5 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Amputasi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada lebih dari satu juta kasus amputasi, atau kehilangan anggota tubuh, setiap tahunnya di seluruh dunia. Hal ini menandakan bahwa satu orang kehilangan anggota tubuh mereka setiap 30 detik. Amputasi adalah hilangnya seluruh atau sebagian dari tangan atau kaki. Beberapa penyebab umum kehilangan anggota tubuh lewat amputasi, termasuk:

  • Kondisi kesehatan yang tidak terkontrol, seperti diabetes dan aterosklerosis, yang menyebabkan masalah berat pada sirkulasi darah.
  • Trauma serius atau cedera pada anggota tubuh yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau pertempuran militer.
  • Kanker ditemukan di anggota tubuh dan menimbulkan ancaman kesehatan yang signifikan.
  • Cacat lahir pada anggota tubuh atau nyeri yang tak kunjung hilang.

1. Siapa yang berisiko harus menjalani amputasi?

Anda lebih berisiko jika Anda memiliki masalah dengan sirkulasi darah. Kondisi kesehatan yang paling umum menyebabkan hal ini adalah diabetes. Ini karena diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf dan penyembuhan luka yang buruk. Ketika tingkat gula darah tinggi, darah Anda menjadi lebih tebal, menyebabkan buruknya sirkulasi ke tangan dan kaki. Deteksi dini dan kontrol gula yang lebih baik dapat membantu menghindari amputasi.

Aterosklerosis, penyakit yang menyebabkan pengerasan arteri, juga dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk. Hal ini disebabkan kadar lemak yang tinggi dalam darah. Sirkulasi yang buruk mencegah pengiriman nutrisi penting ke anggota tubuh Anda, yang merusak fungsi anggota tubuh. Ini juga dapat mengganggu proses penyembuhan ketika anggota tubuh Anda terinfeksi.

2. Kapan dokter akan memutuskan untuk amputasi?

Dokter Anda mungkin menyarankan amputasi anggota tubuh ketika tidak ada suplai darah, atau saat jaringan rusak secara permanen. Suplai darah sangat penting untuk jaringan agar tetap sehat dan untuk penyembuhan. Ahli bedah umumnya memotong di atas area yang sakit atau terluka sehingga sebagian dari jaringan sehat tetap dapat melindungi tulang.

Kadang-kadang lokasi amputasi tergantung pada di mana letak anggota tubuh buatan, atau prostesis, akan ditempatkan. Seorang ahli bedah yang melakukan amputasi akan menentukan sejauh mana amputasi diperlukan. Sebuah amputasi minor dapat dilakukan jika jaringan tetap sehat dan memiliki pasokan darah yang baik. Suplai darah yang buruk atau jaringan rusak parah pada anggota tubuh mungkin memerlukan amputasi besar yang melibatkan sebagian besar, atau semua anggota tubuh.

3. Apa saja komplikasi yang dapat terjadi setelah amputasi?

Komplikasi yang penting, terkait dengan amputasi atau kehilangan anggota badan, adalah risiko kematian.

Komplikasi lain termasuk:

  • Infeksi
  • Angina (nyeri dada)
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Tekanan batin
  • Infeksi luka
  • Trombosis vena dalam (gumpalan darah)

Komplikasi juga dapat mencakup kondisi yang dikenal sebagai nyeri phantom. Hal ini terjadi ketika Anda masih mengalami sensasi seperti merasakan anggota tubuh yang diamputasi, atau nyeri pada anggota tubuh yang sebenarnya sudah diamputasi. Intensitas nyeri phantom bervariasi pada setiap orang. Tapi, dalam banyak kasus, kondisi ini cenderung menghilang dari waktu ke waktu.

4. Bagaimana amputasi dilakukan?

Ada berbagai jenis amputasi, tergantung pada anggota tubuh tertentu yang perlu diamputasi dan berapa banyak dari anggota tubuh yang dapat diselamatkan.

Amputasi anggota tubuh bagian bawah meliputi pengangkatan bagian dari kaki, atau jari kaki. Ini adalah jenis yang paling umum dari amputasi. Umum terjadi pada pasien yang lebih tua dengan penyakit arteri perifer (PAD) atau diabetes.

Amputasi anggota tubuh bagian atas termasuk pengangkatan lengan, tangan, atau jari. Jarang terjadi dan cenderung dilakukan lebih sering pada orang yang masih muda, sebagai akibat dari cedera serius.

Kedua jenis amputasi dilakukan menggunakan anestesi umum (di mana Anda tertidur) atau anestesi epidural (di mana hanya bagian tertentu dari tubuh Anda yang mati rasa dengan menggunakan suntikan tulang belakang), sehingga Anda tidak akan merasakan sakit selama operasi.

5. Akankah amputasi memperbaiki masalah kesehatan saya?

Prospek Anda terhadap amputasi tergantung pada:

  • Usia Anda. Semakin muda Anda maka semakin mudah Anda dapat beradaptasi dengan perubahan.
  • Berapa banyak dari anggota badan telah diamputasi.
  • Seberapa baik Anda mengatasi dampak emosional dan psikologis akibat amputasi.
  • Kondisi mendasar lain yang dapat mempersulit dalam mengatasi amputasi.

Anda mungkin merasakan tekanan emosional setelah kehilangan anggota tubuh Anda. Banyak orang mengatakan kehilangan anggota tubuh rasanya seperti kehilangan orang yang dicintai. Untuk pulih dari dampak emosional dan psikologis akan membutuhkan waktu. Cara terbaik adalah dengan mencari dukungan dari orang-orang yang telah kehilangan anggota tubuh. Namun, dengan dukungan jangka panjang dan rehabilitasi, banyak orang-orang terutama mereka yang masih muda mampu kembali bekerja, berolahraga dan melakukan kegiatan lainnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Sit Up Tidak Bisa Menghilangkan Lemak Perut?

Sudah rajin sit up tapi perut masih buncit? Wajar saja, karena kita tidak bisa hanya menghilangkan lemak di bagian tertentu saja. Jadi harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Bahayanya Jika Anda Berolahraga di Siang Hari Saat Panas Terik

Katanya, olahraga di siang hari bisa membakar kalori lebih banyak sehingga efektif untuk menurunkan berat badan. Padahal, justru bisa berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Olahraga Lainnya, Kebugaran 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Rangka Tubuh Sendiri, Bagaimana Cara Menghitung Ukurannya?

Katanya, orang yang tubuhnya bongsor punya rangka tubuh yang besar. Apakah benar? Berikut adalah cara menghitung ukuran rangka tubuh masing-masing.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mengetahui umur tulang manusia

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Tulang Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips olahraga hiv

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit