Nama Generik: Diabex Merek: Diabex obat apa.

Fungsi

Apa itu Diabex?

Diabex adalah obat yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe dua. Penggunaannya bersamaan dengan program diet dan olahraga yang tepat dapat menghindarkan diabetesi (orang dengan diabetes) dari masalah ginjal, saraf, kebutaan, amputasi, dan masalah fungsi seksual. Kontrol gula darah yang baik juga dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Obat ini diperuntukkan bagi pasien dewasa dan anak-anak berusia lebih dari 10 tahun yang memiliki diabetes tipe dua.

Diabex adalah merek dagang dari metformin. Obat ini masuk ke dalam golongan obat biguanid. Cara kerja Diabex adalah memperbaiki respons tubuh dalam memproses insulin yang dilepaskan oleh pankreas. Metformin dalam Diabex juga bekerja menurunkan produksi gula yang dilakukan oleh hati serta menurunkan penyerapan gula oleh usus pada saat proses pencernaan.

Pada pasien dewasa, Diabex dapat digunakan sebagai terapi tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat oral diabetes lain. Diabex juga dapat dikombinasikan penggunaannya pada pasien diabetes tipe dua yang sudah memiliki ketergantungan terhadap insulin.

Bagaimana aturan minum Diabex?

Diabex adalah obat oral diabetes yang dikonsumsi lewat mulut dengan bantuan sedikit air minum. Anda dapat membelah obat ini hanya jika Anda meminumnya dalam dosis yang tinggi. Obat ini biasanya diminum satu hingga tiga kali dalam sehari sesuai dengan arahan yang diberikan oleh dokter Anda. Selalu minum Diabex atau obat yang mengandung metformin lainnya setelah sesaat atau dalam proses makan.

Untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping, seperti sakit perut, dokter Anda mungkin akan memberikan dalam dosis rendah pada awal pengobatan dan meningkatkannya secara bertahap. Hal itu juga dilakukan untuk menemukan dosis yang tepat yang dapat  diterima oleh tubuh Anda.

Informasikan kepada dokter mengenai segala produk obat yang Anda konsumsi, terutama obat-obatan diabetes lainnya, seperti chlorpropamide. Ikuti petunjuk dokter Anda tentang memberhentikan atau melanjutkan obat yang lama dan mulai mengonsumsi Diabex.

Kebanyakan orang akan mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu yang lama. Jangan mengubah dosis atau menghentikan pengobatan tanpa berdiskusi dengan dokter sekalipun Anda telah merasa lebih baik. Dosis yang diberikan telah mempertimbangkan kondisi kesehatan, respons tubuh terhadap pengobatan, dan obat lain yang Anda konsumsi.

Minumlah obat ini secara rutin untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Meminumnya pada waktu yang sama setiap kalinya akan membantu obat ini memberikan manfaat terbaiknya. Anda pun akan lebih mudah mengingat jadwal minum obat.

Jika Anda tak kunjung merasa membaik atau bahkan memburuk, segera hubungi dokter. Anda mungkin membutuhkan penyesuaian dosis atau kemungkinan mengganti pengobatan.

Bagaimana cara menyimpan Diabex?

Tempatkan obat ini pada tempat yang kering dan sejuk.  Simpanlah pada suhu ruang yang tidak lebih dari 25 derajat Celcius. Jangan menyimpan Diabex atau obat lain pada tempat yang lembap, seperti kamar mandi atau dekat dengan wastafel. Hindari penyimpanan obat ini dari tempat yang panas dan terpapar sinar matahari langsung. Jangan meninggalkan obat ini di dalam mobil atau dekat jendela. Jagalah agar obat ini tetap terbungkus rapat dalam kemasannya jika belum akan digunakan. Hindari dari jangkauan anak-anak.

Buanglah obat ini jika sudah tak digunakan atau sudah memasuki masa kedaluwarsa. Jangan membuang obat ini di toilet atau saluran pembuangan, kecuali diinstruksikan demikian. Konsultasikanlah dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah setempat mengenai cara aman membuang produk Anda.

 

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Diabex untuk orang dewasa?

Dosis awal: 500 mg, satu sampai dua kali sehari

Dosis maksimum: 1.000 mg, tiga kali sehari

Bagaimana dosis Diabex untuk anak-anak dan remaja?

Diabex dapat dikonsumsi minimal untuk anak berusia 10 tahun.

Dosis awal: 500 mg atau 850 mg, satu kali sehari

Dosis maksimum: 2.000 mg yang diminum dalam dosis yang terbagi dua atau tiga)

Dalam dosis dan sediaan apa saja Diabex tersedia?

Tablet, Oral: 500 mg, 850 mg, 1.000 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi akibat konsumsi Diabex?

Hampir semua obat memiliki efek samping. Beberapa berdampak serius sehingga membutuhkan perhatian khusus, meskipun kebanyakan di antaranya tidak menimbulkan dampak yang serius.

Informasikan kepada dokter Anda jika menemukan gejala dari efek samping yang umum berikut ini:

Efek samping tersebut mungkin muncul pada masa awal pengobatan dan akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh Anda telah melakukan penyesuaian dengan pengobatan.

Metformin yang terdapat dalam Diabex juga dapat menyebabkan terjadinya asidosis laktat. Apabila dibiarkan, hal ini akan membawa dampak yang fatal. Segera hubungi dokter Anda jika menemukan gejala sebagai berikut:

  • Mual, muntah, dan sakit perut
  • Masalah pernapasandalam bernapas
  • Merasa lemah, kelelahan, dan merasa tidak enak badan
  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Mengantuk
  • Pusing dan kepala berputar
  • Badan gemetar dan menggigil
  • Detak jantung lambat

Gejala alergi serius akibat konsumsi obat ini diketahui jarang terjadi. Meski begitu, segeralah pergi ke dokter ketika menemui reaksi alergi, seperti ruam, gatal, bengkak pada area wajah/lidah/tenggorokan, pusing hebat, dan sesak napas.

Daftar di atas bukan merupakan daftar lengkap dari kemungkinan efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi Diabex. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai kemungkinan efek samping yang Anda khawatirkan akan terjadi.

 

Peringatan dan Pencegahan

Apa yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi Diabex?

  • Informasikan kepada dokter Anda jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu, khususnya alergi pada metformin, obat golongan biguanid lainnya, atau obat lainnya. Diabex mungkin mengandung bahan lain yang bisa saja menimbulkan alergi
  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat kesehatan Anda, termasuk penyakit yang pernah atau sedang Anda alami, terutama diabetes ketoasidosis, penyakit hati akut, gagal ginjal atau penyakit ginjal berat, dehidrasi, infeksi berat, kesulitan bernapas, masalah jantung dan pembuluh darah tertentu (baru terkena serangan jantung atau gagal jantung), gangren, sumbatan pada jantung (ditandai dengan nyeri dada dan detak jantung cepat), dan pankreatitis
  • Informasikan kepada dokter Anda jika hendak melakukan prosedur foto dengan sinar X atau CT Scan dengan cairan kontras yang diinjeksi ke pembuluh darah. Anda mungkin harus menghentikan konsumsi Diabex untuk sementara. Konsultasikan dengan dokter terkait hal ini
  • Anda mungkin mengalami gangguan penglihatan, lemas, dan mengantuk akibat perubahan kadar gula darah secara drastis. Jangan melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, seperti menyetir, setelah meminum obat ini sebelum mengetahui respons tubuh Anda terhadap Diabex
  • Metformin dalam Diabex dapat memicu terjadinya ovulasi meski pada wanita yang memiliki masalah dalam siklus menstruasi/pre-menopause. Hal ini dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan yang tak direncanakan. Konsultasikan dengan dokter Anda terkait penggunaan alat kontrol kehamilan yang tepat jika Anda menjalani program pengaturan kelahiran
  • Informasikan kepada dokter Anda jika berencana hamil atau tengah hamil. Penggunaan obat ini tidak direkomendasikan bagi ibu hamil dan menyusui. Konsultasikan kepada dokter Anda jika membutuhkan kontrol gula darah saat hamil

Apakah Diabex aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Metformin yang terkandung dalam Diabex diketahui tidak menimbulkan risiko negatif pada percobaan yang dilakukan pada hewan. Namun, belum ada percobaan yang dilakukan pada wanita hamil ataupun ibu menyusui. FDA Amerika Serikat mengategorikan obat ini ke dalam risiko kehamilan  kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian). Diskusikan dengan dokter Anda mengenai penggunaan obat yang tepat untuk mengontrol gula darah pada saat hamil.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa saja yang mungkin berinteraksi dengan Diabex?

Beberapa obat tertentu tidak dapat diresepkan bersama-sama karena dapat menimbulkan interaksi. Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Di bawah ini adalah beberapa obat yang mungkin menimbulkan interaksi dengan metformin yang terkandung dalam Diabex:

  • Obat-obatan diabetes lainnya
  • Obat yang mengandung alkohol seperti pada obat flu dan batuk
  • Tetracosatrin
  • Danazol
  • Betablocker, seperti metoprolol, propanolol, dan timolol
  • Antikoagulan
  • Diuretik
  • Obat untuk mengobati penyakit kejiwaan, seperti chlorpromazine
  • Obat anti peradangan nonsteroid, seperti ibuprofen
  • Cimetidine
  • Kortikosteroid, seperti prednisone atau cortisone
  • Obat untuk asma, seperti salbutamol atau terbutaline
  • Rifampicin
  • Dolutegravir
  • Crizotinib
  • Olaparib
  • Obat penurun kolesterol, seperti simvastatin

Daftar di atas bukanlah daftar lengkap dari obat-obatan yang mungkin berinteraksi dengan Diabex. Beri tahu dokter Anda mengenai semua produk yang Anda gunakan, baik yang resep/nonresep, vitamin, ataupun produk herbal untuk mengantisipasi kemungkinan adanya interaksi obat.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan gawat darurat atau overdosis?

Overdosis Diabex mungkin dapat menyebabkan rasa kantuk, kelelahan, mual, muntah, masalah pernapasan, nyeri otot tanpa sebab, sakit perut, atau diare. Hal tersebut bisa jadi merupakan tanda awal asidosis laktat akibat konsumsi metformin terlalu banyak.

Anda mungkin juga dapat mengalami hipoglikemia akibat konsumsi Diabex yang mungkin terjadi jika disertai dengan konsumsi obat diabetes lainnya. Segera hubungi bantuan darurat medis (119) atau segeralah ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dalam keadaan overdosis. Anda juga dapat makan permen, gula, atau madu sebagai pertolongan pertama meningkatkan kadar gula darah pada saat hipoglikemia.

Bagaimana jika saya melupakan jadwal minum obat?

Jika Anda melewatkan jadwal minum obat, minumlah kembali obat ini sesegera mungkin setelah Anda mengingatnya, bersamaan dengan makan dan konsumsi dosis selanjutnya pada jadwal seperti biasa. Apabila waktunya sudah terlalu dekat dengan jadwal selanjutnya, abaikan jadwal yang terlewat. Minumlah kembali obat ini pada jadwal semula yang telah ditentukan. Jangan menggandakan dosis pada satu kali jadwal minum obat.

 

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: April 18, 2019 | Terakhir Diedit: April 18, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan