Paramex

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Paramex Merek: Paramex dan Paramex.

Fungsi dan Kegunaan

Untuk apa obat Paramex digunakan?

Paramex adalah obat untuk mengobati sakit kepala dan demam. Paramex mengandung kafein, dexchlorpheniramine maleate, paracetamol dan propyphenazone.

Obat ini bekerja memblokir reseptor adenosin dan produksi prostaglandin untuk meredakan nyeri. Paramex juga bekerja menghalangi produksi histamin penyebab munculnya reaksi alergi dan meningkatkan aliran darah di kulit.

Cara Pakai

Bagaimana aturan pakai Paramex?

Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep.

Minum obat ini setelah makan. Telan obat secara langsung dengan bantuan air putih. Jangan mengunyah atau menghancurkan tablet karena hal tersebut dapat meningkatkan efek samping obat.

Konsumsi obat ini melalui mulut seperti yang disarankan oleh kemasan tablet.. Ikuti semua petunjuk pada kemasan produk. Jika Anda tidak yakin tentang sesuatu informasi, konsultasikan dengan dokter atau apoteker

Bagaimana cara menyimpan Paramex?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Paramex untuk dewasa?

Untuk dewasa, minum 1 tablet sebanyak 2-3 kali dalam sehari

Berapa dosis Paramex untuk anak-anak?

Untuk anak usia 12 tahun ke atas, minum 1 tablet sebanyak 2-3 kali dalam sehari

Untuk anak usia di bawah 12 tahun keamanan dan efektivitas obat belum ditentukan. Konsultasikan pada dokter untuk penggunaan lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apa Paramex tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet.

Efek Samping

Apa efek samping Paramex yang mungkin terjadi?

Ada beberapa hal yang dapat terjadi akibat efek samping obat Paramex. Berikut daftarnya:

  • Naik asam lambung
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sembelit

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum minum Paramex?

Sebelum menggunakan Paramex, beri tahu dokter Anda tentang daftar obat yang sedang Anda gunakan saat ini. Misalnya produk bebas seperti vitamin, suplemen, atau herbal.

Beri tahu dokter juga apabila Anda memiliki riwayat alergi, penyakit yang sudah ada sebelumnya, dan kondisi kesehatan saat ini (misalnya kehamilan atau operasi yang akan datang.

Beberapa kondisi kesehatan mungkin membuat Anda lebih rentan terhadap efek samping obat. Ambil dosis obat sesuai arahan dokter Anda atau ikuti arahan yang tercetak pada label kemasan.

Perhatikan beberapa peringatan berikut ini sebelum minum Paramex:

  • Jangan digunakan apabila memiliki asma
  • Hindari menaruh obat di tempat yang terlalu panas
  • Hindari menggunakan obat ini jika alergi terhadap parasetamol
  • Hindari obat ini apabila Anda memiliki kondisi obstruksi kandung kemih
  • Hindari obat ini apabila Anda memiliki kondisi sumbatan usus

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Apakah obat ini aman digunakan pada ibu hamil dan menyusui?

Obat ini mengandung gabungan obat parasetamol dan kafein tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui.

Asupan kafein tinggi dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir dengan berat rendah (BBLR), atau keterbelakangan pertumbuhan janin.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Paramex?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Paramex  dapat berinteraksi dengan obat dan produk berikut ini:

  • Alkohol
  • Antihistamin
  • Atropin
  • Depresan sistem saraf pusat
  • Cimetidine
  • Disulfiram
  • Efedrin
  • Fluoroquinolon
  • Juxtapid mipomersen

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Paramex?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 18, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 18, 2019

Yang juga perlu Anda baca