Leuprorelin obat apa?

Oleh

Nama Generik: Leuprorelin Merek: Divalin, Endrolin, Tapros, Tapros 3M, Tapros Depot dan Lectrum.

Penggunaan

Untuk apa leuprorelin?

Leuprorelin digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut pada pria. Obat ini tidak menyembuhkan. Banyak jenis kanker prostat membutuhkan hormon pria testosteron untuk tumbuh dan menyebar. Leuprorelin bekerja dengan mengurangi jumlah testosteron yang diproduksi tubuh. Ini membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker dan membantu meredakan gejala seperti sulit atau sakit saat buang air kecil. Konsultasikan pada dokter mengenai risiko dan manfaat pengobatan.

Leuprorelin juga digunakan untuk menghentikan puber awal (precocious puberty) pada anak-anak. Obat ini membantu menunda perkembangan seksual (misalnya, pertumbuhan payudara/testikel) dan mulainya menstruasi. Obat ini juga membantu memperlambat kecepatan pertumbuhan tulang jadi kemungkinan mencapai tinggi dewasa yang normal meningkat. Leuprorelin bekerja dengan mengurangi jumlah hormon seks yang diproduksi tubuh anak-anak (estrogen pada anak perempuan, dan testosteron pada anak lelaki).

KEGUNAAN LAIN: bagian ini mengandung penggunaan obat ini yang tidak tertera pada label profesional dari obat tersebut namun dapat diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Gunakan obat ini untuk kondisi yang dilampirkan pada bagian ini apabila telah diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Produk leuprorelin lain juga dapat digunakan untuk mengobati gangguan pada uterus (misalnya endometriosis, fibroids). Pada wanita, leuprorelin mengurangi jumlah estrogen yang diproduksi tubuh.

Bagaimana cara penggunaan leuprorelin?

Obat ini diberikan melalui injeksi di bawah kulit (subcutaneously), biasanya sekali sehari atau sebagaimana diinstruksikan oleh dokter Anda. Pada anak-anak, dosis didasarkan pada berat badan dan respons pada terapi. Dokter harus mempertimbangkan menghentikan pengobatan sebelum usia 11 tahun untuk anak perempuan dan usia 12 tahun untuk anak lelaki. Konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apabila Anda diinstruksikan untuk menyuntikkan obat ini sendiri, pelajari semua persiapan dan instruksi penggunaan pada kemasan produk. Pelajari bagaimana cara penyimpanan dan pembuangan jarum suntik dan perlengkapan medis dengan aman. Apabila ada informasi yang kurang jelas, konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda. Sebelum menggunakan, periksa produk ini untuk partikel atau perubahan warna. Jika ada, jangan digunakan. Ganti lokasi injeksi setiap kali penggunaan untuk menghindari area bermasalah di bawah kulit. Gunakan obat ini dengan teratur untuk mendapat hasil terbaik. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan pada jam yang sama tiap hari. Beri tahu dokter apabila gejala tidak membaik atau apabila gejala-gejala tersebut memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan leuprorelin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis leuprorelin untuk orang dewasa?

Dosis untuk kanker pada orang dewasa

1 mg injeksi subcutaneous sekali sehari
7.5 mg depot IM atau depot subcutaneous sekali tiap bulanatau
22.5 mg depot IM sekali tiap 3 bulan atau
30 mg depot IM sekali tiap 4 bulan atau
45 mg injeksi subcutaneous tiap 6 bulan atau
65 mg implan subcutaneous sekali tiap 12 bulan

Dosis untuk Endometriosis pada orang dewasa

3.75 mg IM sekali tiap bulan hingga 6 bulan atau 11.25 mg depot tiap 3 bulan

Dosis untuk Uterine Leiomyomata pada orang dewasa

3.75 mg IM sekali tiap bulan hingga 6 bulan atau 11.25 mg depot tiap 3 bulan

Bagaimana dosis leuprorelin untuk anak-anak?

Dosis untuk Precocious Puberty pada anak-anak

Injeksi depot:
Berat tubuh: Kurang dari atau sama dengan 25 kg: 7.5 mg IM sekali tiap bulan
Berat tubuh: Lebih besar dari 25 kg hingga 37.5 kg: 11.25 mg IM sekali tiap bulan
Berat tubuh: Lebih besar dari 37.5 kg: 15 mg IM sekali tiap bulan

Dalam bentuk dosis apakah leuprorelin tersedia?

  • Injeksi 22.5 (3 bulan depot)
  • Injeksi 30 mg (4 bulan depot)
  • Injeksi 45 mg (6 bulan depot)
  • Bubuk untuk injeksi, lyophilized 7.5 mg
  • Leuprolide Acetate: Injeksi 5 mg/mL
  • Lupron Depot: Microspheres untuk injeksi, lyophilized 3.75 mL, 7.5 mg/mL
  • Lupron Depot-3 Bulan: Microspheres untuk injeksi, lyophilized 11.25 mg, 22.5 mg
  • Lupron Depot-4 Bulan: Microspheres untuk injeksi, lyophilized 30 mg
  • Lupron Depot-Ped: Microspheres untuk injeksi, lyophilized 7.5 mg, 11.25 mg, 15 mg
  • Lupron untuk penggunaan pasien anak-anak: Injeksi 5 mg/mL

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena leuprorelin?

Segera cari pertolongan gawat darurat apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: ruam; kesulitan bernapas; pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera apabila Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • nyeri tulang, kehilangan kemampuan bergerak di bagian tubuh manapun
  • pembengkakan, peningkatan berat badan secara cepat
  • rasa sakit, terbakar, tersengat, lebam, atau kemerahan dimana obat disuntikkan
  • merasa seperti akan pingsan
  • nyeri dada atau perasaan tidak nyaman, mengi, batuk kering atau berdahak
  • rasa sakit saat atau sulit buang air kecil
  • gula darah tinggi (sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat, rasa lapar, mulut kering, bau mulut, kantuk, kulit kering, penglihatan kabur, penurunan berat badan)
  • mati rasa atau lemas tiba-tiba (khususnya pada satu sisi tubuh), masalah dengan berbicara atau keseimbangan
  • sakit kepala tiba-tiba dengan masalah penglihatan, muntah, kebingungan, detak jantung yang lambat, denyut lemah, pingsan, pernapasan lambat
  • nyeri dada yang menyebar ke lengan dan bahu, mual, berkeringat, dan perasaan tidak enak

Efek samping serius yang jarang terjadi dapat termasuk:

  • sakit atau sensasi tidak biasa pada punggung
  • mati rasa, lemah, atau kesemutan pada kaki
  • kehilangan kontrol pencernaan atau saluran kencing
  • mual, sakit pada perut bagian atas, gatal, kehilangan nafsu makan, urin gelap, feses berwarna pucat, dan kuning pada mata atau kulit.

Efek samping yang kurang serius termasuk:

  • jerawat, pertumbuhan rambut di wajah yang meningkat
  • perdarahan breakthrough pada anak perempuan di dua bulan pertama pengobatan leuprorelin
  • pusing, lemah, merasa lelah
  • merasa panas tiba-tiba, berkeringat saat tidur, menggigil, kulit lembap
  • muntah, diare, konstipasi, nyeri perut
  • kemerahan pada kulit, gatal, atau kulit mengelupas
  • nyeri otot atau sendi
  • gatal atau pengeluaran cairan dari vagina
  • pembengkakan payudara atau nyeri
  • nyeri pada testikel
  • impoten, kehilangan ketertarikan pada seks
  • depresi, masalah tidur (insomnia), masalah pada ingatan
  • kemerahan, rasa terbakar, tersengat, atau nyeri di area obat disuntikkan.

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan leuprorelin?

Sebelum menggunakan Leuprorelin, beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda memiliki alergi terhadap leuprorelin, goserelin (Zoladex), histrelin (Supprelin LA, Vantas), nafarelin (Synarel), triptorelin (Trelstar), obat-obatan lain, atau komposisi apapun dalam produk leuprorelin. Tanyakan daftar komposisi pada apoteker Anda.

Beri tahu dokter dan apoteker apa obat-obatan resep dan resep, vitamin, suplemen, dan produk herbal yang Anda konsumsi atau berencana untuk mengonsumsi. Pastikan Anda menyebutkan obat-obatan berikut obat-obatan tertentu untuk detak jantung tidak beraturan seperti amiodarone (Cordarone), disopyramide (Norpace), procainamide (Procanbid), quinidine, and sotalol (Betapace, Betapace AF, Sorine); obat-obatan untuk kejang; atau steroid oral seperti dexamethasone (Decadron, Dexpak), methylprednisolone (Medrol), dan prednisone (Sterapred). Dokter Anda mungkin perlu mengganti dosis obat-obatan atau mengawasi Anda untuk efek-efek samping. Beri tahu dokter apabila Anda mengalami perdarahan vaginal yang tidak biasa. Dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk tidak menggunakan injeksi leuprorelin.

Beri tahu dokter apabila Anda atau siapapun di keluarga Anda mengalami atau memiliki riwayat osteoporosis (kondisi dimana tulang tipis dan lebih mudah patah); apabila Anda memiliki riwayat meminum alkohol atau menggunakan produk tembakau dalam waktu yang lama, atau apabila Anda mengalami atau memiliki riwayat depresi, kanker yang menyebar ke tulang punggung, diabetes, obstruksi saluran kencing (penyumbatan yang menyebabkan kesulitan buang air kecil, darah di dalam urin, prolonged QT interval (kondisi jantung yang dapat menyebabkan detak jantung yang tidak merata, pingsan, atau kematian tiba-tiba), penyakit jantung, atau tingkat potassium, kalsium, atau magnesium pada darah.

Penting untuk diketahui bahwa leuprorelin tidak dapat digunakan pada wanita yang hamil, dapat menjadi hamil, atau dalam masa menyusui. Beri tahu dokter apabila Anda hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. Dokter Anda mungkin akan melakukan tes kehamilan untuk benar-benar mengetahui bahwa Anda tidak hamil saat memulai pengobatan injeksi leuprorelin. Anda akan memerlukan metode KB non hormona; yang dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan saat menjalani pengobatan leuprorelin. Tanyakan pada dokter mengenai tipe KB yang cocok untuk Anda, dan teruskan penggunaan metode KB tersebut  meskipun Anda tidak mengalami menstruasi seperti biasa selama pengobatan. Apabila Anda hamil saat menjalani pengobatan, hubungi dokter segera. Injeksi leuprorelin dapat membahayakan bagi janin.

Hindari ekspos berlebihan oleh sinar matahari dan pakai pakaian, kacamata, dan sunscreen untuk melindungi diri dari matahari. Injeksi leuprorelin dapat membuat kulit sensitif terhadap cahaya matahari.

Apakah leuprorelin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Belum diketahui apabila leuprorelin dapat keluar melalui ASI dan dapat membahayakan bayi menyusui. Jangan menyusui saat menggunakan obat ini.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan leuprorelin?

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko Anda untuk terkena efek samping serius. Dokumen ini tidak menyertakan semua interaksi obat yang dapat terjadi. Simpan daftar produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan beri tahu dokter dan apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa sepengetahuan dokter Anda. Obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan Leuprorelin adalah:

  • antibiotik–azithromycin, clarithromycin, erythromycin, levofloxacin, moxifloxacin, pentamidine; obat-obatan anti malaria–chloroquine, halofantrine
  • obat-obatan kanker–arsenic trioxide, vandetanib; heart rhythm medicine–amiodarone, disopyramide, dofetilide, dronedarone, flecainide, ibutilide, quinidine, sotalol; atau
  • obat-obatan untuk mengobati depresi dan gangguan kejiwaan–citalopram, chlorpromazine, escitalopram, haloperidol, pimozide, thioridazine.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan leuprorelin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan leuprorelin?

Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • faktor risiko untuk tulang keropos (riwayat osteoporosis sendiri atau di keluarga, merokok, penggunaan alkohol, menggunakan steroid atau obat-obatan kejang dalam jangka waktu yang lama)
  • diabetes, tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan yang baru terjadi, kolesterol tinggi (khususnya pada pria)
  • penyakit jantung, gagal jantung bawaan, riwayat sindrom Long QT
  • ketidakseimbangan elektrolit (seperti tingkat potassium atau magnesium rendah dalam darah)
  • epilepsi
  • asma
  • migrain
  • penyakit ginjal
  • riwayat depresi
  • kanker tulang yang mempengaruhi tulang punggung
  • darah pada urin
  • atau tidak bisa buang air kecil

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melewatkan satu sesi injeksi leuprorelin, Anda harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan untuk menjadwal ulang pertemuan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca