Apa itu Acetazolamide?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Acetazolamide Merek: Acetazolamide, acetazolamide adalah, Acetazolamide, Acetazolamide, Acetazolamide dan Acetazolamide.

Penggunaan

Apa fungsi Acetazolamide?

Acetazolamide adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengurangi gejala penyakit ketinggian (altitude sickness). Obat ini dapat mengurangi sakit kepala, kelelahan, mual, pusing, dan sesak napas yang dapat terjadi ketika Anda naik dengan cepat ke tempat yang tinggi (umumnya di atas 10.000 kaki/ 3048 meter).

Obat ini sangat berguna dalam situasi ketika Anda tidak dapat melakukan pendakian lambat. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ketinggian adalah dengan mendaki perlahan, berhenti selama 24 jam saat pendakian untuk memmberi kesempatan pada tubuh menyesuaikan diri dengan ketinggian baru, dan tetap santai pada satu sampai dua hari pertama.

Obat ini juga digunakan dengan obat lain untuk mengobati jenis  masalah mata tertentu (glaukoma sudut terbuka). Acetazolamide adalah jenis obat diuretik yang dapat mengurangi penumpukan cairan, dalam hal ini di bagian mata. 

Obat ini juga digunakan untuk mengurangi penumpukan cairan tubuh (edema) yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif atau obat-obatan tertentu. Acetazolamide dapat menurun kinerjanya dari waktu ke waktu, sehingga biasanya hanya digunakan untuk waktu singkat.

Obat ini juga bisa digunakan dengan obat lain untuk mengobati beberapa jenis kejang.

Fungsi lain dari Acetazolamide adalah obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati periodik paralisis, yaitu penyakit kelainan pada membran.

Bagaimana cara penggunaan acetazolamide?

Jika Anda menggunakan obat jenis tablet, minum obat ini 1 sampai 4 kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Jika Anda mengonsumsi kapsul long-acting, minum obat ini 1 atau 2 kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda.

Telan seluruh kapsul. Jangan membuka, menghancurkan, atau mengunyah kapsul. Hal ini dapat menghancurkan efek jangka panjang dari obat ini dan justru meningkatkan efek samping.

Acetazolamide dapat digunakan dengan atau tanpa makanan. Minum banyak air, kecuali diarahkan berbeda oleh dokter Anda. Dosis Anda didasarkan pada kondisi medis Anda dan respon Anda terhadap pengobatan.

Untuk mencegah penyakit ketinggian, mulai gunakan acetazolamide 1 sampai 2 hari sebelum Anda mulai mendaki. Terus gunakan saat Anda mendaki dan setidaknya 48 jam setelah Anda telah mencapai puncak.

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan acetazolamide?

Kegunaan lain dari Acetazolamide adalah jika Anda menggunakan obat ini untuk kondisi lain (misalnya, glaukoma atau kejang), maka gunakan obat ini secara teratur seperti yang diarahkan dokter untuk mendapatkan manfaatnya.

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang pemberian dosis di waktu yang tepat untuk kondisi Anda.

Jangan menambah, mengurangi dosis, atau berhenti menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Beberapa dapat memburuk ketika penggunaan obat ini tiba-tiba berhenti. Dosis Anda mungkin perlu diturunkan secara bertahap.

Ketika digunakan untuk jangka waktu panjang, obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik dan mungkin memerlukan dosis yang berbeda. Dokter akan memantau kondisi Anda. Beritahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau justru memburuk.

Fakta lain dari Acetazolamide adalah obat ini dapat mengurangi kadar kalium dalam darah Anda. Dokter mungkin merekomendasikan bahwa Anda sebaiknya makan makanan yang kaya kalium (misalnya, pisang atau jus jeruk) saat Anda mengonsumsi obat ini.

Dokter Anda mungkin juga meresepkan suplemen kalium bagi Anda selama pengobatan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan acetazolamide?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis acetazolamide  untuk orang dewasa?

Dosis dewasa biasa untuk Edema

  • 250-375 mg oral atau 4 kali sehari.
  • Dosis untuk jangka panjang: 1 kali sehari atau satu kali dalam dua hari dengan syarat satu dari dua hari tersebut digunakan untuk beristirahat.

Hasil maksimal dari Acetazolamide adalah saat diminum dengan metode satu hari minum satu hari tidak. Dosis yang terlalu tinggi justru dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan.

Ketika melanjutkan pengobatan acetazolamide untuk edema diinginkan, dianjurkan bahwa setiap dosis kedua atau ketiga dilewati untuk memberi kesempatan ginjal  pulih terlebih dahulu.

Dosis dewasa biasa untuk Altitude Sickness

Dosis yang digunakan untuk pengobatan altitude sickness adalah 500 hingga 1000 mg setiap harinya dalam dua dosis terpisah. Dosis maksimum yang dianjurkan adalah 1 gram/ hari. 

Untuk pendakian cepat, dosis yang lebih tinggi  bermanfaat untuk mencegah penyakit ini mulai 24-48 jam sebelum pendakian dan melanjutkan selama 48 jam selama pada ketinggian tinggi.

Dosis dewasa biasa untuk Glaukoma

Glaukoma sudut terbuka:

Dosis untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka adalah 250 hingga 1000 mg setiap harinya. Obat dalam bentuk tablet dengan dosis 250 mg yang dikonsumsi 4 kali dalam sehari.

Jika menggunakan kapsul dengan dosis 500 mg, maka dikonsumsi sebanyak 2 kali dalam sehari. Sesuaikan dosis berdasarkan kondisi kesehatan Anda.

Glaukoma sudut tertutup:

Sedikit berbeda, untuk pengobatan glaukoma sudut tertutup dosis yang digunakan adalah 250 mg setiap 4 jam sekali dan dikonsumsi 2 kali dalam sehari, atau 500 mg dan diikuti oleh 125 mg atau 250 mg setiap 4 jam sekali.

Dosis dewasa biasa untuk Profilaksis Kejang

Dosis yang digunakan adalah 8 hinga 30 mg/kg yang dipisahkan dalam 4 kali penggunaan dalam satu hari. Jangan melebihi penggunaan lebih dari 1 gram setiap harinya.

Jika pasien ini sudah mengambil antikonvulsan lainnya, dosis untuk memulai yang dianjurkan adalah 250 mg sekali sehari. Jika acetazolamide digunakan sendiri, sebagian besar pasien dengan fungsi ginjal yang baik menggunakan dosis harian mulai 375-1000 mg.

Dosis optimum untuk pasien dengan disfungsi ginjal tidak diketahui, tergantung pada respon klinis dan toleransi pasien pada pengobatan ini.

Acetazolamide adalah obat yang digunakan untuk pengobatan epilepsi refrakter dalam kombinasi dengan obat lain.

Meskipun mungkin berguna pada kejang parsial, mioklonik, absen, dan primer tonik-klonik umum yang tidak terkontrol oleh agen lainnya, belum ada penilitian yang cukup untuk standar saat ini untuk kondisi ini.

Bagaimana dosis acetazolamide untuk anak-anak?

Dosis anak-anak biasa untuk Glaukoma

Dosis yang digunakan untuk anak berusia 12 tahun ke atas adalah kapsul dengan dosis 500 mg yang dikonsumsi 2 kali dalam sehari.

Penggunaan obat ini disarankan untuk glaukoma sudut terbuka, glaukoma sekunder, dan jika Anda ingin menunda operasi glaukoma, obat ini bisa digunakan untuk mengurangi tekanan intraokular, atau tekanan yang dilakukan oleh isi bola mata terhadap dinding bola mata tersebut.

Dosis anak-anak biasa untuk Edema

Dosis untuk anak-anak dalam pengobatan edema adalah 5 mg atau 150 mg yang dibagi ke dalam 4 dosis sehari.

Dosis anak-anak biasa untuk Epilepsi

Dosis untuk pengobatan epilepsi pada anak-anak adalah 8 hingga 30 mg dalam sehari yang dibagi ke dalam 4 dosis berbeda. Dosis maksimum adalah 1 gram sehari. 

Dosis anak-anak biasa untuk Hidrosefalus

Untuk pengobatan Hidrosefalus, dosis acetazolamide adalah 20 hingga 100 mg dalam sehari yang dikonsumsi selama 6 – 8 jam sekali. Dosis maksimum untuk pengobatan ini adalah 2 gram dalam sehari.

Dalam dosis apakah acetazolamide tersedia?

  • Kapsul Extended Release (ER) 12H, Oral: 500mg
  • Tablet, Oral: 125mg, 250mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena acetazolamide ?

Semua obat dapat menyebabkan efek samping, tetapi banyak orang tidak mengalaminya. Periksakan dengan dokter Anda jika salah satu efek samping yang paling umum atau sering terjadi tidak kunjung hilang. Efek samping dari acetazolamide adalah:

  • Penglihatan kabur
  • Perubahan dalam indera perasa
  • Sembelit
  • Diare
  • Kantuk
  • Sering buang air kecil
  • Kehilangan selera makan
  • Mual muntah

Dapatkan bantuan medis segera jika salah satu efek samping berat terjadi, yaitu:

  • Reaksi alergi parah (ruam gatal-gatal, gatal, kesulitan bernafas, sesak di dada, pembengkakan mulut, wajah, bibir, atau lidah)
  • Darah dalam urin
  • Perubahan dalam pendengaran
  • Kejang
  • Tinja berwarna gelap atau berdarah
  • Urin berwarna gelap
  • Napas cepat
  • Demam
  • Kekurangan energi
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Kulit merah, bengkak, atau melepuh
  • Denging di telinga
  • Sakit tenggorokan
  • Kesemutan pada lengan atau kaki
  • Perdarahan yang tidak biasa atau memar
  • Perubahan penglihatan
  • Menguningnya kulit atau mata

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan acetazolamide?

Acetazolamide adalah obat yang bisa berinteraksi dengan beberapa kondisi medis. Beritahu dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, terutama jika kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui
  • Jika Anda menggunakan obat resep atau obat nonresep,  herbal, atau suplemen makanan
  • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan, atau zat lain
  • Jika Anda memiliki batu ginjal, penyakit paru-paru, glaukoma (misalnya, glaukoma kronis nonkongestif sudut tertutup), diabetes, atau kesulitan bernapas
  • Jika Anda memiliki reaksi alergi yang parah (misalnya, ruam parah, gatal-gatal, kesulitan bernafas, atau pusing) untuk setiap obat sulfonamide lain seperti acetazolamide, celecoxib, diuretik tertentu (misalnya, hydrochlorothiazide), glyburide, probenesid, sulfamethoxazole, valdecoxib, atau zonisamide
  • Beberapa obat mungkin dapat berinteraksi dengan acetazolamide. Beritahu dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan berikut:
    • Salisilat (misalnya aspirin) karena mereka dapat meningkatkan risiko efek samping acetazolamide
    • Inhibitor karbonat anhidrase lainnya (misalnya, methazolamide), siklosporin, quinidine, fenitoin, amfetamin, atau natrium bikarbonat karena risiko efek samping dapat meningkat jika terjadi interaksi dengan acetazolamide
    • Primidone, lithium, atau methenamine karena efektivitas obat-obatan tersebut mungkin akan menurun jika berinteraksi dengan acetazolamide

Daftar ini mungkin bukan daftar lengkap dari semua interaksi yang mungkin terjadi. Tanyakan dokter Anda jika acetazolamide dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain yang Anda konsumsi. Periksakan dengan dokter Anda sebelum Anda mulai, berhenti, atau mengubah dosis obat apapun.

Apakah acetazolamide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C  menurut US Food and Drugs Administration (FDA). 

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C= Mungkin berisiko,
  • D= Ada bukti positif dari risiko,
  • X= Kontraindikasi,
  • N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan acetazolamide?

Meskipun obat-obat tertentu tidak boleh digunakan bersamaan sekaligus, dalam kasus lain dua obat yang berbeda dapat digunakan bersamaan bahkan interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin dapat mengubah dosis, atau melakukan tindakan pencegahan lainnya yang mungkin diperlukan.

Beritahu ahli kesehatan Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat resep atau obat nonresep lainnya. 

Ada 394 jenis obat yang dapat berinteraksi dengan acetazolamide, adalah di antaranya sebagai berikut:

  • Advair Diskus
  • aspirin
  • Benadryl
  • CoQ10
  • Cymbalta
  • Fish Oil
  • furosemide
  • ibuprofen
  • Lasix
  • Lyrica
  • methotrexate
  • Metoprolol Tartrate
  • naproxen
  • Nexium
  • Norco
  • Paracetamol
  • ProAir HFA
  • Synthroid
  • Topamax
  • Tylenol
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin D3
  • Zofran
  • Zyrtec

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan acetazolamide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  dokter Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan acetazolamide?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.

  • Diabetes mellitus tipe 2. Penggunaan obat ini dapat meningkatkan konsentrasi gula darah dan gula urin  Anda. 
  • Glaucoma sudut tertutup
  • Emfisema atau penyakit paru-paru kronis lainnya. Penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko asidosis (sesak napas, masalah pernapasan).
  • Asam urat 
  • Hipokalemia, atau tingkat kalium darah rendah. Penggunaan obat ini mungkin membuat kondisi ini lebih buruk.
  • Penyakit ginjal atau batu ginjal. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan efek samping dari obat. Selain itu, obat ini dapat membuat kondisi lebih buruk.
  • Penyakit hati. Penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dan mungkin membuat kondisi lebih buruk.
  • Kelenjar insufisiensi adrenal (penyakit Addison). Penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/ 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Sensasi kulit yang tidak normal (misalnya, kesemutan, menggelitik, gatal, terbakar)
  • Berdengung, denging, atau siul di telinga
  • Kantuk
  • Kehilangan selera makan
  • Kehilangan koordinasi
  • Mual
  • Tremor
  • Gerakan goyah
  • Muntah

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Juli 3, 2019

Yang juga perlu Anda baca