Combivent

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Nama Generik: Combivent Merek: combivent.

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Combivent digunakan?

Combivent adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit saluran pernapasan, seperti PPOK atau asma. Obat ini juga diindikasikan untuk perawatan penyumbatan hidung, radang selaput lendir dan bronkospasme.

Obat ini memiliki kandungan albuterol atau salbutamol sulfat dan ipratropium bromida. Combivent memiliki cara kerja dengan membuka saluran udara ke paru-paru serta melakukan relaksasi atau mengendurkan otot-otot pada saluran napas.

Bagaimana aturan pakai Combivent?

Obat ini merupakan obat yang berbentuk aerosol sehingga penggunaannya menggunakan inhaler. Inhaler dimasukkan ke dalam mulut untuk kemudian dihirup atau disedot sehingga obatnya akan masuk ke saluran napas.

Bagaimana cara menyimpan Combivent?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

 

Dosis

Berapa dosis Combivent untuk dewasa?

Dosis penggunaan combivent adalah dua hisapan penuh dan perlahan sebanyak empat kali sehari.

Dalam dosis dan sediaan apa Combivent tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk aerosol inhaler.

Efek Samping

Apa efek samping Combivent yang mungkin terjadi?

Combivent mungkin memunculkan efek samping sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Rasa mual
  • mulut kering
  • Tremor
  • Gejala pilek seperti bersin, hidung tersumbat, batuk-batuk dan sakit tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

 

Pencegahan & Peringatan

Apakah Combivent aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini pada ibu hamil digunakan jika memang benar-benar butuh dan dengan resep dokter. Namun cCmbivent tidak dianjurkan bagi ibu menyusui.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Combivent?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Obat ini dapat berinteraksi dengan:

  • obat-obatan kandung kemih atau obat urin
  • obat diuretik
  • obat jantung dan obat pengatur tekanan darah
  • obat Parkinson dan depresi
  • obat asam lambung
  • obat flu dan obat alergi

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Combivent?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Combivent?

Bagi Anda yang memiliki alergi obat ini, Anda harus berhati-hati. Gejala alergi obat antara lain adalah gatal-gatal, kesulitan bernapas dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah dan tenggorokan.

Sebelum menggunakan Combivent, konsultasikan kepada dokter jika Anda sedang memiliki beberapa kondisi kesehatan berikut:

  • penyakit jantung dan tekanan darah tinggi
  • kejang-kejang seperti epilepsi
  • diabetes
  • kelenjar tiroid yang overaktif
  • glaukoma
  • pembesaran pada prostat atau terdapat masalah pada saluran kencing
  • penyakit hati/liver dan penyakit pada ginjal

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Combivent dan apa efeknya?

Gejala overdosis Combivent bisa berupa sakit pada dada, jantung berdebar-debar, kehausan yang sangat, otot yang lemah dan perasaan lemas, sakit kepala yang parah, dengung pada telinga, denyut nadi lemah, pusing hingga napas yang sangat pelan.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera gunakan sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

 

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Oktober 11, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 11, 2017