Propolis Melia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Propolis Melia Merek: Propolis melia.

Penggunaan

Apa itu Propolis Melia?

Propolis Melia adalah produk suplemen komersil berupa getah alami yang dihasilkan oleh lebah madu ketika membuat sarang. Tekstur propolis lengket berwarna coklat kehijauan. Getah tersebut terbuat dari campuran liur lebah, beeswax (lilin lebah), dan beberapa kandungan lainnya.

Para peneliti telah menemukan ada kurang lebih 300 jenis senyawa aktif yang terkandung dalam propolis lebah. Di antaranya resin, balsam, minyak aromatik, serbuk sari, dan bahan organik lainnya. Polifenol dan flavonoid adalah senyawa yang proporsinya paling banyak terkandung dalam propolis. Keduanya termasuk antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Propolis umum digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati sariawan, kutil, dan gangguan pencernaan seperti infeksi H. pylori yang menyebabkan tukak lambung. Selain itu, propolis juga umum digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakeri, virus, jamur, dan protozoa. Misalnya, TBC dan ISPA (infeksi bakteri) serta HIV, H1N1 “flu babi”, flu biasa, dan herpes genital (infeksi virus). 

Propolis Melia juga digunakan untuk membantu pengobatan vaginitis serta kanker hidung dan tenggorokan.

Dalam beberapa kasus, propolis juga digunakan sebagai bahan dalam kosmetik.

Cara Pakai

Bagaimana cara pakai Propolis Melia?

Propolis Melia dapat langsung dioleskan ke kulit untuk membersihkan luka, pembengkakan, dan luka bakar ringan.

Selain digunakan sebagai salep, obat propolis juga digunakan sebagai obat kumur untuk mengobati luka dan peradangan mulut yang menyakitkan seperti sariawan dan untuk membantu meningkatkan penyembuhan setelah operasi mulut.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis, apoteker atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis Propolis Melia yang biasa digunakan?

Dosis propolis yang tepat tergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi kesehatan lainnya.

Pada saat ini tidak ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang tepat untuk propolis. Ingatlah bahwa produk alami tidak selalu aman dan dosisnya penting.

Pastikan untuk mengikuti petunjuk secara teoat  pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker, dokter, atau herbalis kesehatan lainnya sebelum menggunakan obat ini.

Propolis Melia tersedia dalam bentuk apa?

Propolis Melia tersedia dalam botol isi 6 ml, 30 ml, dan 55 ml.

Efek Samping

Apa efek samping Propolis Melia yang mungkin terjadi?

Sejauh ini belum ada penelitian medis sahih yangcukup untuk menyimpulkan keamanan propolis. Propolis secara umum tergolong sebagai produk herbal yang berisiko rendah, tapi bukan berarti tidak menimbulkan efek samping sama sekali.

Propolis melia kemungkinan aman bila dioleskan ke kulit dengan tidak berlebihan. Namun jika Anda memiliki alergi terhadap lebah, serbuk sari, atau produk lebah lainnya seperti madu atau beeswax, kemungkinan penggunaan propolis juga akan menyebabkan reaksi alergi kulit. Misalnya kulit iritasi, ruam kemerahan, gatal, serta bengkak. Jika dikonsumsi, reaksi alergi propolis mungkin menimbulkan bisul mulut.

Efek samping reaksi alergi ini seringnya terjadi apabila Anda tergolong orang yang bekerja dekat dengan lebah, seperti peternak lebah, atau menggunakan herbal ini dalam jangka waktu lama.

Tidak semua orang mengalami efek samping proplis. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum pakai Propolis Melia?

Pada saat memutuskan untuk menggunakan obat, risiko dan manfaat dari obat harus dipertimbangkan. Ini adalah keputusan bersama dari Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, hal-hal berikut harus dipertimbangkan:

  • Alergi

Beritahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi tidak biasa atau reaksi alergi terhadap obat ini atau obat lain. Beritahu penyedia layanan kesehatan Anda apabila Anda memiliki alergi lain seperti alergi makanan, pewarna makanan, pengawet, atau hewan. Untuk produk non-resep, baca komposisi pada label atau kemasan dengan baik.

  • Anak-anak

Penelitian yang telah dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan masalah spesifik yang membatasi kegunaan propolis pada anak-anak. Meskipun demikian, jangan berikan produk nonresep pada anak-anak di bawah 2 tahun kecuali apabila dianjurkan oleh dokter.

  • Lansia

Penelitian yang telah dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan masalah spesifik yang membatasi kegunaan propolis  pada lansia.

  • Asma

Beberapa ahli percaya bahan kimia tertentu dalam propolis dapat memperburuk asma. Hindari menggunakan propolis jika Anda menderita asma.

Apakah Propolis Melia aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunan propolis pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan BPOM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A =  Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Kondisi apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Umumnya, penggunaan propolis dapat berinteraksi dengan obat lain yang Anda konsumsi, yang dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Selalu tanya dan konsultasikan pada dokter sebelum pakai obat ini.

Makanan dan minuman apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Over Dosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 30, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 30, 2019