Awas, Makanan Gosong Bisa Jadi Pemicu Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering makan daging yang dibakar kemudian suka mengonsumsi bagian yang gosong atau hangus karena menurut Anda bagian tersebut terasa garing dan gurih? Banyak orang yang beranggapan bahwa makan makanan gosong bisa menyebabkan kanker, apakah itu benar? Ataukah hanya mitos belaka?

Kanker adalah salah satu penyakit yang bisa dialami oleh semua orang, tidak memandang usia, ras, atau etnis. Menurut data World Health Organization diketahui bahwa kejadian kanker meningkat hingga 70% dalam dua dekade terakhir. Selain itu, pada tahun 2012 ditemukan 14 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta jiwa meninggal karena kanker. Penyebab dari kanker memang masih tanda tanya besar, tetapi banyak faktor risiko yang mungkin saja meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker. Contohnya adalah pola hidup, pemilihan makanan, serta genetik. Lalu, apakah benar salah satu pemicu kanker adalah makanan gosong?

Benarkah makan daging yang dibakar mengakibatkan kanker?

Daging yang dibakar mengandung bahan kimia yaitu heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic hydrocarbons (PAHs) yang terbentuk akibat proses pemanggangan serta pembakaran dari bahan makanan tersebut. Kedua zat kimia inilah yang meningkatkan risiko kanker karena dapat menyebabkan perubahan DNA di dalam tubuh, serta bersifat mutagenik. 

Sebenarnya, kedua jenis bahan kimia tersebut terbentuk dengan sendirinya ketika otot daging yang dipanggang dimasak dengan suhu yang sangat tinggi dan langsung terkena api. HCAs terbentuk dari asam amino, glukosa, dan kreatin – yang terdapat pada otot sapi, ayam, atau kambing –  yang kemudian bereaksi terhadap suhu tinggi. Sedangkan PAHs terbentuk ketika lemak dari daging terkena api secara langsung tanpa ada perantara. Selain pada makanan yang dibakar atau dipanggang, maka HCAs tidak ditemukan dalam jumlah yang banyak di dalam makanan. Sedangkan PAHs bisa ditemukan pada makanan hangus lainnya, dalam asap rokok, dan asap knalpot mobil.

BACA JUGA: Benarkah Minyak Ikan Bisa Menyebabkan Kanker Prostat?

Apa yang membuat HCAs dan PAHs bisa terbentuk dalam daging yang dipanggang?

Kedua zat kimia tersebut terbentuk bervariasi jumlahnya tergantung dengan jenis daging yang dimasak, cara memasak, serta tingkat kematangannya. Tetapi apapun jenis dagingnya, jika dipanggang dalam suhu yang lebih dari 150 derajat celcius, maka daging yang dimasak tersebut cenderung membentuk HCAs, apapun itu tingkat kematangannya. 

HCAs dan PAHs mampu mengubah DNA di dalam tubuh hanya ketika kedua zat tersebut dimetabolisme oleh suatu enzim tertentu, dan prosesnya disebut dengan bioaktivasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengaktifan dari kedua zat kimiawi tersebut berbeda-beda bagi setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang juga memiliki tingkat risiko untuk terkena kanker yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Radikal Bebas, Penyebab Kanker yang Dihasilkan Tubuh Secara Alami

Apa bukti bahwa memang HCAs dan PAHs dalam makanan gosong meningkatkan risiko kanker?

Di dalam hasil penelitian yang dilakukan pada hewan, HCAs dan PAHs memang positif menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Contohnya, tikus yang dijadikan bahan percobaan, yang diberikan makanan yang mengandung HCAs dan PAHs menjadi menderita kanker payudara, usus, paru-paru, prostat, dan beberapa organ lainnya. Sedangkan tikus yang diberikan makanan yang mengandung PAHs di dalamnya, menderita kanker darah tumor dan kanker pada sistem pencernaan, serta kanker paru. Walaupun begitu, dosis HCAs dan PAHs yang digunakan dalam setiap percobaan tersebut memang sangatlah tinggi, atau setara dengan ribuan kali dosis yang mungkin saja manusia makan dalam keadaan normal.

Untuk penelitian yang dilakukan dengan objek manusia, memang susah dilakukan. Karena PAHs dan HCAs bereaksi berbeda-beda pada setiap orang, selain itu tidak ada alat yang bisa mengukur kadar dari PHAs dan HCAs yang dikonsumsi oleh seseorang. Sehingga susah untuk menentukan apakah kanker yang diderita oleh seseorang diakibatkan oleh zat HCAs dan PAHs yang terkandung di dalam daging yang dibakar. Walaupun begitu, beberapa penelitian telah mencoba untuk meneliti terkait HCAs dan PAHs pada manusia. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang sering mengonsumsi daging yang dipanggang meningkatkan risiko untuk terkena kanker usus, pankreas, serta prostat.

BACA JUGA: Kenapa Harus Olahraga Meski Sedang Pengobatan Kanker?

Lalu bagaimana cara mengurangi HCAs dan PAHs saat memanggang makanan?

Meskipun tidak ada pedoman khusus yang mengatur terkait konsumsi PACs dan HCAs, namun untuk mengurangi kadar kedua zat kimia tersebut yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Menghindari pemasakan daging dengan api langsung atau di atas permukaan logam yang panas, apalagi dilakukan dalam suhu yang sangat tinggi.
  • Selama pemasakan sebaiknya daging terus dibolak-balik, hal ini bisa mengurangi pembentukan HCAs
  • Menghilangkan bagian hangus dari daging dan tidak membuat saus atau bumbu yang terbuat dari cairan yang keluar dari daging yang sudah dimasak, karena kedua hal tersebut mengandung PAHs dan HCAs yang cukup tinggi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit