Fluoxetine obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Fluoxetine Merek: Antiprestin, Deprezac, Deproz, Elizac, Foransi, Noxetine, ZAC, Andep, Ansi, Courage, Nopres, Nopres Kaplet Nopres Cap, Oxipres, Zactin, fluoxetine adalah, Fluoxetine, Fluoxetine dan Fluoxetine.

Penggunaan

Untuk apakah Fluoxetine digunakan?

Fluoxetine adalah obat minum yang tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan cairan. Obat ini merupakan  salah satu jenis obat antidepresan, yaitu selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah kadar serotonin pada otak agar dapat membantu menjaga keseimbangan mental.

Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi depresi, serangan panik, gangguan obsesif kompulsif (obsessive-compulsive disorder), gangguan makan tertentu (bulimia), dan kondisi parah pada sindrom pramenstruasi (premenstrual dysphoric disorder).

Tidak hanya itu, obat ini dapat meningkatkan mood atau suasana hati, tidur, nafsu makan, dan tingkat energi Anda. Selain itu, fluoxetine juga dapat membantu memulihkan rasa ketertarikan Anda dalam kehidupan sehari-hari. Obat ini dapat menurunkan rasa takut, kecemasan, pikiran yang tidak diinginkan, dan serangan panik.

Fluoxetine juga dapat mengurangi gejala pramenstruasi seperti mudah marah, nafsu makan meningkat, dan depresi. Obat ini dapat menurunkan perilaku memilih-milih makanan pada kondisi bulimia.

Jika Anda hendak membeli obat ini, Anda harus menyertakan resep dokter. Jadi, Anda tidak bisa mendapatkannya secara bebas di apotek.

Bagaimana cara penggunaan fluoxetine?

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui saat menggunakan fluoxetine, termasuk cara penggunaannya.

  • Konsumsi obat ini seperti yang diarahkan oleh dokter Anda, biasanya sekali sehari di pagi hari. Jika Anda menggunakan obat ini dua kali sehari, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menggunakannya di pagi hari dan di siang hari.
  • Jika Anda menggunakan fluoxetine untuk masalah pramenstruasi, dokter mungkin mengarahkan Anda untuk menggunakannya setiap hari saat Anda menstruasi setiap bulan atau hanya untuk dua minggu sebelum menstruasi Anda dimulai. Untuk membantu Anda mengingat, tandai kalender Anda.
  • Jika Anda menggunakan obat ini dalam bentuk cair, ukur dosis dengan hati-hati menggunakan alat pengukur/sendok khusus. Jangan gunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang benar.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin mengarahkan Anda untuk memulai menggunakan obat ini pada dosis rendah dan secara bertahap meningkatkan dosis. Ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan pada waktu yang sama setiap hari.
  • Penting untuk terus meminum obat ini seperti yang ditentukan bahkan jika Anda sudah merasa lebih baik. Jangan berhenti minum obat ini tanpa konsultasi dengan dokter Anda.
  • Anda akan melihat beberapa perubahan dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Namun, diperlukan 4-5 minggu sebelum Anda merasakan manfaatnya secara keseluruhan.
  • Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau justru semakin memburuk.
  • Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan fluoxetine?

Tata cara penyimpanan fluoexetine adalah sebagai berikut:

  • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.
  • Jangan disimpan di kamar mandi dan angan pula dibekukan di dalam freezer.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
  • Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Sementara, di bawah ini adalah tata cara membuang fluoxetine yang tepat:

  • Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
  • Jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga lainnya.

Konsultasikan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis fluoxetine  untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk bulimia

Immediate-release oral formulations

  • Rekomendasi dosis: 60 mg secara oral sekali sehari.

Dosis dewasa untuk depresi

Immediate-release oral formulations 

  • Dosis awal: 20 mg secara oral sekali sehari, tetapi dapat ditingkatkan setelah beberapa minggu jika tidak terjadi perubahan berarti.
  • Dosis perawatan: 20-60 mg secara oral per hari.
  • Dosis maksimum: 80 mg secara oral per hari.

Delayed release oral capsules

  • Dosis awal: 90 mg secara oral sekali seminggu, dimulai tujuh hari setelah dosis penggunaan dosis  fluoxetine 20 mg sebelumnya.

Dosis dewasa untuk obsesif kompulsif disorder

Immediate-release oral formulations

  • Dosis awal: 20 mg per oral sekali sehari, meningkat setelah beberapa minggu jika tidak terlihat perbaikan klinis.
  • Dosis pemeliharaan: 20-60 mg per oral per hari
  • Dosis maksimum: 80 mg secara oral per hari

Dosis dewasa untuk gangguan panik

Immediate-release oral formulations

  • Dosis awal: 10 mg per oral sekali sehari, meningkat setelah satu minggu sampai 20 mg oral sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 20-60 mg per oral per hari
  • Dosis maksimum: 60 mg secara oral per hari

Dosis dewasa untuk premenstrual dysphoric disorder

Immediate-release oral formulations

  • Dosis awal: 20 mg secara oral sekali sehari pada setiap hari dari siklus menstruasi atau sekali sehari mulai 14 hari sebelum dimulainya menstruasi hingga hari pertama menstruasi, dan diulang setiap siklus baru.
  • Dosis pemeliharaan: 20-60 mg per hari baik untuk penggunaan terus menerus atau berselang.
  • Dosis maksimum: 80 mg secara oral per hari
  • Durasi: 20 mg dosis harian telah terbukti efektif hingga 6 bulan pengobatan

Bagaimana dosis fluoxetine untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk depresi

Untuk usia 8-18 tahun: 

  • Dosis awal: 10 sampai 20 mg secara oral sekali sehari; 10 mg dosis harian dapat ditingkatkan setelah satu minggu sampai 20 mg oral sekali sehari.
  • Dosis awal: 10 mg secara oral sekali sehari, meningkat menjadi 20 mg secara oral sekali sehari setelah beberapa minggu jika tidak terlihat perbaikan klinis.
  • Dosis pemeliharaan: 10-20 mg per oral sekali sehari.

Dosis anak-anak untuk obsesif kompulsif disorder

Untuk usia 7 sampai 18 tahun: 

  • Remaja dan anak-anak dengan berat badan yang lebih tinggi:
    • Dosis awal: 10 mg secara oral sekali sehari, meningkat menjadi 20 mg secara oral sekali sehari setelah 2 minggu
    • Dosis pemeliharaan: 20-60 mg secara oral per hari
    • Dosis maksimum: 60 mg secara secara per hari
  • Anak dengan berat badan lebih rendah:
    • Dosis awal: 10 mg secara oral sekali sehari, meningkat setelah beberapa minggu jika tidak terlihat perbaikan klinis
    • Dosis pemeliharaan: 20-30 mg secara oral sekali sehari
    • Dosis maksimum: 60 mg secara oral per hari.

Dalam dosis apakah fluoxetine tersedia?

  • Kapsul, Oral: 10 mg, 20 mg, 40 mg
  • Kapsul pemberian ditunda, Oral: 90 mg
  • Larutan, Oral: 20 mg/5 mL (5 mL, 120 mL)
  • Tablet, Oral: 10 mg, 20 mg, 60 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena fluoxetine?

Penggunaan fluoxetine adalah sama dengan penggunaan obat lainnya, sebab juga dapat menimbulkan gejala efek samping. Gejala ini termasuk kondisi kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang cukup serius.

Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi ini: mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau merasa seperti Anda akan pingsan.

Laporkan setiap adanya gejala baru atau gejala semakin memburuk ke dokter Anda, seperti perubahan suasana hati atau perilaku, kecemasan, serangan panik, kesulitan tidur, atau jika Anda merasa impulsif, mudah marah, gelisah, bermusuhan, agresif, hiperaktif (mental atau fisik), lebih depresi, atau memiliki pikiran tentang bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Efek samping serius yang mungkin terjadi jika menggunakan fluoxetine adalah:

  • otot sangat kaku (rigid), demam tinggi, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak rata, tremor, refleks terlalu aktif
  • mual, muntah, diare, kehilangan nafsu makan, merasa goyah, kehilangan koordinasi
  • sakit kepala, masalah kesulitan berkonsentrasi, masalah ingatan, kelemahan, kebingungan, halusinasi, pingsan, kejang, napas pendek atau tidak bisa bernapas
  • reaksi parah pada kulit – demam, sakit tenggorokan, pembengkakan di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit, diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan melepuh dan mengupas.

Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera beri tahu dokter dan dapatkan perawatan medis. Sementara, efek samping yang tidak begitu serius dari penggunaan fluoxetine adalah:

  • gejala flu seperti hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan
  • mengantuk, pusing, merasa gugup
  • mual ringan, sakit perut, sembelit
  • nafsu makan meningkat, perubahan berat badan
  • masalah tidur (insomnia)
  • gairah seks menurun, impotensi, atau kesulitan mengalami orgasme atau
  • mulut kering.

Efek samping di atas memang tergolong ringan dan akan hilang dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu. Namun, jika efek samping tersebut tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu yang mungkin terjadi saat Anda menggunakan fluoxetine, adalah suatu hal yang wajib bagi Anda untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan fluoxetine?

Sebelum menggunakan fluoxetine, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, di antaranya adalah:

  • Memberitahu dokter bahwa Anda alergi terhadap fluoxetine adalah hal yang wajib dilakukan.
  • beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan pimozide (Orap), thioridazine atau monoamine oxidase (MAO) inhibitor seperti isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), dan tranylcypromine (Parnate), atau jika Anda telah berhenti menggunakan inhibitor monoamine oxidase dalam dua minggu terakhir. Jika Anda berhenti menggunakan fluoxetine, Anda harus menunggu setidaknya 5 minggu sebelum Anda mulai untuk menggunakan thioridazine atau inhibitor monoamine oxidase.
  • beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan obat non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan atau yang akan Anda gunakan.
  • beri tahu dokter tentang suplemen gizi dan produk herbal yang Anda gunakan, terutama produk yang mengandung St John Wort atau triptofan.
  • beri tahu dokter Anda jika Anda sedang dirawat dengan terapi kejut listrik (prosedur di mana kejutan listrik kecil diberikan ke otak untuk mengobati penyakit mental tertentu), jika Anda baru saja mengalami serangan jantung dan jika Anda memiliki atau pernah memiliki diabetes, kejang , atau penyakit hati atau penyakit jantung.
  • beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, terutama jika Anda berada di beberapa bulan terakhir kehamilan Anda, atau jika Anda berencana untuk hamil atau menyusui. Jika Anda hamil saat menggunakan fluoxetine, hubungi dokter Anda. Fluoxetine dapat menyebabkan masalah pada bayi baru lahir setelah persalinan jika digunakan selama bulan-bulan terakhir kehamilan.
  • Bicara dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari penggunaan fluoxetine setiap hari jika Anda berusia 65 tahun ke atas.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk. Jangan melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat berada di bawah pengaruh fluoxetine.

Apakah fluoxetine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Tidak ada studi yang memadai pada wanita untuk mengetahui adanya risiko pada bayi ketika menggunakan obat ini selama menyusui. Pertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini saat menyusui.

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan fluoxetine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Penggunaan obat ini dengan obat lain yang membuat Anda mengantuk dapat memperburuk efek ini. Tanyakan kepada dokter Anda sebelum menggunakan fluoxetine dengan pil tidur, obat nyeri narkotik, relaxer otot, atau obat untuk kegelisahan, depresi, atau kejang.

Banyak obat yang dapat berinteraksi dengan fluoxetine. Tidak semua interaksi mungkin tercantum di sini. Katakan kepada dokter Anda tentang semua obat yang Anda mulai gunakan dan berhenti gunakan selama pengobatan. Berikut adalah obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan fluoxetine, di antaranya adalah:

  • alprazolam (Xanax)
  • antikoagulan (‘pengencer darah’) seperti warfarin (Coumadin)
  • antidepresan (elevator mood) seperti amitriptyline (Elavil), amoxapine (Asendin), clomipramine (Anafranil), desipramine (Norpramin), doxepin, imipramine (Tofranil), nortriptyline (Aventyl, Pamelor), protriptyline (Vivactil), dan trimipramine (Surmontil )
  • aspirin dan obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) lainnya seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn)
  • clopidogrel (Plavix), clopidogrel (Plavix), diazepam (Valium)
  • digoxin (Lanoxin)
  • diuretik (‘pil air’)
  • Linezolid
  • flecainide (Tambocor)
  • insulin atau obat oral untuk diabetes
  • lithium (Eskalith, Lithobid)
  • obat untuk kegelisahan dan penyakit Parkinson
  • methylene blue
  • obat untuk penyakit mental seperti clozapine (Clozaril) dan haloperidol (Haldol)
  • obat untuk sakit kepala migrain seperti almotriptan (Axert), eletriptan (Relpax), frovatriptan (Frova), Naratriptan (Amerge), rizatriptan (Maxalt), sumatriptan (Imitrex), dan zolmitriptan (Zomig)
  • obat untuk kejang seperti carbamazepine (Tegretol) dan fenitoin (Dilantin); obat penenang
  • sibutramine (Meridia)
  • obat tidur
  • tramadol (Ultram)
  • Penenang
  • vinblastine (Velban)
  • St. John wort
  • tramadol
  • triptofan (kadang-kadang disebut L-tryptophan)
  • obat untuk mengobati gangguan mood, gangguan berpikir, atau penyakit mental – amitriptyline, desipramine, lithium, nortriptyline, dan banyak lainnya
  • obat migrain – rizatriptan, sumatriptan, zolmitriptan
  • obat nyeri narkotik – fentanyl, tramadol.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan fluoxetine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Fluoxetine?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain. Berikut adalah masalah kesehatan yang dapat berinteraksi dengan fluoxetine:

  • gangguan bipolar (gangguan mood dengan mania dan depresi)
  • masalah perdarahan
  • diabetes
  • glaukoma (tipe sudut tertutup)
  • hiponatremia (natrium rendah dalam darah)
  • mania, termasuk riwayatnya
  • serangan jantung atau stroke, baru atau riwayat
  • gagal jantung
  • masalah irama jantung (misalnya, perpanjangan QT), atau riwayat
  • hipokalemia (kalium rendah dalam darah)
  • hypomagnesemia (magnesium rendah dalam darah)
  • penyakit liver

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yang mungkin terjadi jika menggunakan fluoxetine adalah:

  • kebingungan
  • tidak responsif
  • gugup
  • gemetar tak terkendali pada bagian tubuh
  • pusing
  • detak jantung berdebar cepat, tidak teratur.
  • melihat hal-hal atau mendengar suara-suara yang tidak ada (berhalusinasi)
  • demam
  • pingsan
  • koma (kehilangan kesadaran untuk jangka waktu tertentu)

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: September 26, 2019

Yang juga perlu Anda baca