Lexmodine

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Lexmodine Merek: lexmodine, Lexmodine, Lexmodine dan Lexmodine.

Penggunaan

Untuk apa lexmodine digunakan?

Lexmodine adalah salah satu merek obat minum berupa tablet yang memiliki bahan aktif famotidine. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antagonis H2 atau H2 blockers yang bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam lambung. 

Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan lambung atau maag akut, di antaranya adalah: 

  • Mengatasi dan mencegah tukak lambung 
  • Mengatasi masalah penyakit asam lambung, atau juga dikenal dengan GERD
  • Mengatasi kondisi di mana lambung memproduksi asam lambung berlebih, seperti sindrom Zollinger-Ellison. 
  • Mengatasi dispepsia atau maag
  • Mengatasi dada terasa seperti terbakar (heartburn) yang terjadi akibat makan makanan atau minuman tertentu. 

Obat ini termasuk jenis obat resep, sehingga Anda tidak bisa membelinya secara bebas di apotek dan hanya bisa membelinya jika disertai dengan resep dari dokter. 

Bagaimana cara penggunaan lexmodine?

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dan perhatikan saat menggunakan obat ini, yaitu: 

  • Gunakan lexmodine sesuai dengan yang tertulis di resep yang diberikan oleh dokter Anda. Dosis yang ditentukan oleh dokter telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. 
  • Anda boleh mengonsumsi obat ini sebelum ataupun sesudah makan. Utamanya, ikuti instruksi yang diberikan dokter. 
  • Penggunaan obat ini bisa berlangsung hingga empat minggu lamanya. Namun, pada kasus tertentu, untuk benar-benar sembuh, Anda mungkin harus menggunakan obat ini hingga delapan minggu. 
  • Biasanya, lexmodine adalah bagian dari rangkaian pengobatan yang diberikan oleh dokter untuk mengatasi kondisi Anda. Tandanya, Anda mungkin harus melakukan beberapa hal lain dalam rangkaian tersebut, termasuk menggunakan obat-obatan lain, menjaga pola makan, dan berolahraga. 
  • Jika saat menggunakan obat ini, Anda tidak segera membaik atau kondisi semakin memburuk, beri tahu dokter. 

Bagaimana cara penyimpanan lexmodine?

Untuk menyimpan lexmodine, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan: 

  • Lexmodine sebaiknya disimpan di dalam suhu ruangan. 
  • Jangan menyimpan lexmodine di tempat yang lembap. 
  • Jauhkan lexmodine dari paparan sinar matahari dan cahaya langsung. 
  • Jangan menyimpan lexmodine di dalam kamar mandi. 
  • Jangan menyimpan serta membekukan obat ini di dalam freezer. 
  • Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. 

Sementara, berikut adalah hal yang harus Anda perhatikan saat hendak membuang lexmodine: 

  • Jika sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan lagi, buang obat ini dengan tata cara yang benar. 
  • Jangan membuang obat ini di saluran pembuangan air atau toilet. 
  • Jika Anda tidak tahu atau tidak yakin mengenai tata cara yang benar untuk membuang produk ini, sebaiknya tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat. 

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis lexmodine untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk ulkus duodenum

  • Dosis biasa (optional): 
    • 40 miligram (mg) diminum sekali sehari saat sebelum tidur 
    • 20 mg diminum dua kali sehari
  • Dosis perawatan: 20 mg diminum sekali sehari sebelum tidur 
  • Lama waktu penggunaan obat: 4 minggu 

Dosis dewasa untuk ulkus peptik

  • Dosis biasa (optional): 
    • 40 mg diminum sekali sehari sebelum tidur 
    • 20 mg diminum dua kali sehari 
  • Dosis perawatan: 20 mg diminum sekali sehari sebelum tidur 
  • Lama waktu penggunaan obat: 4 minggu 

Dosis dewasa untuk tukak lambung

  • Dosis biasa: 40 mg diminum sekali sehari sebelum tidur 
  • Lama waktu penggunaan obat: 6 minggu 

Dosis dewasa untuk GERD

  • Dosis biasa: 20 mg diminum dua kali sehari 
  • Lama waktu terapi: maksimal 6 minggu 

Dosis dewasa untuk esofagitis

  • Dosis biasa: 20-40 mg diminum dua kali sehari 
  • Lama waktu terapi: maksimum 12 minggu 

Dosis dewasa untuk sindrom Zollinger-Ellison

  • Dosis awal: 20 mg diminum setiap enam jam sekali 
  • Dosis maksimum: 160 mg diminum setiap enam jam sekali

Dosis dewasa untuk dispepsia

  • Dosis perawatan: 10-20 mg diminum sekali 
  • Dosis pencegahan: 10-20 mg diminum sekali sebelum makan makanan atau minuman yang mungkin dapat memicu timbulnya sensasi terbakar pada dada (10-60 menit sebelumnya). 
  • Dosis maksimum: 2 tablet setiap hari 
  • Maksimum waktu penggunaan obat: 14 hari 

Bagaimana dosis lexmodine untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk ulkus peptik

  • Untuk anak usia 1-16 tahun: 
    • Dosis biasa (optional): 
      • 0.5 mg/kilogram (kg) berat badan diminum sekali sehari sebelum tidur
      • 0.25 mg/kg berat badan diminum dua kali sehari 
    • Dosis maksimum: 40 mg/hari 
  • Untuk anak usia 16 tahun ke atas : 
    • Dosis biasa (optional): 
      • 40 mg diminum sekali sehari sebelum tidur 
      • 20 mg diminum dua kali sehari
    • Dosis perawatan: 20 mg diminum sekali sehari sebelum tidur 
    • Lama waktu penggunaan obat: 4 minggu 

Dosis anak-anak untuk GERD

  • Untuk anak usia 1-2 bulan: 
    • Dosis awal: 0.5 mg/kg berat badan diminum sekali sehari 
    • Lama waktu penggunaan obat: maksimum 8 minggu 
  • Untuk anak usia 3-11 bulan: 
    • Dosis awal: 0.5 mg/kg diminum dua kali dalam sehari 
    • Lama waktu penggunaan obat: maksimum 8 minggu 
  • Untuk anak usia 1-16 tahun: 
    • 0.5 mg/kg/hari diminum dua kali sehari 
    • Dosis maksimum: 40 mg
  • Untuk anak usia 16 tahun ke atas: 
    • 20 mg diminum dua kali sehari 
    • Lama penggunaan obat: maksimum 6 minggu 

Dosis anak-anak untuk dispepsia

  • Untuk anak usia 12 tahun ke atas: 
    • Dosis perawatan: 10-20 mg diminum sekali 
    • Dosis pencegahan: 10-20 mg diminum sekali sebelum makan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan gejala sensasi dada seperti terkabar (10-60 menit sebelum makan)
    • Dosis maksimum 2 tablet setiap hari 
    • Lama waktu penggunaan obat: maksimum 2 minggu 

Dalam dosis apa lexmodine tersedia?

Lexmodine tersedia dalam tablet:  20 mg, 40 mg. 

Efek Samping

Apa efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan lexmodine?

Sama halnya dengan obat-obatan lain, lexmodiane dapat memberikan efek samping penggunaan obat, baik yang ringan maupun serius. Berikut adalah efek samping ringan yang mungkin terjadi akibat penggunaan lexmodiane, seperti: 

  • Pusing dan sakit kepala 
  • Diare 
  • Sembelit 

Efek samping di atas memang efek samping ringan yang mungkin hilang dengan sendirinya. Namun, jika efek samping ini semakin memburuk, segera hubungi dokter. Ada pula efek samping serius yang harus Anda waspadai, seperti: 

  • Halusinasi
  • Kehilangan energi 
  • Kejang 
  • Detak jantung menjadi cepat 
  • Otot terasa sakit atau lemas 

Jika Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas, segera hubungi dokter. Saat timbul efek samping yang serius, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat. 

Peringatan & Pencegahan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan lexmodine?

Menggunakan lexmodine memang harus dengan hati-hati. Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakannya: 

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap lexmodine atau bahan aktif obat di dalamnya. Jika Anda tidak tahu apa bahan aktif yang terdapat di dalam obat ini, tanyakan kepada apoteker atau dokter. 
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki berbagai alergi terhadap obat, makanan, zat pengawet dan pewarna, hingga hewan. 
  • Beri tahu dokter segala jenis obat yang sedang Anda gunakan atau akan Anda gunakan. Obat-obatan ini juga termasuk obat resep, obat nonresep, vitamin, hingga produk herbal. 
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. 
  • Beri tahu dokter segala jenis kondisi kesehatan yang Anda alami atau miliki. 
  • Jika kondisi Anda tidak segera membaik atau justru semakin memburuk, beri tahu dokter. 

Apa lexmodine aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?

Masih belum diketahui apakah penggunaan lexmodiane dapat memberikan dampak tertentu pada ibu hamil dan menyusui. Jika Anda harus menggunakan obat ini untuk mengatasi kondisi kesehatan Anda, segera hubungi dokter. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B berdasarkan Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •     A: Tidak berisiko,
  •     B:Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •     C: Mungkin berisiko,
  •     D: Ada bukti positif dari risiko,
  •     X: Kontraindikasi,
  •     N: Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang dapat berinteraksi dengan lexmodine?

Meskipun obat-obat tertentu tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan, namun pada beberapa kasus, dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama bahkan jika  memungkinkan terjadinya interaksi. Jika hal ini terjadi, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis pengonsumsian, atau melakukan tindakan pencegahan lain jika diperlukan.

Bahan aktif utama di dalam lexmodiane, yaitu famotidine, dapat berinteraksi dengan berbagai macam obat. Interaksi yang paling sering terjadi adalah dengan jenis obat-obatan berikut.

  • Amfetamin
  • Benadryl
  • Ciprofloxacin
  • Cymbalta
  • Doxycycline
  • Ibuprofen
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin D3
  • Alprazolam
  • Cetirizine

Apa makanan dan alkohol yang dapat berinteraksi dengan lexmodine?

Obat-obat tertentu sebaiknya tidak dikonsumsi pada waktu makan atau saat memakan jenis makanan tertentu karena dapat terjadi interaksi. Mengonsumsi alkohol atau produk yang berasal dari tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya interaksi. Diskusikan dengan ahli kesehatan Anda untuk penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau produk yang berasal dari tembakau.

Apa kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan lexmodine?

Lexmodine dapat berinteraksi dengan beberapa kondisi kesehatan di dalam tubuh Anda, di antaranya adalah: 

  • Gangguan liver
  • Masalah ginjal
  • Kanker perut 
  • Perdarahan gastrointestinal atau perdarahan pada saluran cerna

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan jika melewatkan satu dosis?

Jika Anda melupakan satu dosis, minum segera dosis yang terlupa. Tetapi, jika waktu sudah menunjukkan untuk mengonsumsi dosis berikutnya, lupakan dosis yang terlupa dan minum dosis obat sesuai dengan jadwal. Jangan menggandakan dosis

Sumber

Direview tanggal: April 20, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 30, 2019

Yang juga perlu Anda baca