Gaster

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Gaster Merek: gaster, Gaster, Gaster, obat gaster suntik asam lambung dan Gaster.

Penggunaan

Untuk apa obat gaster digunakan?

Gaster adalah obat berbentuk cairan injeksi yang mengandung bahan utama famotidine. Famotidine adalah golongan obat H2 Blockers, yaitu obat-obatan yang dapat mengurangi produksi asam lambung di dalam perut. 

Gaster digunakan untuk mengatasi dan mencegah beberapa kondisi berikut: 

Kandungan famotidine di dalam obat ini dapat menghambat kerja zat histamin di dalam perut yang bertugas untuk merangsang produksi asam lambung. Dengan terhambatnya kerja zat tersebut, asam lambung pun akan menurun.

Obat ini adalah obat yang diresepkan oleh dokter, sehingga Anda tidak bisa sembarangan membelinya di apotek tanpa resep. Obat ini juga sebaiknya diberikan oleh dokter atau ahli medis profesional lainnya seperti perawat.  

Bagaimana cara penggunaan gaster?

Saat menggunakan gaster, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dan perhatikan, seperti berikut: 

  • Obat ini digunakan dengan cara disuntikkan melalui pembuluh darah oleh dokter.
  • Dosis dan lama penggunaan obat ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan serta respon Anda terhadap pengobatan. 
  • Jika Anda ingin menggunakan obat ini secara mandiri di rumah, Anda harus mempelajari semua persiapan dan tata cara penggunaan obat agar tidak terjadi kesalahan.
  • Pelajari cara menyimpan serta membuang obat jika sudah kedaluwarsa atau sudah tidak digunakan lagi. 
  • Hubungi dokter jika kondisi Anda tidak membaik setelah menggunakan obat ini, atau justru semakin memburuk. 
  • Gaster biasanya termasuk ke dalam sebuah rangkaian perawatan, biasanya termasuk perubahan pola makan dan olahraga yang diatur secara rutin oleh dokter Anda. 

Bagaimana cara penyimpanan gaster?

Sama halnya dengan obat-obatan lain, obat ini paling tepat disimpan pada suhu ruangan dan dijauhkan dari paparan sinar matahari atau tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat ini di dalam kamar mandi apalagi hingga dibekukan di dalam freezer. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. 

Jika obat sudah tidak digunakan atau sudah kedaluwarsa, buang obat ini sesuai dengan aturan pembuangan obat. Jangan membuang obat dengan cara menyiramkannya di toilet atau saluran pembuangan air. Jika Anda tidak tahu mengenai tata cara membuang obat yang benar, tanyakan kepada apoteker setempat. 

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis gaster untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk ulkus duodenum

20 miligram (mg) yang disuntikkan melalui intravena (IV) setiap 12 jam sekali. 

Dosis dewasa untuk tukak peptik 

20 mg IV setiap 12 jam sekali. 

Dosis dewasa untuk tukak lambung 

20 mg IV setiap 12 jam sekali. 

Dosis dewasa untuk penyakit asam lambung (GERD)

20 mg IV setiap 12 jam sekali. 

Dosis dewasa untuk esofagitis erosif 

20 mg IV setiap 12 jam sekali. 

Dosis dewasa untuk sindrom Zollinger-Ellison

20 mg IV setiap 6 hingga 12 jam sekali. 

Berapa dosis gaster untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk tukak peptik 

Untuk anak usia 1-16 tahun: 

  • Dosis awal: 0.25 miligram (mg)/kilogram (kg) berat badan IV disuntikkan setidaknya 2 menit atau diinfus lebih dari 15 menit setiap 12 jam sekali. 
  • Dosis maksimumnya: 40 mg/hari. 

Untuk anak usia 16 tahun ke atas: 20 mg IV setiap 12 jam sekali. 

Dosis anak-anak untuk GERD

Untuk anak usia 1-16 tahun: 

  • Dosis awal: 0.25 miligram (mg)/kilogram (kg) berat badan IV disuntikkan setidaknya 2 menit atau diinfus lebih dari 15 menit setiap 12 jam sekali. 
  • Dosis maksimumnya: 40 mg/hari. 

Untuk anak usia 16 tahun ke atas: 20 mg IV setiap 12 jam sekali. 

Dalam dosis apa gaster tersedia?

Gaster, serbuk injeksi, 20 mg. 

Efek Samping

Apa efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan gaster?

Sama halnya dengan penggunaan obat-obatan lain, gaster juga dapat menimbulkan efek samping penggunaan obat. Beberapa efek samping ada yang jarang terjadi, namun cukup serius. Anda harus segera menghentikan penggunaan obat jika mengalami efek samping serius seperti: 

  • Ruam kulit
  • Kulit terasa gatal 
  • Susah bernafas atau menelan 
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, mata, tangan, kaki, atau betis. 
  • Suara menjadi serak 

Jika Anda mengalami efek samping seperti di atas, segera hubungi dokter Anda. Tetapi ada juga efek samping yang cenderung lebih sering muncul meski tidak terlalu berbahaya, seperti: 

  • Pusing kepala 
  • Kepala terasa sakit sekali 
  • Sembelit atau konstipasi 
  • Diare 
  • Sakit atau bengkak di area bekas suntikan 

Tidak semua efek samping yang tertera di atas mungkin terjadi. Bahkan, ada pula efek samping yang tidak tercantum di daftar tersebut namun terjadi pada pengguna gaster. Jika Anda mengalami risiko efek samping lain yang terjadi akibat penggunaan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker Anda. 

Peringatan & Pencegahan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan gaster?

Sebelum menggunakan gaster, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan lakukan, seperti berikut. 

  • Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap gaster atau bahan aktif yang terkandung di dalamnya, seperti famotidine atau obat-obatan H2 blockers lainnya seperti cimetidine atau ranitidine. 
  • Beri tahu dokter mengenai segala obat-obatan yang digunakan, baik obat resep, nonresep, multivitamin, hingga produk herbal yang sedang Anda gunakan atau hendak Anda gunakan. 
  • Beri tahu dokter jika Anda mungkin juga memiliki jenis alergi lain terhadap obat-obatan lain, makanan, zat pengawet atau zat pewarna, hingga hewan. 
  • Beri tahu dokter Anda tentang riwayat kesehatan Anda, apalagi jika Anda memiliki masalah sistem imun, gangguan liver, masalah paru-paru, atau gangguan perut lainnya. 
  • Lansia memiliki risiko efek samping yang lebih tinggi dibanding orang dewasa biasa. Oleh sebab itu, pastikan obat ini aman untuk kondisi kesehatan pasien jika hendak digunakan untuk pasien lansia. 

Apakah gaster aman digunakan ibu hamil dan menyusui?

Meski belum dapat diketahui dengan pasti apakah obat ini dapat memberikan dampak negatif kepada ibu hamil dan janinnya. Tetapi, jika Anda hamil, sebaiknya obat ini hanya digunakan saat benar-benar dibutuhkan saja.

Obat ini masuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. 

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A: Tidak berisiko,
  •      B: Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C: Mungkin berisiko,
  •      D: Ada bukti positif dari risiko,
  •      X: Kontraindikasi,
  •      N: Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang dapat berinteraksi dengan gaster?

Famotidine memang dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat jika dikonsumsi dengan cara diminum. Namun, mengingat famotidine yang merupakan bahan aktif utama gaster ini diberikan melalui suntikan, kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat-obatan lain sangatlah kecil.

Namun, tidak ada salahnya mencatat segala jenis obat-obatan yang sedang Anda gunakan dan berikan kepada dokter Anda, untuk memastikan bahwa interaksi benar-benar hampir tidak mungkin terjadi. 

Apa makanan dan alkohol yang  dapat berinteraksi dengan gaster?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Namun, gaster bukan obat yang dikonsumsi dengan cara diminum, sehingga hampir tidak mungkin obat ini dapat berinteraksi dengan makanan atau alkohol yang Anda konsumsi. Tetapi, sebaiknya kurangi atau hentikan penggunaan alkohol saat sedang menggunakan obat-obatan. 

Apa kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan gaster?

Interaksi antara penggunaan obat ini dengan kondisi kesehatan lain di dalam tubuh hampir tidak mungkin terjadi. Tetapi, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai segala kondisi kesehatan lain yang mungkin Anda miliki dan tanyakan kepada dokter apakah aman menggunakan obat ini dalam kondisi tersebut. 

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam kondisi gawat darurat atau overdosis?

Pemberian dosis obat ini diberikan oleh dokter atau ahli medis profesional lainnya, sehingga hampir tidak mungkin terjadi overdosis. Meski begitu, pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan jika melewatkan satu dosis?

Obat ini diberikan di klinik kesehatan atau rumah sakit oleh ahli medis profesional, jadi Anda hampir tidak mungkin Anda melewatkan satu dosis. Namun, jika Anda menggunakan obat ini secara mandiri di rumah dan melewatkan satu dosis obatnya, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu apa yang harus Anda lakukan. 

Sumber

Direview tanggal: Juli 30, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 30, 2019

Yang juga perlu Anda baca