Mengenal Neustress, Jenis Stres yang Mungkin Anda Alami Tanpa Sadar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Stres biasanya identik dengan tekanan pekerjaan dan menurunnya produktivitas. Akan tetapi, sebenarnya tidak semua stres berakibat buruk untuk Anda. Stres terbagi menjadi beberapa jenis, dan tiap-tiap jenisnya memberikan pengaruh tersendiri bagi kehidupan. Salah satu jenis stres yang mungkin jarang Anda dengar adalah neustress.

Neustress adalah satu dari tiga jenis stres yang dialami manusia. Neustress berbeda dengan stres yang Anda alami saat menghadapi deadline, berselisih dengan orang lain, atau bahkan setelah putus cinta.

Saat mengalami neustress, tubuh Anda bereaksi dengan cara yang unik. Berikut penjelasan selengkapnya.

Mengenal eustress dan distress sebelum memahami neustress

kekurangan hormon dopamin penyebab stres

Stres merupakan reaksi normal yang dialami tubuh saat menghadapi suatu perubahan. Melansir laman Cleveland Clinic, perubahan ini menuntut Anda agar menyesuaikan diri dan tubuh pun menanggapinya secara fisik, psikologis, atau emosional.

Stres terbagi menjadi tiga jenis, yakni eustress, distress, serta neustress.

Singkatnya, eustress adalah stres yang bermanfaat, sedangkan distress justru memicu dampak sebaliknya. Neustress adalah jenis stres yang berada di tengah keduanya.

Sebelum memahami neustress, ada baiknya Anda memahami dahulu apa itu eustress dan distress:

1. Eustress

Eustress merupakan stres positif yang bermanfaat. Jenis stres ini muncul ketika Anda menghadapi situasi yang memunculkan semangat dan motivasi, misalnya saat bertemu dengan orang yang Anda kagumi, mengikuti perlombaan, atau bahkan jatuh cinta.

Adanya eustress memacu Anda untuk melakukan sesuatu secara optimal. Eustress juga terasa menyenangkan dan mendebarkan, membuat Anda lebih fokus bekerja, serta tidak berdampak buruk terhadap kondisi fisik maupun psikologis.

2. Distress

Berbeda dengan eustress, distress adalah stres negatif yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Distress muncul akibat peristiwa buruk dan traumatis, tekanan hidup, atau stres berlarut-larut yang Anda alami setiap waktu tanpa pernah berkurang.

Distress sebenarnya adalah hal yang lazim dialami setiap orang. Namun, distress yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan konsentrasi dan kinerja.

Lama-kelamaan, stres seperti ini juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan kejiwaan.

Neustress adalah stres yang netral

stres memicu kelelahan

Stres menimbulkan efek yang beragam, tergantung jenis dan pemicunya. Apabila stres bersifat positif, tubuh pun akan menanggapinya dengan baik.

Namun, jika pemicu stres berasal dari sesuatu yang buruk, respons tubuh pun ikut menjadi negatif.

Uniknya, terdapat satu lagi jenis stres yang bisa terjadi pada Anda, yakni neustress. Neustress adalah stres yang berada di antara eustress dan distress. Neustress tidak bersifat baik atau buruk, serta tidak menimbulkan efek bagi orang yang mengalaminya.

Neustress mungkin dapat digambarkan sebagai reaksi ketika Anda mengetahui suatu peristiwa yang tidak berdampak langsung pada diri Anda. Mengingat dampaknya amat kecil atau tidak ada, Anda pun tidak menanggapinya secara positif maupun negatif.

Sebagai contoh, Anda mengetahui kabar tentang badai yang yang menghantam pulau tak berpenghuni. Badai maupun pulau yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan Anda sehingga Anda tidak merasa cemas setelah mendengar kabar tersebut.

Atau, Anda mendengar percakapan tentang orang yang baru saja naik jabatan. Kabar ini tidak ada kaitannya dengan Anda sehingga Anda tidak merasa senang ataupun termotivasi. Respons Anda saat mendengar kabar tersebut adalah neustress.

Walau demikian, neustress bergantung pada siapa yang mengalaminya.

Jika peristiwa baik atau buruk yang terjadi berkaitan dengan Anda atau orang terdekat, Anda mungkin tidak mengalami reaksi netral, melainkan reaksi positif atau negatif.

Cara mengelola stres agar tidak berlebihan

mengelola stres saat liburan

Stres merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Setiap kabar, peristiwa, dan perubahan yang Anda alami setiap hari adalah pemicu stres, baik yang bersifat positif, negatif, ataupun netral seperti halnya neustress.

Luapan emosi serta respons tubuh akibat stres terkadang bisa membuat seseorang kewalahan.

Bahkan, eustress yang bersifat positif sekalipun dapat membuat jantung berdebar-debar sehingga perlu dikelola dengan baik.

Untungnya, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengelola stres dengan baik, di antaranya:

  • Memahami bahwa perubahan pasti terjadi dalam hidup
  • Mencoba teknik pernapasan, meditasi, atau yoga
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara rutin
  • Belajar mengatur waktu dengan baik
  • Meluangkan waktu untuk menjalani hobi
  • Tidur dan beristirahat dengan cukup
  • Menghindari rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang
  • Berinteraksi dengan orang lain

Neustress tidak menimbulkan dampak positif ataupun negatif. Jenis stres ini merupakan kondisi yang umum, dan Anda mungkin saja pernah mengalaminya tanpa sadar.

Neustress pada dasarnya tidak berdampak apa pun. Akan tetapi, bila suatu hal yang tadinya memicu neustress mulai berubah menjadi penyebab distress, ada baiknya Anda mencoba langkah sederhana untuk mengelola stres yang muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Kulit terasa gatal tiba-tiba, padahal tidak digigit serangga atau alergi? Cari tahu segala informasi seputar gatal pada kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Sering Mengecek Handphone Bisa Bikin Stres

Sering mengecek handphone untuk "kepoin" seseorang? Hati-hati, Anda bisa jadi rentan stres karena hal ini, lho! Kok bisa? Cari tahu di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengatasi Stres Dengan Terapi Warna

Bahkan sebelum maraknya tren buku mewarnai untuk orang dewasa, terapi warna sudah lama jadi pilihan pengobatan alternatif. Apa saja manfaatnya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gangguan kecemasan anxiety disorder

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit