kali Anda mendapat isi ulang. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan pada dokter atau apoteker Anda.

Minum obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai instruksi dokter, biasanya sekali sehari. Gunakan dengan satu gelas minuman penuh. Minum obat ini secara utuh karena serbuk dalam tablet rasanya sangat pahit.

Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaat optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini pada waktu yang sama setiap hari. Jangan berhenti menggunakan obat ini sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Dosis yang diberikan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, respon Anda terhadap pengobatan, dan obat lain yang digunakan. Beritahu dokter dan apoteker Anda tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat dengan resep, obat tanpa resep, dan produk herbal).

Jangan tingkatkan dosis atau menggunakan obat lebih sering daripada yang diresepkan. Kondisi Anda tidak akan membaik, dan Anda mungkin akan meningkatkan risiko efek samping.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan solifenacin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis solifenacin untuk orang dewasa?

Dosis biasa untuk orang dewasa:

5 mg diminum per hari.

Bagaimana dosis solifenacin untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan.  Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah solifenacin tersedia?

Solifenacin tesedia dalam dosis dan bentuk:

  • Tablet, cair: 5mg, 10 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena solifenacin?

Segera cari bantuan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan solifenacin dan telepon dokter jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • kulit kering, panas dan rasa haus berlebih
  • sakit perut yang parah, atau sulit buang air besar selama 3 hari atau lebih
  • sakit atau merasa terbakar saat buang air kecil
  • perubahan pada penglihatan, sakit pada mata, atau melihat halo di sekitar cahaya
  • kurangnya buang air kecil atau tidak sama sekali dari biasanya
  • bingung, berhalusinasi
  • tingginya potassium (lambannya detak jantung, denyut lemah, otot lemah, rasa menggelitik)
  • reaksi kulit yang cukup parah—demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah atau lidah, rasa terbakar pada mata, sakit pada kulit, diikuti dengan memar bewarna merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagina atas) dan kulit bersisik dan terkelupas

Efek samping yang tidak terlalu serius termasuk:

  • sakit kepala, pusing, rasa kantuk, merasa lelah
  • mulut terasa kering, suara serak
  • mata terasa kering, penglihatan kabur
  • mual, kehilangan selera makan, perut terasa tidak enak, rasa terbakar pada perut
  • kontispasi ringan
  • demam, sakit tenggorokan, badan terasa sakit, atau gejala flu lainnya

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan solifenacin?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Studi lebih lanjut mengenai hubungan antara umur dan efek dari solifenacin pada anak belum ditemukan. Keamanan dan efisiensi dari obat belum ditentukan.

Lansia

Belum ada studi mengenai penggunaan obat ini pada lansia dengan masalah umur yang dapat membatasi kegunaan solifenacin pada orang tua. Tetapi, pasien lansia sangat memungkinkan mengidap penyakit ginjal atau liver, yang membutuhkan pengawasan dan penyesuaian pada dosis untuk pasien yang menggunakan solifenacin.

Apakah solifenacin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai resiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan resiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui 

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan solifenacin?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, berhenti, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Mengkonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi:

  • Amifampridine
  • Cisapride
  • Dronedarone
  • Fluconazole
  • Ketoconazole
  • Mesoridazine
  • Nelfinavir
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Posaconazole
  • Potassium
  • Sparfloxacin
  • Thioridazine

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut:

  • Acrivastine
  • Alfuzosin
  • Amiodarone
  • Amitriptyline
  • Amoxapine
  • Anagrelide
  • Apomorphine
  • Aripiprazole
  • Arsenic Trioxide
  • Asenapine
  • Astemizole
  • Azithromycin
  • Bupropion
  • Buserelin
  • Ceritinib
  • Chloroquine
  • Chlorpromazine
  • Ciprofloxacin
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Clomipramine
  • Clozapine
  • Crizotinib
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Delamanid
  • Desipramine
  • Deslorelin
  • Disopyramide
  • Dofetilide
  • Dolasetron
  • Domperidone
  • Droperidol
  • Erythromycin
  • Escitalopram
  • Fingolimod
  • Flecainide
  • Fluoxetine
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Granisetron
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Histrelin
  • Ibutilide
  • Idelalisib
  • Iloperidone
  • Imipramine
  • Ivabradine
  • Lapatinib
  • Leuprolide
  • Levofloxacin
  • Lopinavir
  • Lumefantrine
  • Mefloquine
  • Methadone
  • Metronidazole
  • Mifepristone
  • Morphine
  • Morphine Sulfate Liposome
  • Moxifloxacin
  • Nafarelin
  • Nilotinib
  • Norfloxacin
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Ofloxacin
  • Ondansetron
  • Oxymorphone
  • Paliperidone
  • Pasireotide
  • Pazopanib
  • Perflutren Lipid Microsphere
  • Procainamide
  • Prochlorperazine
  • Promethazine
  • Propafenone
  • Protriptyline
  • Quetiapine
  • Quinidine
  • Quinine
  • Ranolazine
  • Salmeterol
  • Sevoflurane
  • Siltuximab
  • Sodium Phosphate
  • Sodium Phosphate, Dibasic
  • Sodium Phosphate, Monobasic
  • Sorafenib
  • Sotalol
  • Sunitinib
  • Telavancin
  • Terfenadine
  • Tetrabenazine
  • Trazodone
  • Trifluoperazine
  • Trimipramine
  • Triptorelin
  • Umeclidinium
  • Vandetanib
  • Vardenafil
  • Vemurafenib
  • Vinflunine
  • Voriconazole
  • Ziprasidone

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan solifenacin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau pada makanan tertentu karena dapat menyebabkan terjadinya interaksi obat. Mengkonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya interaksi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan solifenacin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penyumbatan kandung kemih (susah buang air kecil)
  • glaukoma, sudut sempit dan tidak terkontrol
  • QT Prolongation (masalah detak jantung), sejarah
  • usus bekerja lambat atau susah buang air besar—gunakan dengan hati-hati. Mungkin kondisi Anda akan semakin parah.
  • penyimpanan perut (makanan tidak tercerna dengan mudah)
  • susah buang air kecil (urin tidak mudah dibuang)—sebaiknya tidak digunakan oleh pasien dengan penyakit ini.
  • penyakit ginjal
  • penyakit liver—gunakan dengan hati-hati, karena dapat meningkatkan efek samping karena sulitnya membuang obat dari tubuh.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Dalam keadaan darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis termasuk:

  • memar
  • mulut kering
  • mata kering
  • penglihatan memburam
  • pupil semakin besar
  • bingung
  • demam
  • cepatnya detak jantung
  • tangan bergetar dan tidak dapat dikontrol
  • sulit berjalan
  • berhalusinasi
  • koma
  • pingsan

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca