Deferasirox obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Deferasirox Merek: Exjade.

Penggunaan

Untuk apa deferasirox?

Deferasirox adalah obat yang digunakan untuk mengatasi tingginya kadar zat besi pada tubuh yang disebabkan oleh transfusi darah berulang. Deferasirox dapat juga mengatasi tingginya kadar zat besi pada pasien dengan kelainan darah yang tidak memerlukan transfusi darah misalnya thalassemia (non-transfusion dependent thalassemia).

Transfusi darah sering diperlukan pada beberapa jenis penyakit kelainan darah, seperti penyakit sickle cell dan anemia. Transfusi darah memiliki beberapa manfaat, namun dapat menyebabkan tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi.

Pada pasien yang menerima banyak transfusi darah dan pasien dengan non-transfusion dependent thalassemia namun memiliki kadar zat besi yang tinggi, kelebihan zat besi dapat menumpuk pada beberapa organ. Hal ini memicu berbagai permasalah seperti gagal jantung, penyakit liver dan diabetes. Risiko-risiko tersebut dapat dikurangi dengan membuang kelebihan zat besi.

Deferasirox adalah obat golongan iron chelating agents. Obat ini bekerja dengan cara melekat pada zat besi dan membantu tubuh mengeluarkan kelebihan zat besi melalui urin atau tinja.

Bagaimana cara penggunaan deferasirox?

Minum obat ini saat perut kosong, setidaknya 30 menit sebelum makan, biasanya sekali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Jangan langsung mengunyah atau menelan tablet. Selalu larutkan tablet sesuai petunjuk.

Beberapa antacid yang mengandung aluminum dapat menurunkan kadar obat yang dapat diserap tubuh. Jika Anda mengonsumsi antacid, tunggu sampai setidaknya 2 jam setelah meminum obat ini.

Minum obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari. Jangan berhenti menggunakan obat ini sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara penyimpanan deferasirox?

Deferasirox adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis deferasirox untuk orang dewasa?

  • Untuk kelebihan zat besi, dosis deferasirox adalah 20 mg/kg sekali sehari dengan dosis maksimum 40 mg/kg/hari. 
  • Untuk kondisi kelebihan zat besi pada sindrom non-transfusion dependent thalassemia, dosis deferasirox adalah 10 mg/kg diminum sekali sehari.

Hitung dosis (mg per kg per hari) pada ukuran tablet terdekat.

Bagaimana dosis deferasirox untuk anak-anak?

  • Untuk kelebihan zat besi pada anak, dosis deferasirox adalah 20 mg/kg sekali sehari dengan dosis maksimum 40 mg/kg/hari.
  • Untuk kondisi kelebihan zat besi pada sindrom non-transfusion dependent thalassemia, dosis deferasirox adalah 10 mg/kg diminum sekali sehari.

Hitung dosis (mg per kg per hari) pada ukuran tablet terdekat.

Dalam dosis apakah deferasirox tersedia?

Ketersediaan dosis deferasirox adalah tablet larut dalam air 125 mg, 250 mg, 500 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena deferasirox?

Efek samping ringan deferasirox adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Ruam ringan, perubahan warna kulit
  • Batuk
  • Hidung tersumbat

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan deferasirox?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum minum obat deferasirox adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.
  • Beri tahu dokter dan apoteker apa saja obat-obatan, vitamin, suplemen dan produk herbal yang sedang atau akan anda gunakan.
  • Jika Anda mengonsumsi antacid yang mengandung aluminum seperti Amphogel, Alternagel, Gaviscon, Maalox, or Mylanta, minum 2 jam sebelum atau sesudah deferasirox
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami infeksi, mual parah, muntah atau dehidrasi. Juga beri tahu jika Anda pernah atau sedang mengalami masalah pada pendengaran atau penglihatan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan untuk hamil atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat mengonsumsi deferasirox, hubungi dokter.
  • Anda harus memahami bahwa deferasirox dapat membuat Anda pusing. Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin sampai Anda mengetahui bagaimana efek obat ini pada Anda.
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami diare atau muntah selama pengobatan. Jika Anda mengalami gejala ini, minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.

Apakah deferasirox aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan deferasirox?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Amiodarone
  • Chloroquine
  • Clozapine
  • Duloxetine
  • Enzalutamide
  • Ondansetron
  • Paclitaxel
  • Pimozide
  • Propafenone
  • Theophylline
  • Warfarin

Mengonsumsi Deferasirox dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Cholestyramine
  • Midazolam
  • Repaglinide
  • Rifampin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan deferasirox?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan deferasirox?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Beberapa kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat deferasirox adalah:

  • Kelainan darah (agranulocytosis, anemia, neutropenia)
  • Masalah pada mata (katarak, glaukoma)
  • Masalah pendengaran
  • Penyakit ginjal (Fanconi’s syndrome)
  • Tukak lambung 
  • Masalah pada sumsum tulang (myelodysplastic syndrome)
  • kanker tahap lanjut
  • Penyakit ginjal parah
  • Penyakit hati parah
  • Thrombocytopenia (platelet rendah pada darah)
  • Hepatitis

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis deferasirox adalah:

  • Kulit atau mata menjadi kuning
  • Nyeri pada bagian kanan atas lambung
  • Memar atau pendarahan yang tidak lazim
  • Lemah, lesu, dan tidak bersemangat
  • Hilangnya nafsu makan
  • Gejala flu
  • Diare

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: September 26, 2018

Sumber