Mengenal Ketosis: Saat Tubuh Membakar Lemak Sebagai Energi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mendengar kata “ketosis” atau “diet ketosis”? Biasanya ketosis berhubungan dengan diabetes atau penurunan berat badan. Mengapa? Saat tubuh tidak bisa menggunakan gula atau glukosa, yang biasanya terjadi pada orang dengan diabetes atau yang sangat membatasi asupan makannya, ketosis (memakai lemak sebagai energi) bisa saja terjadi dalam tubuh. Apakah diet ketosis ini efektif atau malah berbahaya? Cari tahu di sini.

Apa itu ketosis?

Ketosis adalah proses metabolisme yang normal. Saat tubuh Anda tidak memiliki persediaan karbohidrat yang cukup untuk dibakar sebagai energi bagi sel-sel, maka sebagai gantinya tubuh akan membakar cadangan lemak Anda. Kondisi inilah yang dimaksud dengan ketosis. Hasilnya, senyawa yang disebut dengan keton diproduksi. Keton merupakan produk sampingan dari metabolisme lemak.

Jika Anda menerapkan pola makan yang sehat dengan diet seimbang, tubuh akan lebih bisa mengontrol berapa banyak lemak yang harus dibakar. Sehingga, tubuh Anda tidak akan memproduksi dan menggunakan keton. Tapi, jika Anda sangat membatasi asupan makan Anda dan tubuh sudah tidak punya cadangan karbohidrat, maka tubuh akan memakai lemak sebagai energi (ketosis) dan menghasilkan keton.

Ketosis biasanya terjadi saat Anda melakukan olahraga dalam waktu yang lama, jika Anda sangat membatasi asupan karbohidrat, selama kehamilan, puasa, saat kelaparan, dan pada orang diabetes yang tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

Cara memanfaatkan ketosis untuk menurunkan berat badan

Karena saat ketosis tubuh akan membakar lemak sebagai energi, hal ini dapat dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan Anda. Salah satu diet yang memanfaatkan kondisi ini adalah diet ketogenik. Dalam diet ketogenik, asupan karbohidrat Anda akan sangat rendah (hanya 5%), sebaliknya asupan lemak akan tinggi (mencapai 75%), dan asupan protein sedang (sebesar 20%).

Asupan karbohidrat yang rendah ini memungkinkan tubuh memanfaatkan lemak sebagai energi. Biasanya Anda bisa mengalami kondisi ketosis saat asupan karbohidrat Anda kurang dari 50 gram per hari. Untuk mencapai hal tersebut, tentu Anda harus menghindari makanan dengan kadar gula tinggi, seperti permen, kue, dan minuman manis.

Saat asupan karbohidrat Anda sangat rendah, kadar hormon insulin akan turun, dan asam lemak dilepaskan oleh tubuh dalam jumlah besar. Asam lemak ini kemudian akan dibakar menjadi energi dan menghasilkan keton sebagai energi bagi sel-sel tubuh dan juga otak.

Dengan cara tersebut, maka berat badan Anda dapat turun lebih cepat. Hal ini sudah dibuktikan dalam penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition tahun 2008. Penelitian ini menemukan bahwa pria obesitas yang melakukan diet ketogenik selama empat minggu dapat mengalami penurunan berat badan sekitar 5,4 kg. Orang yang melakukan diet ini dapat mengonsumsi lebih sedikit kalori tanpa merasa lapar.

Apakah memakai lemak sebagai energi (ketosis) bisa berbahaya?

Ketosis normal terjadi pada tubuh Anda. Namun, hal ini akan menjadi berbahaya jika menghasilkan senyawa keton berlebihan dalam tubuh. Kadar keton yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat senyawa kimia dalam darah menjadi tidak seimbang.

Kandungan glukosa dan keton dalam aliran darah menjadi tinggi. Hal ini dapat mengubah darah menjadi asam yang berbahaya. Kondisi ini disebut dengan ketoasidosis. Orang dengan diabetes bisa mengalami ketoasidosis saat insulin yang ada di tubuh sedikit atau saat mereka kekurangan cairan.

Sebaiknya, segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala ketoasidosis seperti di bawah ini.

  • Haus dan mulut kering
  • Banyak mengeluarkan kencing
  • Kelelahan
  • Kulit kering
  • Sakit dan nyeri di perut
  • Muntah
  • Kesulitan bernapas
  • Napas berbau

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Berapa Batas Asupan Karbohidrat yang Ideal Per Hari?

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi yang penting dalam tubuh. Berapa batas kebutuhan karbohidrat? Apa dampaknya jika tidak terpenuhi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cek atau tes gula darah

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Diet pasien diabetes

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit