Nama Generik: Human Albumin Merek: Albapure 20, Albuman 20%, Albuminar-25, Human Albumin 20% Behring, Octalbin, Plasbumin-20, Plasbumin-25, Plasbumin-5, Zenalb 20, Albumin-Human 20%, Alburaas, Albutein, Cealb, Farmin BT, Fimalbumin, Human Albumin 20% Biotest dan Robumin.

Penggunaan

Untuk apa human albumin?

Human Albumin digunakan untuk mengatasi volume darah yang menurun (hipovolemia) yang disebabkan oleh situasi darurat di mana pasien menderita perdarahan aktif atau kritis. Kehilangan volume darah mendadak dalam jumlah banyak dapat menyebabkan tubuh mengalami syok dan mengancam nyawa.

Human albumin adalah konsentrat protein plasma terbuat dari darah manusia. Albumin bekerja dengan meningkatkan volume plasma atau tingkat serum albumin.

Bagaimana cara penggunaan human albumin?

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

 

Gunakan human albumin seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Periksa label pada obat untuk instruksi dosis yang tepat.

Human albumin biasanya diberikan sebagai suntikan di dokter, rumah sakit, atau klinik. Jika Anda menggunakan human albumin di rumah, hati-hati mengikuti prosedur injeksi yang diajarkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda.

Jika human albumin terlihat mengandung partikel asing atau berubah warna, atau jika botol retak atau rusak, jangan menggunakannya.

Gunakan human albumin dengan perangkat administrasi yang disertakan.  Pastikan filter digunakan. Setelah dibuka, administrasi harus dimulai dalam waktu 4 jam. Buang botol yang telah terbuka selama lebih dari 4 jam. Jangan menyimpan botol untuk digunakan nanti.

Jangan menginjeksikan human albumin lebih cepat daripada waktu yang ditentukan oleh dokter Anda.

Tanyakan dokter setiap pertanyaan yang Anda miliki tentang bagaimana menggunakan human albumin.

Bagaimana cara penyimpanan human albumin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis human albumin untuk orang dewasa?

Dosis umum dewasa untuk Peritonitis
Albumin 5%:

Dosis awal: 250/500 mL IV pada kecepatan 1 – 2 mL/menit saat tidak adanya syok. Kapasitas set administrasi adalah satu-satunya batas pada pasien yang kehilangan darah. Tingkat infus dan total volume yang akan diberikan ditentukan oleh kondisi dan respon pasien. Dosis awal dapat diikuti oleh albumin tambahan dalam waktu 15 – 30 menit jika respon tidak memadai.

Albumin 25%:
Dosis awal: Pasien mungkin memerlukan 200 – 300 mL IV untuk mengurangi edema dan membawa kadar serum protein kembali normal. Karena pasien biasanya memiliki volume darah mendekati normal, dosis lebih dari 100 mL untuk albumin 25% tidak harus diberikan lebih cepat dari 100 mL IV lebih dari 30 sampai 45 menit untuk menghindari kelebihan beban sirkulasi. Jika administrasi lebih lambat yang diinginkan, 200 mL albumin 25% dapat dicampur dengan 300 mL larutan dekstrosa 10% dan dikendalikan dengan laju IV 100 mL per jam.

 

Dosis umum dewasa untuk Syok
Albumin 5%:
Dosis awal: 250/500 mL IV pada kecepatan 1 – 2 mL/menit saat tidak adanya syok overt. Kapasitas set administrasi adalah satu-satunya batas pada pasien yang kehilangan darah. Tingkat infus dan total volume yang akan diberikan ditentukan oleh kondisi dan respon pasien. Dosis awal dapat diikuti oleh albumin tambahan dalam waktu 15 – 30 menit jika respon tidak memadai.

Albumin 25%:
Dosis awal: Pasien mungkin memerlukan 200 – 300 mL IV untuk mengurangi edema dan membawa kadar serum protein kembali normal. Karena pasien tersebut biasanya memiliki volume darah mendekati normal, dosis lebih dari 100 mL albumin 25% tidak harus diberikan lebih cepat dari 100 mL IV lebih dari 30 sampai 45 menit untuk menghindari kelebihan beban sirkulasi. Jika administrasi lebih lambat yang diinginkan, 200 mL albumin 25% dapat dicampur dengan 300 mL larutan dekstrosa 10% dan dikendalikan dengan laju IV 100 mL per jam.

 

Dosis umum dewasa untuk Pankreatitis
Albumin 5%:
Dosis awal: 250/500 mL IV pada kecepatan 1 – 2 mL/menit saat tidak adanya syok overt. Kapasitas set administrasi adalah satu-satunya batas pada pasien yang kehilangan darah. Tingkat infus dan total volume yang akan diberikan ditentukan oleh kondisi dan respon pasien. Dosis awal dapat diikuti oleh albumin tambahan dalam waktu 15 – 30 menit jika respon tidak memadai.

Albumin 25%:
Dosis awal: Pasien mungkin memerlukan 200 – 300 mL IV untuk mengurangi edema dan membawa kadar serum protein kembali normal. Karena pasien tersebut biasanya memiliki volume darah mendekati normal, dosis lebih dari 100 mL albumin 25% tidak harus diberikan lebih cepat dari 100 mL IV lebih dari 30 sampai 45 menit untuk menghindari kelebihan beban sirkulasi. Jika administrasi lebih lambat yang diinginkan, 200 mL albumin 25% dapat dicampur dengan 300 mL larutan dekstrosa 10% dan dikendalikan dengan laju IV 100 mL per jam.
Dosis Dewasa biasa untuk luka bakar eksternal
Albumin 5%:
Dosis awal: 250/500 mL IV pada kecepatan 1 – 2 mL/menit saat tidak adanya syok overt. Kapasitas set administrasi adalah satu-satunya batas pada pasien yang kehilangan darah. Tingkat infus dan total volume yang akan diberikan ditentukan oleh kondisi dan respon pasien. Dosis awal dapat diikuti oleh albumin tambahan dalam waktu 15 – 30 menit jika respon tidak memadai.

Albumin 25%:
Dosis awal: Pasien mungkin memerlukan 200 – 300 mL IV untuk mengurangi edema dan membawa kadar serum protein kembali normal. Karena pasien tersebut biasanya memiliki volume darah mendekati normal, dosis lebih dari 100 mL albumin 25% tidak harus diberikan lebih cepat dari 100 mL IV lebih dari 30 sampai 45 menit untuk menghindari kelebihan beban sirkulasi. Jika administrasi lebih lambat yang diinginkan, 200 mL albumin 25% dapat dicampur dengan 300 mL larutan dekstrosa 10% dan dikendalikan dengan laju IV 100 mL per jam.


Dosis umum dewasa untuk Hypoproteinemia
Albumin 5%:
Dosis awal: 250/500 mL IV pada kecepatan 1 – 2 mL/menit saat tidak adanya syok overt. Kapasitas set administrasi adalah satu-satunya batas pada pasien yang kehilangan darah. Tingkat infus dan total volume yang akan diberikan ditentukan oleh kondisi dan respon pasien. Dosis awal dapat diikuti oleh albumin tambahan dalam waktu 15 – 30 menit jika respon tidak memadai.

Albumin 25%:
Dosis awal: Pasien mungkin memerlukan 200 – 300 mL IV untuk mengurangi edema dan membawa kadar serum protein kembali normal. Karena pasien tersebut biasanya memiliki volume darah mendekati normal, dosis lebih dari 100 mL albumin 25% tidak harus diberikan lebih cepat dari 100 mL IV lebih dari 30 sampai 45 menit untuk menghindari kelebihan beban sirkulasi. Jika administrasi lebih lambat yang diinginkan, 200 mL albumin 25% dapat dicampur dengan 300 mL larutan dekstrosa 10% dan dikendalikan dengan laju IV 100 mL per jam.

Dosis umum dewasa untuk hilangnya albumin pascaoperasi

Albumin 5%:
Dosis awal: 250/500 mL IV pada kecepatan 1 – 2 mL/menit saat tidak adanya syok overt. Kapasitas set administrasi adalah satu-satunya batas pada pasien yang kehilangan darah. Tingkat infus dan total volume yang akan diberikan ditentukan oleh kondisi dan respon pasien. Dosis awal dapat diikuti oleh albumin tambahan dalam waktu 15 – 30 menit jika respon tidak memadai.

Albumin 25%:
Dosis awal: Pasien mungkin memerlukan 200 – 300 mL IV untuk mengurangi edema dan membawa kadar serum protein kembali normal. Karena pasien tersebut biasanya memiliki volume darah mendekati normal, dosis lebih dari 100 mL albumin 25% tidak harus diberikan lebih cepat dari 100 mL IV lebih dari 30 sampai 45 menit untuk menghindari kelebihan beban sirkulasi. Jika administrasi lebih lambat yang diinginkan, 200 mL albumin 25% dapat dicampur dengan 300 mL larutan dekstrosa 10% dan dikendalikan dengan laju IV 100 mL per jam.

Bagaimana dosis human albumin untuk anak-anak?

Dosis umum anak untuk Peritonotis
Albumin 5%:

Dosis awal: 10 – 15 mL IV per lb berat badan (4,5-6,8 mL per kg), biasanya disertai dengan pengawasan ketat.

Dosis umum anak untuk Syok
Albumin 5%:

Dosis awal: 10 – 15 mL IV per lb berat badan (4,5-6,8 mL per kg), biasanya disertai dengan pengawasan ketat.

Dosis umum anak untuk Pankreatitis
Albumin 5%:

Dosis awal: 10 sampai 15 mL per pon (4,5-6,8 mL per kg) berat badan IV biasanya memadai disertai dengan pengawasan ketat dari anak.


Dosis umum anak untuk luka bakar eksternal
Albumin 5%:

Dosis awal: 10 – 15 mL IV per lb berat badan (4,5-6,8 mL per kg) , biasanya disertai dengan pengawasan ketat.

Dosis umum anak untuk Hypoproteinemia
Albumin 5%:

Dosis awal: 10 – 15 mL IV per lb berat badan (4,5-6,8 mL per kg) , biasanya disertai dengan pengawasan ketat.

Dosis umum anak untuk hilangnya albumin pascaoperasi
Albumin 5%:

Dosis awal: 10 – 15 mL IV per lb berat badan (4,5-6,8 mL per kg) , biasanya disertai dengan pengawasan ketat.

 

Dalam dosis apakah human albumin tersedia?

Human Albumin tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

Solution, injeksi intravena: 5% (50 mL), 25% (50 mL, 100 mL)

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena human albumin?

Semua obat dapat mengalami efek samping, tetapi banyak juga orang yang tidak atau hanya mengalami sedikit efek samping. Ketika digunakan dalam dosis kecil, tidak ada efek samping UMUM telah dilaporkan mengenai human albumin. Segera cari perawatan medis jika salah satu efek samping berat terjadi reaksi alergi parah (ruam; gatal-gatal, gatal, kesulitan bernafas, sesak di dada, pembengkakan mulut, wajah, bibir, atau lidah); perubahan denyut jantung atau pernapasan; panas dingin; kebingungan; kelebihan air liur; pingsan; demam; sakit kepala; mual; muntah; kelemahan.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan human albumin?

Sebelum menggunakan Human Albumin, hubungi dokter jika:

  • Anda alergi pada bahan yang terkandung dalam human albumin
  • Anda mengalami atau memiliki riwayat gagal jantung, gagal ginjal atau anemia kronis yang stabil, atau Anda berisiko kelebihan cairan

Apakah human albumin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam kategori risiko kehamilan C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:
• A = tidak ada risiko
• B = tidak ada risiko dalam beberapa studi
• C = mungkin ada beberapa risiko
• D = bukti positif dari risiko
• X = kontraindikasi
• N = tidak diketahui

 

Tidak diketahui apakah obat ini dapat  dalam terserap ke dalam ASI. Human albumin diberikan pada ibu menyusui hanya jika diperlukan. Karena banyak obat yang terserap ke dalam ASI, peringatan dan pencegahan harus diperhatikan dengan saksama saat memberikan human albumin kepada ibu hamil.

 

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan human albumin?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

 

Solusi albumin tidak boleh dicampur dengan hidrolisat protein atau solusi beralkohol. Risiko reaksi atipikal dengan ACE inhibitor pada pasien yang menjalani terapi pertukaran plasma dengan penggantian human albumin.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan human albumin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau pada saat waktu sekitar makan pada makanan atau makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan human albumin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui
  • jika Anda sedang menggunakan obat resep atau obat non resep, persiapan herbal, atau suplemen makanan
  • jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan, atau zat lain
  • hipertensi atau cadangan jantung rendah

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan