Kalium Klorida obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Kalium Klorida Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa Kalium Klorida?

Kalium klorida adalah obat suplemen mineral dengan fungsi untuk mengobati atau mencegah hipokalemia, alias kekurangan kalium. Seseorang dinyatakan kekurangan kalium bila kadar kalium dalam darahnya kurang dari 3,5 mEq (miliekuivalen)/L. Padahal dalam kondisi normal, kadar kalium di dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 5 mEq/L.

Kalium atau juga dikenal sebagai potassium merupakan mineral penting yang disebut sebagai elektrolit. Di dalam tubuh, mineral ini membantu sel, ginjal, jantung, otot, dan saraf Anda berfungsi dengan baik.

Beberapa orang mungkin bisa mendapatkan asupan kalium yang cukup hanya dengan mengonsumsi makanan yang seimbang. Namun, beberapa orang lainnya tidak bisa memenuhi asupan kalium hariannya. Alhasil, kadar kalium dalam tubuhnya rendah.

Sejumlah kondisi yang dapat menurunkan kadar kalium dalam tubuh Anda termasuk diare kronis yang berkepanjangan, muntah terus-terusan, hingga masalah hormon seperti hiperaldosteronism. Mengonsumsi obat-obatan diuretik atau yang lebih dikenal dengan ‘pil air’ juga bisa menyebabkan kadar kalium dalam tubuh rendah.

Untuk memastikan kadar kalium dalam tubuh Anda berada di batas normal atau tidak, silakan berkonsultasi langsung ke dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan beberapa tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, dan tes EKG.

Bagaimana cara penggunaan Kalium Klorida?

Berikut beberapa aturan pakai Kalium Klorida yang perlu Anda ketahui.

Minum obat secara utuh

Jangan menghancurkan, mengunyah, atau menghisap kapsul ukuran besar atau tablet. Melakukan hal tersebut dapat melepaskan semua obat sekaligus, meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jangan memecah tablet ukuran besar kecuali mereka memiliki garis bagi dan dokter atau apoteker memberitahu Anda untuk melakukannya.

Intinya, telan obat secara utuh. Jika Anda memiliki kesulitan menelan kapsul, beri tahu dokter atau apoteker. Beberapa merek dapat dibuka dan isinya ditaburi ke sesendok makanan lunak seperti saus apel atau puding.

Jangan gunakan sendok makan biasa

Sementara bila dokter memberikan obat ini dalam bentuk cairan, jangan gunakan sendok makan maupun gelas biasa. 

Sebaliknya, gunakan pipet tetes, sendok obat, atau gelas ukur yang biasanya tersedia di dalam bungkus kemasan. Bila keduanya tidak tersedia, jangan ragu untuk bertanya langsung pada apoteker atau dokter.

Waktu minum obat

Obat ini harus diminum setelah makan. Minum segelas air putih setelahnya untuk memastikan Anda menelan semua obat. Usahakan untuk tidak berbaring selama 10 menit setelah minum obat ini.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Supaya Anda tidak lupa, minum obat ini di waktu yang sama setiap hari.

Bila sewaktu-waktu lupa minum obat ini dan jeda konsumsi berikutnya masih jauh, disarankan segera melakukannya begitu ingat. Sementara jika jeda waktunya sudah dekat, abaikan dan jangan coba-coba untuk menggandakan dosis.

Minum sesuai dosis yang dianjurkan

Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa sepengetahuan dokter. Minum obat yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko efek samping. 

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan lebih sering daripada yang ditentukan.

Jangan berikan obat ke orang lain

Jangan memberikan obat ini ke orang lain meski mereka mengeluhkan gejala yang serupa dengan Anda. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan bagaimana tubuh mereka merespon pengobatan.

Minum obat ini persis seperti yang dianjurkan dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label resep dan baca semua panduan pengobatan atau lembar instruksi dengan teliti. Jangan ragu untuk bertanya ke dokter bila Anda belum paham betul cara pakainya.

Terakhir, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau justru semakin parah. Jika Anda memiliki pertanyaan, sebaiknya juga segera berkonsultasi ke dokter.

Bagaimana cara menyimpan Kalium Klorida?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Kalium Klorida untuk orang dewasa?

Dosis untuk mengatasi kekurangan kalium

  • Cairan infus: dosis dan laju pemberian tergantung kondisi tiap pasien. Bila kadar kalium dalam darah 2,5 mEq/L atau lebih, berikan kurang dari 10 milliequivalent (mEq) per jam. Dosis maksimal adalah 200 mEq per jam. Harus diencerkan terlebih dahulu sebelum pemberian. Konsentrasi tidak melebihi 40 mEq/L 
  • Tablet: 40-100 mEq per hari terbagi menjadi 2-5 dosis yang sama besar.

Dosis untuk mengatasi mencegah kekurangan kalium

  • Cairan infus: dosis dan laju pemberian tergantung kondisi tiap pasien. Bila kadar kalium dalam darah 2,5 mEq/L atau lebih, berikan kurang dari 10 milliequivalent (mEq) per jam. Dosis maksimal adalah 200 mEq per jam. Harus diencerkan terlebih dahulu sebelum pemberian. Konsentrasi tidak melebihi 40 mEq/L 
  • Tablet: 10-20 mEq oral sekali sehari diberikan dalam dosis yang terbagi.

Pada prinsipnya, dosis obat untuk setiap orang mungkin berbeda-beda. Dokter biasanya menentukan dosis obat yang cocok berdasarkan dengan kadar kalium dalam darah dan pemeriksaan elektrokardiografi.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Hal ini semata-mata untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bagaimana dosis Kalium Klorida untuk anak-anak?

Dosis untuk mengatasi hipokalemia pada anak

  • Larutan oral: 2 mEq per kg hingga 4 mEq per kg dalam dosis yang terbagi. Dosis maksimal harian 100 mEq.
  • Infus: dosis dan laju pemberian tergantung kondisi tiap pasien. Bila kadar kalium dalam darah 2,5 mEq/L atau lebih, berikan kurang dari 10 milliequivalent (mEq) per jam. Dosis maksimal adalah 200 mEq per jam. Harus diencerkan terlebih dahulu sebelum pemberian. Konsentrasi tidak melebihi 40 mEq/L 

Dosis untuk mencegah hipokalemia pada anak

  • Larutan oral: dosis awal 1 mEg/kg/hari. Dosis maksimal 3 m3q/kg/hari.
  • Infus: dosis dan laju pemberian tergantung kondisi tiap pasien. Bila kadar kalium dalam darah 2,5 mEq/L atau lebih, berikan kurang dari 10 milliequivalent (mEq) per jam. Dosis maksimal adalah 200 mEq per jam. Harus diencerkan terlebih dahulu sebelum pemberian. Konsentrasi tidak melebihi 40 mEq/L 

Dalam dosis apakah Kalium Klorida tersedia?

Suplemen obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan cairan infus.

Efek Samping

Apa saja efek samping Kalium Klorida?

Sama seperti obat-obat pada umumnya, obat suplemen satu ini juga berpotensi menimbulkan efek samping dari ringan hingga berat. Beberapa efek samping yang paling umum dan sering dikeluhkan di antaranya:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut kembung atau begah
  • Nyeri saat menelan
  • Feses mengandung sisa selubung tablet yang tidak tercena tubuh

Hentikan menggunakan Kalium Klorida dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini:

  • Kebingungan, kecemasan, perasaan seperti Anda akan pingsan
  • Jantung berdebar cepat
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Sering merasa haus dan ingin buang air kecil
  • Rasa tidak nyaman di kaki
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Mati rasa atau perasaan geli di tangan atau kaki, atau sekitar mulut
  • Sakit perut yang parah yang disertai dengan diare terus menerus atau muntah
  • Perubahan warna pada feses menjadi lebih gelap
  • Batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi

Anda juga sebaiknya segera cari bantuan medis darurat jika mengalami tanda-tanda reaksi alergi parah. Meliputi mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal di sekujur tubuh, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau merasa seperti Anda akan pingsan.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Kalium Klorida?

Supaya obat suplemen satu ini dapat memberikan manfaat yang maksimal, Anda  perlu Anda ketahui beberapa hal ini sebelum mengonsumsinya:

Alergi

Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi. Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah atau masalah lainnya.

Silakan bertanya langsung ke dokter untuk mengetahui informasi lebih jelasnya.

Riwayat penyakit tertentu

Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker tentang kondisi Anda yang sebenarnya. Hal ini termasuk bila Anda pernah atau sedang memiliki penyakit seperti:

  • Kadar kalium dalam darah yang terlalu tinggi (hiperkalemia)
  • Penyakit ginjal dan penyakit hiti
  • Diabetes
  • Dehidrasi parah
  • Penyakit jantung
  • Kelainan kelenjar adrenal
  • Perdarahan lambung atau usus
  • Penyumbatan di perut atau usus
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Cedera jaringan besar seperti luka bakar parah
  • Diare kronis
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Crohn

Obat-obatan tertentu

Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat nonresep, dan produk herbal).

Anda juga sebaiknya memberi tahu dokter bila belakangan ini juga sedang mengonsumsi suplemen kalium lain. Sebab, terlalu banyak kalium dapat menyebabkan efek samping yang serius.

Pemeriksaan berkala

Untuk memastikan kadar kalium dalam darah, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan berkala.

Biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan beberapa tes laboratorium seperti tes darah, tes urine, dan tes elektrokardiograf (EKG). Pemeriksaan EKG bertujuan untuk mengukur aktivitas listrik di jantung. Hasil pemeriksaan EKG membantu dokter menentukan durasi pengobatan yang akan dijalani pasien.

Perhatikan asupan makanan

Dokter dapat merancang pola makan yang cocok dengan kondisi Anda. Mungkin akan ada beberapa makanan yang harus Anda hindari supaya pengobatan bisa berjalan lebih optimal.

Hamil dan menyusui

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika dibutuhkan. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter Anda.

Apakah Kalium Klorida aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Kalium Klorida?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Hipokalemia tidak seharusnya diobati dengan pemberian garam kalium dan diuretik kalium, misalnya, spironolactone, triamterene, atau amilorid. Pasalnya pemberian secara serentak produk-produk tersebut justru dapat menghasilkan hiperkalemia berat.

Obat ini juga sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan angiotensin converting enzyme inhibitor. Golongan obat angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor seperti kaptopril dan enalapril akan menghasilkan beberapa retensi kalium dengan menghambat produksi aldosteron.

Suplemen kalium boleh diberikan kepada pasien yang sedang rutin mengonsumsi obat ACE inhibitor, tapi dengan catatan harus dalam pengawasan yang ketat oleh dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Kalium Klorida?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Kalium Klorida?

Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama:

  • Kadar kalium dalam darah yang terlalu tinggi (hiperkalemia)
  • Penyakit ginjal
  • Sirosis atau penyakit hati lainnya
  • Kelainan kelenjar adrenal
  • Cedera jaringan besar seperti luka bakar parah
  • Dehidrasi parah
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Perdarahan lambung atau usus
  • Penyumbatan di perut atau usus
  • Diare kronis (seperti kolitis ulseratif, penyakit Crohn)

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 17, 2019

Sumber