6 Deretan Makanan yang Tepat Bagi Anda yang Sering Kentut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda sering kentut belakangan ini, mungkin karena Anda makan makanan yang mengandung gas. Ya, sebenarnya, tubuh secara alami memproduksi dan mengeluarkan gas (kentut). Namun bila terlalu sering kentut, Anda harus lihat lagi jenis makanan yang selama ini konsumsi. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi bisa jadi penyebab dari kondisi ini.

Sering kentut bisa dicegah dengan memilih makanan yang tepat

Dilansir dari Very Well, gas yang ada di perut terdiri dari berbagai macam, seperti karbondioksida, hidrogen, metana, nitrogen, dan juga oksigen. Adanya gas di dalam perut menyebabkan rasa sakit atau perut kembung sampai gas tersebut dikeluarkan melalui dubur.

Gas tersebut terbentuk dari proses pencernaan makanan yang tidak sepenuhnya terserap oleh usus kecil sehingga masuk ke usus besar dan akhirnya difermentasikan oleh bakteri di usus. Proses itulah yang menyebabkan adanya gas.

Untuk menghindari buang gas terlalu sering, berikut panduan makanan pilihan yang dapat Anda konsumsi, seperti:

Pilihan makanan protein hewani

Tubuh dapat mencerna protein dengan baik. Sumber protein yang berasal dari hewan, tidak mengandung karbohidrat di dalamnya sehingga dapat dicerna oleh usus halus.

Oleh karena itu memilih makanan yang mengandung protein hewani menghindari terbentuknya gas berlebih di perut. Beberapa pilihan makanan protein hewani tersebut, seperti:

  • Daging sapi
  • Daging ayam
  • Ikan
  • Telur

Pastikan bahwa makanan tersebut tidak diberi tambahan gula atau berbagai macam bawang. Gunakan rempah-rempah lain untuk menyedapkan makanan tersebut.

Pilihan sayuran

Sayuran memang baik untuk tubuh tapi beberapa di antara mengandung karbohidrat cukup tinggi dan juga serat larut. Sayuran tersebut biasanya mengandung gas lebih banyak.

Untuk itu, pilih sayuran yang mengandung karbohidrat lebih rendah sehingga mudah dicerna dan tidak perlu difermentasikan lagi oleh bakteri di usus. Beberapa sayuran tersebut, meliputi:

  • Paprika
  • Mentimun
  • Adas
  • Bayam
  • Tomat
  • Sawi

Pilihan buah-buahan

Ada banyak buah yang memiliki sedikit kandungan gas. Namun, ada batasan seberapa banyak Anda mengonsumsi buah ini. Sebab, semakin banyak buah, semakin banyak juga gas yang terkumpul. Jadi, Anda boleh mengonsumsi buah-buahan berikut dalam jumlah sedang, seperti:

  • Blewah
  • Anggur
  • Kiwi
  • Nanas
  • Stroberi
  • Melon madu
  • Alpukat

Pilihan makanan lainnya

Bakteri alami yang ditemukan dalam makanan fermentasi tidak akan menyebabkan produksi gas berlebih. Malah bakteri tersebut membantu meringankan pekerjaan bakteri yang ada di usus sehingga sangat baik untuk pencernaan. Beberapa makanan fermentasi yang bisa dikonsumsi, seperti:

  • Plain yogurt
  • Kefir
  • Tempe
  • Tahu
  • Kimchi

Selain itu, Anda harus memperhatikan berbagai produk yang terbuat dari gandum. Sebab, ada beberapa produk makanan dari gandum yang mengandung karbohidrat dan bisa menyebabkan terbentuknya gas. Anda bisa memilih roti bebas gandum, oat, atau quinoa.

Selain makanan, perhatikan juga apa yang Anda minum. Minuman bersoda dan susu tinggi kandungan laktosa, bisa menyebabkan gas berlebih. Jadi, sebaiknya Anda memilih minum air putih dan jus tanpa tambahan gula.

Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu usus dalam mencerna makanan yang berserat tinggi.

Jika Anda merasa sering kentut dan timbul gejala tidak nyaman pada perut terus-menerus, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mengetahui diagnosis penyakit sekaligus mendapatkan pengobatan yang tepat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Manfaat Kentut Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat kentut begitu banyak bagi tubuh kita. Mulai dari kesehatan pencernaan hingga alergi bisa dideteksi lewat kentut. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan, Informasi Kesehatan 31 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Psst, Ternyata Ini Alasan Kenapa Suara Kentut Tiap Orang Berbeda-beda

Beberapa orang kentut tidak menimbulkan suara, tapi baunya minta ampun. Lainnya berbunyi keras, tapi tidak bau. Kenapa, ya, suara kentut bisa berbeda-beda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 12 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Perut Kembung

Pernah mengalami perut yang terasa begah, sesak, dan penuh? Artinya Anda mengalami perut kembung. Apa, sih, sebenarnya penyebab perut kembung?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan 14 Mei 2017 . Waktu baca 12 menit

3 Penyebab Kentut Berlebihan yang Perlu Diwaspadai

Kentut memang hal yang alami, namun kentut berlebihan bisa mengganggu kehidupan Anda. Apa saja kondisi yang membuat Anda sering kentut?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 16 Desember 2016 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kentut dalam sehari

Berapa Kali Kentut dalam Sehari yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mengurangi kentut terus-terusan

Kentut Terus-terusan? Simak 9 Langkah Praktis untuk Mengurangi Kebiasaan Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kentut saat berhubungan seks

Kentut Saat Berhubungan Seks, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit