Nama Generik: Carteolol Merek: Arteoptic LA, Mikelan dan carteolol.

Penggunaan

Untuk apa carteolol?

Carteolol adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena glaukoma (tipe sudut terbuka) atau penyakit mata lainnya (seperti hipertensi okular). Menurunkan tekanan tinggi di dalam mata membantu untuk mencegah kebutaan. Carteolol adalah beta blocker yang diduga bekerja dengan mengurangi jumlah cairan yang dibuat dalam mata.

Bagaimana cara penggunaan carteolol?

Carteolol adalah obat yang untuk mata yang terinfeksi. Gunakan seperti yang diarahkan oleh dokter Anda, biasanya dianjurkan sebanyak 1 tetes dua kali sehari. Gunakan di untuk mata saja. Jangan ditelan atau disuntikkan.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan. Ikuti arah dokter Anda tentang cara menggunakan obat ini.

Untuk menggunakan obat tetes mata, cuci tangan Anda terlebih dahulu. Untuk menghindari kontaminasi, jangan menyentuh ujung pipet atau membiarkannya menyentuh mata Anda atau permukaan lainnya.

Sebelum menggunakan, periksa produk ini secara visual untuk perubahan warna menjadi coklat, terlihat keruh, atau terdapat partikel. Jika terdapat masalah tersebut, jangan gunakan obat  tetes mata.

Pengawet dalam produk ini dapat diserap oleh lensa kontak. Jika Anda menggunakan lensa kontak, lepas lensa kontak Anda sebelum menggunakan obat  tetes mata. Tunggu setidaknya 15 menit setelah menggunakan obat ini sebelum memakai  lensa kontak Anda kembali.

Miringkan kepala Anda, lihat ke atas, dan tarik ke bawah kelopak mata bawah untuk membuat seperti kantong. Pegang pipet langsung di atas mata dan teteskan satu tetes dalam kantong. Lihatlah ke bawah dan tutup  mata Anda perlahan selama 1-2 menit. Tempatkan satu jari di sudut mata dekat hidung dan tekan dengan lembut. Hal ini akan mencegah obat dari pengeringan. Cobalah untuk tidak berkedip dan jangan menggosok mata. Ulangi langkah ini untuk mata Anda yang lain jika disarankan  oleh dokter Anda.

Jangan bilas pipet. Ganti tutup pipet setelah digunakan. Jika Anda menggunakan jenis lain dari obat mata (seperti tetes atau salep), tunggu setidaknya 10 menit sebelum menggunakan obat lain. Gunakan tetes mata sebelum salep mata untuk memungkinkan obat tetes masuk ke mata.

Bagaimana cara penyimpanan carteolol?

Carteolol adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis carteolol untuk orang dewasa?

Dosis Normal utuk Orang Dewasa Penderita Hipertensi:

  • Dosis awal: 2,5 mg sekali minum  sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 2,5-5 mg sekali sehari.
  • Dosis maksimum adalah 10 mg sekali minum sekali sehari.

Bagaimana dosis carteolol untuk anak-anak?

Carteolol adalah obat yang keamanan dan efektivitas pada pasien anak (kurang dari 18 tahun) belum dapat ditentukan.

Dalam dosis apakah carteolol tersedia?

Carteolol adalah obat yang tersedia dalam sediaan larutan.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena carteolol?

Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda dari reaksi alergi berikut: gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda sekaligus jika Anda memiliki salah satu efek samping yang serius berikut :

  • pembengkakan parah, gatal, sensasi terbakar, kemerahan, nyeri, atau ketidaknyamanan di atau sekitar mata Anda
  • drainase, pengerasan kulit, atau air mengalir dari mata Anda atau kelopak mata
  • bronkospasme (mengi, sesak dada, kesulitan bernapas)
  • detak jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas lambat (pernapasan mungkin berhenti)
  • jantung berdetak cepat atau berdebar
  • merasa sesak napas, bahkan dengan tenaga ringan
  • pembengkakan, kenaikan berat badan yang cepat.

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk:

  • sensasi  terbakar ringan, menyengat, gatal, atau mata berair
  • kabur atau penglihatan berawan
  • mata agak bengkak atau bengkak
  • meningkatnya sensitivitas mata Anda terhadap cahaya
  • kesulitan melihat di malam hari
  • kelopak mata turun
  • sakit kepala, pusing, depresi
  • kelemahan otot
  • masalah tidur (insomnia)
  • hidung tersumbat
  • mual, perubahan indra perasa.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping, silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan carteolol?

Carteolol adalah salah satu obat yang bisa menimbulkan alergi.  Berikut merupakan ciri Anda mengalami alergi terhadap carteolol:

  • asma, atau penyakit parah paru obstruktif kronik (PPOK)
  • detak jantung lambat
  • kondisi jantung yang disebut “AV block.”

Jika Anda memiliki salah satu kondisi lain, Anda mungkin perlu menyesuaikan dosis atau menjalani  tes khusus untuk menggunakan obat ini dengan aman:

  • masalah pernapasan seperti bronkitis atau emfisema
  • riwayat penyakit jantung atau gagal jantung kongestif
  • diabetes
  • riwayat stroke, pembekuan darah, atau masalah sirkulasi
  • gangguan tiroid
  • gangguan otot seperti myasthenia gravis.

Apakah carteolol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan carteolol?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut..

      • Albuterol
      • Amiodarone
      • Arformoterol
      • Bambuterol
      • Clenbuterol
      • Clonidine
      • Colterol
      • Crizotinib
      • Diltiazem
      • Dronedarone
      • Epinephrine
      • Fenoldopam
      • Fenoterol
      • Fingolimod

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan carteolol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan carteolol?

Kehadiran masalah medis lainnya dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter Anda jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama:

  • asma
  • bradikardia (detak jantung lambat)
  • penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • blok jantung
  • kegagalan hati;  tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi ini
  • diabetes
  • hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif)
  • hipoglikemia (gula darah rendah) – mungkin menutupi beberapa tanda-tanda dan gejala penyakit ini, seperti detak jantung yang cepat.
  • penyakit paru-paru – gunakan dengan hati-hati. Dapat menyebabkan kesulitan  bernapas pada pasien dengan kondisi ini.
  • myastenia gravis – mungkin memperburuk gejala kondisi ini, seperti kelemahan otot.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin meliputi:

  • detak jantung yang tidak konstan
  • sesak napas
  • kuku berwarna kebiruan
  • pusing
  • kelemahan
  • pingsan
  • kejang.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Februari 27, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 27, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan