Makanan untuk Atasi Radang Tenggorokan, Sekaligus yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Radang tenggorokan membuat Anda merasa tidak nyaman karena tenggorokan terasa perih, kering, dan gatal. Rasa sakit di tenggorokan ini bisa membuat Anda kesulitan menelan makanan. Padahal agar radang tenggorokan cepat sembuh, Anda tetap memerlukan asupan makanan bernutrisi yang cukup. Maka dari itu, pilihlah makanan yang tepat untuk mengatasi radang tenggorokan serta hindari makanan yang dapat memperparah peradangan. 

Pilihan makanan dan minuman untuk radang tenggorokan

sup wortel

Selain kaya nutrisi, makanan untuk radang tenggorokan seharusnya juga memiliki tekstur yang halus atau lembut sehingga mudah untuk ditelan. Makanan bertekstur lembut dapat mengurangi iritasi di tenggorokan.

Makanan dan minuman yang hangat juga membantu melegakan tenggorokan. Dengan begitu, peradangan di tenggorokan semakin cepat mereda. Pilihan makanan untuk tenggorokan ini bervariasi mulai dari buah, makanan berkuah hingga tanaman herbal.

1. Pisang

Pisang memiliki tekstur yang lembut sehingga sangat mudah ditelan saat mengalami radang tenggorokan. Kandungan vitamin B6, kalium dan vitamin C yang terdapat pada buah ini bermanfaat untuk menyembuhkan radang tenggorokan.

2. Sup ayam

Dari penelitian diketahui bahwa sup ayam memiliki sifat antiradang sekaligus bisa membersihkan saluran napas dari dahak yang menggumpal. Sup ayam merupakan makanan berkuah hangat sehingga berguna untuk mengurangi rasa sakit akibat radang tenggorokan. Setelah mengonsumsinya, tenggorokan akan terasa lebih lega.

3. Madu dan lemon

Madu merupakan pemanis alami yang memiliki sifat antimikroba sehingga bisa membantu mengatasi peradangan di tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

Jika radang tenggorokan yang dialami disertai gejala batuk, madu juga bisa mengurangi frekuensi batuk saat dikonsumsi secara rutin.

Sementara lemon mengandung vitamin C yang bisa merupakan jenis buah untuk radang tenggorokan. Lemon dapat meningkatkan kerja sistem imun untuk melawan infeksi penyakit.

Untuk mengonsumsi keduanya, campurkan dua sendok madu dan perasan lemon ke dalam teh hangat. Minuman ini dapat meredakan rasa perih di tenggorokan. Namun, jangan memberikan madu pada anak-anak di bawah 1 tahun karena bisa menyebabkan botulisme.

4. Air garam

Rasa gatal dan tak nyaman di tenggorokan bisa disebabkan oleh dahak yang menumpuk di rongga tenggorokan. Berkumur dengan larutan air garam bisa membantu mengencerkan dahak tersebut.

Selain itu, larutan garam juga dapat membersihkan tenggorokan dari bakteri serta mengurangi pembengkakan akibat infeksi di tenggorokan.

Untuk membuat minuman pelega radang tenggorokan ini, Anda hanya perlu mencampurkan setengah sendok garam ke dalam 1 gelas air. Berkumurlah dengan larutan garam ini beberapa kali dalam sehari.

5. Telur

Telur merupakan sumber protein yang baik. Protein yang terkandung di dalam telur akan membantu menangani peradangan dan rasa sakit pada tenggorokan.

Makanlah telur yang direbus karena teksturnya lebih lembut daripada telur yang digoreng dengan minyak atau mentega sehingga cocok menjadi makanan untuk radang tenggorokan.

6. Jahe

Jahe merupakan tanaman herbal yang bersifat antiradang sehingga bermanfaat dalam mengatasi berbagai penyakit yang menyebabkan infeksi di tenggorokan. Jahe dapat mengurangi pembengkakan dan rasa perih di tenggorokan.

Dalam mengolahnya sebagai makanan untuk radang tenggorokan, jahe dapat dihaluskan dan dicampur ke dalam teh atau direbus menjadi minuman hangat. 

7. Sayuran yang dimasak dengan baik

Wortel, kol, kentang, dan sayuran lainnya dapat menjadi makanan yang membantu mengatasi radang tenggorokan, asalkan dimasak sampai mereka lunak. Rebuslah sayuran ini dengan susu rendah lemak dan kunyit. 

8. Teh herbal

Teh herbal dapat menjadi minuman hangat untuk meringankan radang tenggorokan. Terdapat beragam jenis teh herbal yang memiliki khasiat antiradang untuk melawan infeksi di tenggorokan seperti teh hijau dan chamomile.

Teh herbal juga termasuk pelumas alami untuk pita suara sehingga bisa membantu memulihkan gejala suara serak.

Untuk memperoleh manfaaat yang lebih maksimal, Anda bisa menambahkan daun pepermint ke dalam teh. Daun pepermint mengandung mentol yang dapat melegakan dan mengurangi rasa sakit tenggorokan. Pastikan Anda memilih teh yang mengandung sedikit kafein untuk mengatasi radang tenggorokan.

9. Yoghurt

Yoghurt merupakan makanan bertekstur halus yang dapat menjadi pilihan untuk mengatasi radang tenggorokan. Jika sakit yang dirasakan cukup parah sehingga Anda tidak mampu menelan, Anda bisa mengonsumsi yoghurt menggunakan sedotan.

Selain membantu meredakan iritasi di tenggorokan, yoghurt ini juga dapat menambah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam melawan infeksi penyakit.

10. Es krim

Makanan atau minuman dingin termasuk es krim ternyata juga direkomendasikan untuk meringankan sakit karena radang tenggorokan.

Makanan dingin seperti es krim tidak menyebabkan iritasi yang membuat peradangan pada tenggorokan. Makanan dingin justru bisa menurunkan temperatur pada ujung saraf dalam tenggorokan sehingga mengurangi rasa terbakar atau panas di tenggorokan

Namun, pilihlah es krim yang tidak telalu manis dan tidak ditambahkan bahan-bahan lain seperti kacang, cokelat atau karamel. Es krim tanpa atau rendah susu dapat menjadi pilihan makanan untuk radang tenggorokan.

Makanan penyebab radang tenggorokan yang perlu dihindari

makanan manis bikin radang tenggorokan

Peradangan di tenggorokan menyebabkan rasa sakit saat menelan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari konsumsi makanan yang bertekstur keras karena bisa menjadi penyebab radang tenggorokan semakin parah. 

Nah, berikut ini adalah jenis makanan yang harus dihindari selama mengalami gejala radang tenggorokan.

1. Makanan manis

Hindarilah konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi. Seperti yang dilansir dari Oesophageal Patients Association, makanan yang terlalu manis dapat memicu kenaikan asam lambung ke kerongkongan. Apalagi jika makanan tersebut mengandung pemanis buatan.

Asam dari lambung ini selanjutnya akan mengiritasi tenggorokan di bagian pita suara (laring). Kondisi ini dikenal juga dengan refluks faring laring (LPR). Asam yang mengiritasi pita suara tentunya menyebabkan peradangan laring (laringitis) bahkan bisa menimbulkan gejala suara serak.

2. Makanan pedas

Makanan pedas seperti sambal dan cabai bisa memicu kenaikan asam lambung yang nantinya dapat mengiritasi tenggorokan. Akibatnya, peradangan yang dialami akan bertambah parah.

3. Buah asam 

Meski banyak jeruk dan lemon memiliki kandungan vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi kandungan asamnya dapat mengiritasi permukaan tenggorokan. Artinya, jika mengonsumsi buah ini secara langsung untuk radang tenggorokan, gejala bisa bertambah parah.

Jika ingin mendapatkan manfaat vitamin C untuk radang tenggorokan dari buah jeruk dan lemon, cobalah untuk mencampurnya dengan minuman seperti air hangat dan teh guna menetralisasi kandungan asamnya. 

4. Minuman bersoda, kopi, dan alkohol

Soda, alkohol, dan kafein  dapat memicu iritasi di tenggorokan. Selain itu, mengonsumsi minuman beralkohol seperti bir dan wine selama mengalami radang tenggorokan juga bisa menyebabkan dehidrasi sehingga tubuh semakin sulit untuk pulih. 

Untuk Anda yang aktif merokok, sebaiknya hindari juga konsumsi rokok selama mengalami sakit tenggorokan. Pasalnya, asap rokok dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Di samping itu, akan lebih baik jika Anda juga menjalani pengobatan antibiotik untuk radang tenggorokan jika disebabkan infeksi bakteri. Jika gejala tidak kunjung sembuh selama lebih dari 1 minggu, segerakan untuk berkonsultasi ke dokter.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sariawan di Tenggorokan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sariawan yang muncul di tenggorokan membuat Anda malas bicara, minum, dan menelan akan terasa sakit. Lantas, apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tonsilitis (Radang Amandel)

%%title%% adalah peradangan yang terjadi di amandel. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan tonsilitis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Difteri

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Abses Peritonsil

Abses peritonsil adalah infeksi bakteri atau virus pada amandel yang menyebabkan terbentuknya nanah. Kondisi bisa menjadi komplikasi dari radang amandel.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menjaga kesehatan tenggorokan

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tanda radang tenggorokan

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
lendir tenggorokan penyebab

Dahak di Tenggorokan Tidak Hilang-Hilang? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bahaya atau komplikasi radang amandel tonsilitis

5 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Jika Radang Amandel Tidak Diobati

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit