Nama Generik: Piroxicam Merek: Campain, Feldco, Feldene Flash, Feldene Gel, Fleroxi, Pirofel, Pirofel Gel, Xicalom, Felcam, Feldene, Grazeo, Infeld, Kifadene, Lanareuma, Licofel, Pirocam, Piroxicam Indo Farma, Rexicam, Rexil, Roxidene, Scandene/Scandene Gel, Sofden, Tropidene dan obat-piroxicam.

Penggunaan

Untuk apa Piroxicam?

Piroxicam adalah obat yang termasuk golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID), berfungsi untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan sendi akibat arthritis. Piroxicam juga sering digunakan untuk mengobati encok atau asam urat. Cara kerja piroxicam adalah dengan menghalangi produksi zat tertentu pada tubuh Anda yang mengakibatkan peradangan.

Jika Anda menderita kondisi kronis seperti arthritis, tanyakan pada dokter mengenai pengobatan tanpa obat atau penggunaan obat lain untuk menyembuhkan rasa sakit Anda. Lihat juga pada bagian peringatan.

Dosis piroxicam dan efek samping piroxicam akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Piroxicam?

Minum piroxicam sesuai arahan dokter Anda, biasanya sehari sekali dengan segelas penuh air mineral (8 ons/240 mililiter). Jangan berbaring setidaknya 10 menit setelah meminum obat. Untuk mencegah rasa mual, minum obat ini dengan makanan, susu, atau antacid.

Untuk mengurangi risiko perdarahan pada lambung dan efek samping lainnya, minum obat ini dosis terendah untuk waktu sesingkat mungkin. Jangan menambah dosis, meminum obat lebih sering, atau menggunakannya lebih dari waktu yang telah disarankan.

Jika Anda menggunakan obat ini “sesuai kebutuhan” (tidak rutin), ingatlah bahwa obat bekerja lebih baik ketika digunakan pada tanda pertama terjadinya rasa sakit. Jika Anda menunggu sampai kondisi bertambah parah, obat mungkin tidak bekerja dengan baik.

Membutuhkan waktu beberapa minggu setelah meminum obat ini secara teratur hingga Anda mendapatkan hasil yang maksimal. Laporkan pada dokter jika kondisi Anda tidak lebih baik atau bertambah parah.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Piroxicam?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Piroxicam untuk orang dewasa?

  • Dosis piroxicam untuk orang dewasa penderita Osteoarthritis: 20 mg sehari sekali atau 10 mg sehari dua kali. Maksimal dosis harian yang dianjurkan adalah 20 mg.
  • Dosis piroxicam untuk orang dewasa penderita rasa sakit/nyeri: 20 mg sehari sekali atau 10 mg sehari dua kali. Maksimal dosis harian yang dianjurkan adalah 20 mg.
  • Dosis piroxicam untuk orang dewasa penderita Rheumatoid Arthritis: 20 mg sehari sekali atau 10 mg sehari dua kali. Maksimal dosis harian yang dianjurkan adalah 20 mg.

Bagaimana dosis Piroxicam untuk anak-anak?

Dosis piroxicam untuk mengatasi rasa sakit/nyeri pada anak-anak adalah 0,2 hingga 0,3 mg/kg berat badan sehari sekali. Maksimal dosis harian 15 mg.

Dalam dosis apakah Piroxicam tersedia?

Kapsul: 10 mg, 20 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Piroxicam?

Berhenti mengonsumsi piroxicam dan carilah bantuan medis atau segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius berikut ini:

  • Nyeri pada dada, letih, napas pendek, bicara tidak jelas, mengalami masalah pada penglihatan atau keseimbangan
  • Tinja berwarna hitam atau berdarah
  • Batuk berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Pembengkakan atau berat badan bertambah dengan cepat
  • Buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Mual, sakit perut, demam, kehilangan nafsu makan, air seni berwarna gelap, tinja berwarna seperti tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala serta terdapat ruam merah pada kulit
  • Memar, kesemutan yang parah, mati rasa, nyeri, lemah otot; atau
  • Demam, sakit kepala, leher kaku, menggigil, sensitif terhadap cahaya meningkat, bintik-bintik ungu pada kulit atau kejang-kejang

Efek yang kurang serius dari piroxicam termasuk:

  • Mual, mulas ringan atau sakit perut, diare, sembelit
  • Kembung
  • Pusing, sakit kepala, gugup
  • Kulit gatal, ruam
  • Pandangan kabur; atau
  • Dengung di telinga Anda

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Piroxicam?

Dalam memutuskan menggunakan obat, risiko dari penggunaan obat ini harus dipertimbangkan baik-baik dengan manfaat yang diperoleh nantinya. Ini adalah keputusan yang Anda dan dokter akan ambil. Untuk obat ini, berikut yang perlu Anda pertimbangkan:

Alergi

Beritahu dokter Anda jika Anda pernah memiliki reaksi berbeda atau alergi terhadap obat ini atau obat lainnya. Serta beritahu dokter jika Anda punya alergi tertentu, seperti terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau binatang. Untuk produk tanpa resep, baca label atau bahan pada kemasan secara teliti.

Anak-anak

Penelitan lebih lanjut belum dilakukan terkait antara hubungan usia terhadap pengaruh piroxicam dalam populasi pediatrik. Keselamatan dan keberhasilan belum dibuktikan.

Lansia

Penelitian yang dilakukan hingga saat ini belum menunjukkan masalah spesifik pada geriatri terkait terbatasnya kegunaan piroxicam pada lanjut usia. Namun, pasien lanjut usia lebih sensitif pada bagian lambung (seperti, ulcer, perdarahan) dibandingkan dengan pasien dewasa muda, dan lebih cenderung terkena masalah ginjal, yang dimana memerlukan kewaspadaan dan penyesuaian dosis bagi pasien saat menerima piroxicam.

Apakah Piroxicam aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan piroxicam untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Penelitian pada wanita menunjukkan bahwa piroxicam hanya menimbulkan risiko minimal terhadap bayi ketika digunakan selama menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Piroxicam?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini tidak dianjurkan. Dokter Anda mungkin akan memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat yang telah Anda gunakan.

  • Ketorolac

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan pada beberapa kasus. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Abciximab
  • Anagrelide
  • Apixaban
  • Ardeparin
  • Argatroban
  • Beta Glucan
  • Bivalirudin
  • Ceritinib
  • Certoparin
  • Cilostazol
  • Citalopram
  • Clopidogrel
  • Clovoxamine
  • Cyclosporine
  • Dabigatran Etexilate
  • Dabrafenib
  • Dalteparin
  • Danaparoid
  • Desirudin
  • Dicumarol
  • Dipyridamole
  • Duloxetine
  • Enoxaparin
  • Eptifibatide
  • Erlotinib
  • Escitalopram
  • Femoxetine
  • Feverfew
  • Flesinoxan
  • Fluoxetine
  • Fondaparinux
  • Ginkgo
  • Gossypol
  • Heparin
  • Lepirudin
  • Levomilnacipran
  • Meadowsweet
  • Methotrexate
  • Milnacipran
  • Nadroparin
  • Nefazodone
  • Nitisinone
  • Parnaparin
  • Paroxetine
  • Pemetrexed
  • Pentosan Polysulfate Sodium
  • Pentoxifylline
  • Pralatrexate
  • Prasugrel
  • Protein C
  • Reviparin
  • Rivaroxaban
  • Sibutramine
  • Tacrolimus
  • Ticlopidine
  • Tinzaparin
  • Tirofiban
  • Venlafaxine
  • Vilazodone
  • Vortioxetine
  • Zimeldine

Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut akan meningkatkan risiko pada efek samping tertentu, tetapi menggunakan kedua obat secara bersamaan mungkin merupakan pengobatan terbaik bagi Anda. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi Anda dalam menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.

  • Acebutolol
  • Acenocoumarol
  • Acetohexamide
  • Alacepril
  • Alprenolol
  • Amiloride
  • Amlodipine
  • Anisindione
  • Arotinolol
  • Atenolol
  • Azilsartan Medoxomil
  • Azosemide
  • Befunolol
  • Bemetizide
  • Benazepril
  • Bendroflumethiazide
  • Benzthiazide
  • Bepridil
  • Betaxolol
  • Bevantolol
  • Bisoprolol
  • Bopindolol
  • Bucindolol
  • Bumetanide
  • Bupranolol
  • Buthiazide
  • Candesartan Cilexetil
  • Canrenoate
  • Captopril
  • Carteolol
  • Carvedilol
  • Celiprolol
  • Chlorothiazide
  • Chlorpropamide
  • Chlorthalidone
  • Cilazapril
  • Clopamide
  • Cyclopenthiazide
  • Delapril
  • Desvenlafaxine
  • Dilevalol
  • Diltiazem
  • Enalaprilat
  • Enalapril Maleate
  • Eprosartan
  • Esmolol
  • Ethacrynic Acid
  • Felodipine
  • Fluconazole
  • Flunarizine
  • Fosinopril
  • Furosemide
  • Gallopamil
  • Gliclazide
  • Glimepiride
  • Glipizide
  • Gliquidone
  • Glyburide
  • Hydrochlorothiazide
  • Hydroflumethiazide
  • Imidapril
  • Indapamide
  • Irbesartan
  • Isradipine
  • Labetalol
  • Lacidipine
  • Landiolol
  • Levobunolol
  • Lidoflazine
  • Lisinopril
  • Lithium
  • Losartan
  • Manidipine
  • Mepindolol
  • Methyclothiazide
  • Metipranolol
  • Metolazone
  • Metoprolol
  • Moexipril
  • Nadolol
  • Nebivolol
  • Nicardipine
  • Nifedipine
  • Nilvadipine
  • Nimodipine
  • Nipradilol
  • Nisoldipine
  • Nitrendipine
  • Olmesartan Medoxomil
  • Oxprenolol
  • Penbutolol
  • Pentopril
  • Perindopril
  • Pindolol
  • Piretanide
  • Polythiazide
  • Pranidipine
  • Propranolol
  • Quinapril
  • Ramipril
  • Sotalol
  • Spirapril
  • Spironolactone
  • Talinolol
  • Tasosartan
  • Telmisartan
  • Temocapril
  • Tertatolol
  • Timolol
  • Tolazamide
  • Tolbutamide
  • Torsemide
  • Trandolapril
  • Triamterene
  • Trichlormethiazide
  • Valsartan
  • Verapamil
  • Xipamide
  • Zofenopril

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Piroxicam?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Piroxicam?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Anemia atau
  • Masalah perdarahan
  • Gumpalan darah
  • Edema (retensi cairan atau badan bengkak)
  • Memiliki riwayat serangan jantung
  • Penyakit jantung (contoh, gagal jantung kongestif)
  • Riwayat hepatitis
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penyakit ginjal
  • Riwayat tukak lambung atau perdarahan lambung
  • Riwayat stroke⎯Gunakan dengan hati-hati. Dapat membuat kondisi semakin parah
  • Riwayat asma
  • Riwayat sensitif terhadap aspirin⎯ tidak sebaiknya diberikan pada pasien dengan kondisi ini
  • Operasi jantung (seperti, coronary artery bypass graft [CABG] operasi)⎯tidak sebaiknya digunakan untuk mengurangi rasa sakit baik sebelum maupun sesudah operasi
  • Penyakit hati⎯Gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin akan meningkat karena lambatnya obat keluar dari tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda overdosis termasuk:

  • Kurangnya tenaga
  • Mengantuk
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
  • Tinja berwarna hitam dan berdarah
  • Muntah zat yang berdarah atau terlihat seperti bubuk kopi
  • Sulit bernapas
  • Koma (hilangnya kesadaran untuk jangka waktu)

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Mei 29, 2017 | Terakhir Diedit: Mei 29, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan