5 Manfaat Saffron, Rempah Berwarna Merah yang Pernah Populer

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beberapa waktu lalu, saffron cukup populer di media sosial. Rempah-rempah ini bisa digunakan sebagai penyedap rasa, pewarna minuman dan makanan, sampai mengurangi gejala penyakit. Apa saja kandungan gizi di dalam saffron sampai memiliki manfaat dan khasiat yang beragam? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kandungan gizi di dalam saffron

khasiat saffron

Saffron adalah rempah-rempah yang berasal dari bunga Crocus sativus. Saffron memiliki bentuk seperti benang halus yang tipis, berwarna merah dan lembaran kecil. 

Nama saffron diambil dari bagian bunga crocus yang teksturnya seperti benang atau stigma (kepala putik). Saffron sangat populer karena memiliki khasiat dan manfaat untuk kesehatan.

Berdasarkan data dari U.S Department of Agriculture,100 gram saffron memiliki kandungan gizi:

  • Energi: 310 kilo kalori
  • Protein: 11,4 gram
  • Lemak: 5,85 gram
  • Serat: 3,9 gram
  • Kalsium: 111 miligram
  • Zat besi: 11 miligram
  • Fosfor: 252 miligram
  • Kalium: 1724 miligram
  • Vitamin C: 80 miligram

Proses pembuatan saffron cukup rumit dan untuk menghasilkan 500 gram saffron, membutuhkan 75 ribu pucuk bunga. Pengrajin akan mengambil stigma yang berbentuk helaian benang, kemudian kepala putik dikeringkan. 

Selain itu, bunga yang menjadi bahan untuk membuat saffron hanya tumbuh sekitar tiga sampai empat minggu di bulan Oktober dan November saja.

Manfaat dan khasiat saffron untuk kesehatan

manfaat saffron

Dalam penelitian yang dilakukan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, saffron sudah digunakan sebagai pengobatan tradisional sejak zaman kuno.

Saffron sudah ditulis sebagai resep obat tradisional China dan Yunani. Agar memudahkan, berikut beberapa manfaat saffron bagi kesehatan yang perlu diketahui:

1. Antidepresan

Penelitian Journal of Ethnopharmacology menemukan bahwa manfaat saffron sama efektifnya seperti obat fluoxetine dalam mengobati depresi ringan sampai sedang.

Mengonsumsi saffron atau ekstraknya secara langsung selama 6-12 minggu dapat meringankan gejala depresi berat.

Akan tetapi, tidak berarti depresi bisa hilang dengan mengonsumsi saffron. Anda tetap perlu melakukan terapi dan berkonsultasi pada psikiater untuk mengatasi depresi. 

2. Mempunyai sifat melawan pertumbuhan sel kanker

Saffron tinggi akan antioksidan yang membantu menetralkan radikal bebas. Jenis antioksidan yang terdapat di dalam saffron yaitu crocin, crocetin, saranal, dan kaempferol.

Berdasarkan temuan yang dilakukan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, crocin dan crocetin di dalam saffron dapat mengurangi penyakit kronis, salah satunya kanker.

Sifat antikanker di dalam saffron berada pada sel-sel payudara, paru, pankreas, dan leukimia, sumsum tulang, dan serviks

Pengujian manfaat saffron untuk melawan sel kanker dilakukan pada sel kanker paru-paru. Sel kanker diinkubasi bersama dengan ekstrak saffron, lalu dilihat perubahannya. 

Hasilnya, saffron mampu meningkatkan presentasi apoptosis di dalam tubuh. Apoptosis adalah kematian sel yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan populasi sel. 

Bila presentasi apoptosis berkurang, bisa menyebabkan sel membelah dan tidak terkendali yang disebut sel kanker. 

3. Mengatasi gejala PMS

Premenstrual syndrome (PMS) sering membuat wanita tidak nyaman. Mulai dari tubuh pegal-pegal, suasana hati berubah-ubah, bahkan bisa sampai sakit kepala. 

Anda bisa coba menggunakan saffron untuk meredakan gejala PMS yang mengganggu.

National Library of Medicine melakukan penelitian pada wanita yang sedang mengalami PMS.

Dalam penelitian ini, wanita usia 20-45 tahun diminta untuk mengonsumsi 30 miligram saffron setiap hari. Bisa diseduh menjadi teh atau campuran makanan. 

Hasilnya, sakit kepala, perut begah, dan badan pegal-pegal berkurang setelah rutin mengonsumsi saffron. 

Penelitian lain dari International Journal of Phytotherapy and Phytopharmacology menunjukkan efek baik dari penggunaan saffron saat sedang PMS.

Menurut penelitian tersebut, mencium aroma saffron selama 20 menit bisa mengurangi gejala PMS, seperti kecemasan dan tingkat stres.

4. Meningkatkan daya ingat

Saffron mengandung dua senyawa, yaitu crocin dan crocetin, yang dipercaya oleh para peneliti dapat membantu dalam fungsi belajar dan mengingat. 

Sebuah penelitian dari Phytotherapy Research menemukan manfaat saffron dalam membantu mempermudah belajar dan mengingat.

Penelitian yang menjanjikan ini menunjukan bahwa manfaat saffron berpotensi mengobati penyakit yang menyerang otak, seperti Alzheimer dan Parkinson.

Tak hanya seperti yang sudah dibahas, manfaat saffron ditemukan dapat membantu meringankan sejumlah penyakit atau kondisi kesehatan lain. 

Namun, penelitian tersebut dilakukan pada tikus, sehingga masih perlu observasi lebih lanjut pada manusia.

5. Mengurangi nafsu makan

Bila Anda berencana menurunkan berat badan, masukkan saffron dalam makanan dan minuman sehari-hari. 

Berdasarkan penelitian yang ditulis dalam Journal of Cardiovascular and Thoracic Research, ekstrak saffron bisa mengurangi nafsu makan.

Tidak hanya itu, khasiat saffron juga bisa mengurangi massa lemak dan mengecilkan lingkar pinggang. Tentu hal itu dibarengi dengan olahraga teratur dan istirahat yang cukup.

Namun, perlu diingat bahwa Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter ketika memiliki masalah kesehatan. 

Anda juga bisa konsultasi ke dokter tentang penggunaan saffron sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi kondisi kesehatan yang sedang dialami.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber