Gestodene + Ethinylestradiol obat apa?

Oleh

Nama Generik: Gestodene + Ethinylestradiol Merek: Gynera.

Penggunaan

Untuk apa gestodene + ethinylestradiol?

Pengobatan ini digunakan sebagai alat kontrasepsi yang diminum. Obat ini bekerja mencegah ovulasi dengan cara menghambat hormon luteinising, sehingga mempersulit masuknya sperma dan membuat endometrium tidak dapat menerima pembuahan.

Bagaimana cara penggunaan gestodene + ethinylestradiol?

Minum obat ini sesuai anjuran dokter. Satu tablet diminum setiap hari selama 21 hari dan Anda harus berhenti meminumnya selama 7 hari. Selama 7 hari itu, tingkat hormon di dalam tubuh menurun yang menyebabkan perdarahan yang mirip darah menstruasi. Lanjutkan penggunaan setelah 7 hari meskipun masih terdapat darah yang keluar.

Bagaimana cara penyimpanan gestodene + ethinylestradiol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.           

                

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis gestodene + ethinylestradiol untuk orang dewasa?

Kontrasepsi oral

Kombinasi produk gestedone + ethinyl estradiol dalam variasi dan ukuran, tergantung pada merk. Umumnya selama 21 hari: 1 tablet harian selama 21 hari dimulai pada hari pertama menstruasi, kemudian 7 hari tidak minum selama perdarahan masih terjadi. Kemasan ke 2 harus segera diminum setelah 7 hari berhenti tanpa memperhatikan apakah perdarahan masih terjadi. Satu pak digunakan untuk 28 hari, 1 tablet untuk 28 hari dimulai pada hari pertama menstruasi. Perdarahan biasanya terjadi saat menstruasi selama 7 tablet nohormon masih dikonsumsi. Mulai lagi dengan segera setelah pill terakhir habis.

Bagaimana dosis gestodene + ethinylestradiol untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan.  Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah gestodene + ethinylestradiol tersedia?

Melodene – 15mg, mirelle dan minesse yang mengandung 15mcg, ethinyl estradiol dan 60 mcg gestedone.

Meliane, sunya, femodette, dan millinette 20/75 yang mengandung 20mcg ethinyl estrediol dan 75mcg gestedone dan gynera, minulet, femodene, katya dan millinette 30/75 yang mengandung 30 mcg ethinylestradiol dan 75 mcg gestedone.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena gestodene + ethinylestradiol?

Efek samping obat ini termasuk:

  • mual
  • muntah
  • sakit kepala atau migrain
  • payudara membesar dan halus
  • berat badan berubah
  • penyimpanan air dalam jaringan tubuh
  • jamur vagina (candidiasis)
  • siklus mens berubah, kadang lebih sedikit atau berhenti sama sekali
  • terlihat seperti menstruasi.
  • depresi.
  • gairah sex menurun.
  • bercak darah
  • reaksi kulit
  • noda kecokelatan di wajah
  • gangguan terhadap kornea mata yang menyebabkan tidak nyaman memakai lensa kontak
  • gangguan fungsi hati
  • batu empedu
  • pembekuan darah

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan gestodene + ethinylestradiol?

Obat ini tidak boleh digunakan oleh:

  • wanita menyusui (obat ini hanya boleh digunakan setelah bayi disapih atau enam bulan setelah melahirkan)
  • wanita yang pernah memiliki riwayat penggumpalan darah di pembuluh darah, misalnya di kaki atau paru
  • wanita yang memiliki anggota keluarga (orangtua, adik, kakak) dengan penggumpalan darah sebelum usia 45 tahun
  • wanita dengan kelainan darah yang meningkatkan risiko penggumpalan darah di pembuluh darah
  • wanita yang sedang menjalani perawatan sklerosing untuk varises
  • wanita yang memiliki dua faktor risiko pemicu penggumpalan darah, misalnya obesitas dan perokok
  • wanita yang pernah memiliki riwayat serangan jantung, stroke, stroke ringan yang disebabkan penggumpalan darah pada arteri
  • wanita dengan penyakit angina, penyakit jantung, dan detak jantung tak teratur atau disebut atrial fibrillation
  • wanita dengan tekanan darah tinggi sedang atau parah
  • wanita yang merokok lebih dari 40 batang sehari
  • wanita yang berumur lebih dari 50 tahun
  • wanita penderita diabetes parah, misalnya yang memiliki komplikasi pada mata, ginjal, dan saraf
  • wanita yang berisiko memiliki penggumpalan darah pada arteri, misalnya riwayat stroke atau serangan jantung di keluarga sebelum usia 45, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, migrain
  • wanita yang memiliki penyakit migrain dengan aura, migrain berat yang berlangsung sampai lebih dari 72 jam meski sudah diobati, atau migrain yang diobati oleh pengobatan ergot
  • wanita dengan kanker payudara atau riwayat kanker payudara (meskipun pil ini dapat digunakan jika Anda sudah bebas kanker selama 5 tahun)
  • wanita dengan perdarahan vagina yang tidak normal
  • wanita penderita SLE (systemic lupus erythematosus)
  • wanita dengan penyakit hati, contohnya kanker hati, hepatitis
  • wanita dengan kelainan liver yang hingga saat ini belum bisa kembali normal
  • wanita dengan kelainan saluran pembuangan empedu dan menyebabkan penyakit kuning
  • wanita dengan penyakit batu empedu
  • wanita dengan riwayat sakit kuning, gangguan pendengaran bernama otosklerosis, gatal-gatal parah, atau ruam kulit selama kehamilan yang disebut pemphigoid gestationis, atau penggunaan hormon seks sebelumnya.
  • penyakit darah turunan yang disebut porphyrias
  • Gestodene + ethinyl estrediol tablets mengandung lakstosa dan sukrosa yang tidak cocok untuk wanita yang mempunyai kondisi galactose intolerance, defisiensi Lapp lactase, fruktosa intolerance, glucose-galactose malabsorption, atau kekurangan sucrase-isomaltase
  • obat ini tidak diperbolehkan untuk Anda yang memiliki alergi terhadap komposisi obat ini

Apakah gestodene + ethinylestradiol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Hormon dalam pil ini dapat mengurangi produksi ASI. Dengan alasan ini maka obat ini tidak dianjurkan bagi ibu menyusui. Jangan digunakan sampai Anda menyapih bayi Anda atau setidaknya 6 bulan setelah melahirkan. Ada beberapa kontrasepsi yang lebih tepat digunakan untuk ibu menyusui. Konsultasikan pada dokter Anda.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan gestodene + ethinylestradiol?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Beberapa obat yang dapat bereaksi dengan gestodene + ethinylestrediol adalah:

  • carbamazepine
  • ciclosporin
  • felbamate
  • griseofulvin
  • lamotrigine
  • nelfinavir
  • nevirapine
  • oxcarbazepine
  • phenobarbital
  • phenytoin
  • primidone
  • rifampicin
  • ritonavir
  • topiramate

Jenis obat-obatan berikut ini juga dapat berinteraksi dengan Gestodene + Ethinylestradiol:

  • antibiotics
  • anticonvulsants
  • antifungal agents
  • antiretrovirals
  • barbiturates
  • liver enzyme inducers
  • non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors
  • protease inhibitors

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan gestodene + ethinylestradiol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan gestodene + ethinylestradiol?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • obesitas
  • memiliki masalah kesehatan yang semakin parah di masa kehamilan atau semasa pengobatan steroid, seperti penyakit kuning, gatal-gatal, batu empedu, porphyria, beberapa jenis penyakit kulit autoimun, masalah pendengaran yang terkait dengan ostoklerosis, systemic lupus erythematosus, atau angiodema keturunan
  • penyakit peradangan usus seperti penyakit Crohn atau ulcerative colitis
  • masalah kardiovaskular
  • masalah jantung atau sirkulasi darah
  • diabetes dan komplikasinya seperti neuropati, masalah ginjal, dan masalah penglihatan
  • memiliki chloasma
  • tekanan darah tinggi
  • hyperlipidaemia
  • masalah gjnjal
  • penyakit keturunan hypertriglyceridaemia
  • pernah atau masih memiliki kanker payudara
  • pernah atau sedang memiliki penyakit hati seperti penyakit kuning atau tumor hati
  • pernah atau sedang mengalami migrain
  • pernah atau sedang mengalami masalah tromboembolik misalnya memiliki riwayat penggumpalan darah di keluarga, memiliki gangguan metabolisme, merokok, berusia di atas 35 tahun, tidak aktif bergerak selama waktu lama, baru saja menjalani operasi atau trauma, akan menjalani operasi, memiliki kondisi jantung, atau baru melahirkan dalam 6-8 minggu yang lalu
  • memiliki anemia sel sabit
  • perdarahan vagina yang tidak diketahui sebabnya
  • memiliki varises atau sedang menjalani pengobatan varises

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Jika Anda lupa meminumnya di waktu yang biasa, minumlah segera setelah Anda ingat. Anda baru dianggap melewatkan dosis jika lupa meminum satu pil lebih dari 24 jam dari jadwal. Jika ini terjadi, ikuti instruksi berikut:

Melewatkan 1 pil

Jika Anda lupa meminum SATU pil, atau memulai kemasan baru terlambat satu hari, minumlah satu pil sesegera mungkin, meskipun ini terkadang berarti minum 2 pil bersamaan. Kemudian lanjutkan minum sisa obat di kemasan seperti jadwal biasa. Anda masih akan terlindungi dari kehamilan dan tak perlu menggunakan kontrasepsi ekstra.

Melewatkan 2 pil atau lebih

Jika Anda lupa meminum DUA atau lebih pil KB ini, atau memulai kemasan baru terlambat dua hari atau lebih, Anda berisiko hamil. Minumlah satu pil yang terlewat segera setelah Anda ingat, meskipun  ini terkadang berarti minum 2 pil bersamaan dengan dosis terbaru. Kemudian lanjutkan minum pil Anda, satu hari satu butir, seperti biasa. Anda harus menghindari berhubungan seks, atau menggunakan kontrasepsi lain seperti kondom, untuk tujuh hari selanjutnya.

Jika ada kurang dari 7 pil di kemasan Anda setelah Anda melewatkan dosis, habiskan kemasan tersebut seperti biasa dan mulailah yang baru tanpa ada jeda. Ini artinya Anda tidak harus menjalani satu minggu bebas pil.

Jika ada tujuh pil atau lebih tersisa di kemasan Anda setelah Anda melewatkan dosis, habiskan kemasan seperti biasa dan jalani tujuh hari bebas pil sebelum memulai kemasan yang baru.

Jika Anda berhubungan seks tanpa kontrasepsi selama tujuh hari sebelum melewatkan dosis pil KB, Anda mungkin akan membutuhkan kontrasepsi darurat (dikenal sebagai “the morning after pill”). Mintalah saran pada dokter.

Jika Anda masih bingung, silakan berkonsultasi mengenai masalah dan pertanyaan Anda kepada dokter, apoteker, atau petugas KB.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca